CEO Research In Motion (RIM) Thorsten Heins berdiri di panggung utama BlackBerry World 2012 dengan BlackBerry Dev Alpha di genggaman tangan sambil berujar, ”kami ingin handset BlackBerry memiliki paradigma baru: mudah dan cepat,”.

Sejurus kemudian Heins menunjukkan beberapa fitur unggulan BlackBerry Dev Alpha, prototip handset yang berjalan dengan sistem operasi BlackBerry 10 (BB10) itu. Fitur pertama yang diunggulkan adalah multitasking.

Dengan BB10 beralih dari satu program ke program lainnya bisa sangat cepat. Misalnya dari dokumen, ke email, kalender, hingga daftar kontak. Aplikasi yang berjalan di backgroud dapat dipilih dengan cara menarik menu window yang ada dari samping layar (menyapukan jemari ke dalam dan luar bezel. Peralihan antara aplikasi satu dan lainnya berjalan tanpa jeda.

Prototip handset berukuran layar 4,2 inci itu memang terlihat seperti versi mini dari tablet BlackBerry PlayBook karena bezelnya juga sensitif terhadap sentuhan.

Fitur lain yang diunggulkan adalah prediksi kata (word suggestions). BB10 mampu memprediksi kata yang akan diketik, yang muncul diatas huruf awal dari kata tersebut. Jika pengguna melihat kata yang diinginkan, tinggal menyapukan keatas (bidang layar teks).
Christopher Smith, Vice President, Handheld Application Platform dan Tools di RIM mengatakan bahwa BB10 menggunakan basis sistem operasi QNX yang kompatibel dengan beberapa bahasa pemrograman.

Namun fitur kunci BB10 menurut Smith adalah Cascades, yang memungkinkan pengembang menciptakan aplikasi berkinerja grafis tinggi dan visual kaya tanpa harus menulis kode grafis level rendah dan rumit.

Tak heran jika Thorsten Heins sendiri percaya bahwa BB10 akan menggamit kembali market share RIM yang terkikis. ”BB10 yang akan meluncurkan akhir tahun ini akan mendebarkan,” ujar Heins. ”Ini akan menjadi tonggak sejarah penting bagi RIM,” tambahnya.

Namun, optimisme Heins tidak bersepadan dengan kepercayaan investor. Sebab, tak lama setelah diumumkan di BlackBerry World 2012 di Orlando, Amerika, Selasa (1/5) silam, saham BlackBerry justru turun 6 persen. ”Investor sudah tidak menaruh kepercayaan pada RIM,” beber David Cockfield, managing director dan portfolio manager Northland Wealth Management.

Tak hanya investor yang bereaksi negatif, para analis pun menyambut presentasi Heins dengan pesimistis. Analis dari Jefferies, Peter Misek, mengatakan bahwa presentasi Heins ini seharusnya dilakukan 1 tahun lalu.

”Seandainya BB10 sudah dirilis saat ini maka akan jadi tantangan bagi Android dan iOS. Sayangnya, ketika OS tersebut meluncur akhir tahun ini sudah ada iPhone 5, Windows 8, dan handset Android yang jauh lebih baik dari sekarang,” katanya.

Sementara itu, developer Indonesia Abul Ala Almaujudy menilai bahwa keterlambatan ini bisa jadi karena settlement RIM dengan QNX terkait platform BB10. ”Karena terlambat, maka kerja keras dari RIM sangat diharapkan. Baik dari sisi dukungan teknis maupun dukungan pemasaran,” ujarnya.

Almaujudy juga menyebut bahwa BlackBerry masih memiliki engagement tinggi dari sisi social terhadap penggunanya. Karena itu, kedepannya ia memperkirakan akan lebih banyak aplikasi BlackBerry yang sifatnya sosial. ”Penggunaan BlackBerry Messenger sebagai pendongkrak interaksi aplikasi juga bakal lebih dieksplorasi,” tutur co-founder perusahaan pengembang aplikasi Better-B tersebut.

Sebagai developer, Almaujudy mengaku BB10 sangat menarik untuk dieksplorasi. ”Teknologi BB10 merupakan lompatan bagi RIM, karena secara teknologi bisa sejajar dengan platform lain. Apalagi dengan sistem koneksi RIM yang secure (secara korporat) maka dapat meningkatkan kepercayaan dan kepercayaan diri perusahaan seperti Better-B untuk lebih ‘menjual’ platform BlackBerry,” ujarnya.

Adapun Kunal Gupta, founder dan CEO perusahaan asal Kanada Polar Mobile mengatakan bahwa keinginan perusahaan maupun developer dunia untuk membuat aplikasi bagi BB10 saat ini amatlah minim. Termasuk juga perusahaannya, yang telah mengembangkan aplikasi untuk Sports Illustrated, CBS Sports, dan CNN Money. Polar Mobile telah mengembangkan lebih dari 300 aplikasi untuk platform BlackBerry.

Sementara itu, Colin Gillis dari BGC Financial memuji bahwa BB10 adalah OS yang sangat solid. Tapi, masih belum cukup untuk merubah haluan perusahaan RIM. ”Sekarang pun masih terlalu dini untuk membuat penilain. Tunggu saja nanti seperti apa aplikasi yang dibuat di platform BB10,” katanya.

Iklan