Instagram memungkinkan penggunanya mengambil foto lalu mengeditnya, menggunakan beberapa filter yang memberikan kesan retro dan unik. Aplikasi yang semula tersedia secara eksklusif untuk platform iOS sejak Oktober 2010 kini bisa dinikmati pemilik ponsel dengan platform Android.

Sepekan sebelum akuisisi Facebook terhadap Instagram muncul, aplikasi editing dan sharing foto itu sudah membuat heboh sosial media setelah melepas versi Instagram untuk Android.

Instagram memang pernah menjadi aplikasi yang eksklusif bagi pengguna iOS. Karena itu, ketika versi untuk pengguna Android akhirnya bisa diunduh secara resmi di Google Play pada 3 April silam, ranah jejaring sosial pun heboh. Muncul beragam komentar dari yang mendukung hingga bernada negatif atau mencibir. Tapi yang pasti, dalam 12 jam setelah dirilis, Instagram langsung mendapatkan satu juta user baru!

Keinginan pengguna Android untuk ikut menikmati Instagram memang sangat tinggi, terlepas sebenernya banyak layanan serupa seperti Lightbox atau Pixlr-o-Matic. Entah mengapa, Instagram yang memiliki 30 juta pengguna (jejaring sosial di peranti bergerak terbesar di dunia) itu seolah memiliki pesonanya tersendiri.

Premis Instagram memang simpel: jepret foto, lantas pilih filter bergaya retro yang diinginkan. Ada 18 filter yang bisa dipilih. Bahkan, Apple menyebut bahwa dengan Instagram tidak ada lagi foto yang jelek. Karena filter-filter itu membuat foto menjadi lebih bergaya.

Konsep foto di Instagram memang berbeda situs fotografi serius dengan kamera serius seperti DSLR yang sangat berfokus pada teknik dan kualitas gambar. Di Instagram pengguna bebas menjepret foto apapun yang ia suka dan membaginya.

Sebab, fitur “sosial” ini pula yang menjadi keunggulan dari Instagram. Foto-foto yang telah diunggah bisa langsung dikomentari, atau diapresiasi dengan mengklik logo hati. Matt Warman dari Britain Telegraph mengatakan bahwa ”perasaan komunal” yang didapat oleh pengguna Instagram ini yang sulit ditandingi. ”Banyak developer Android yang berusaha mengisi celah dengan membuat situs serupa Instagram. Tapi, tak ada yang benar-benar berhasil,” katanya.

Matt Warman juga  menulis bahwa Instagram versi Android hadir memenuhi ekspektasi. Aplikasi tersebut sama bagusnya dengan milik iPhone. Walau, memang ada sedikit berpedaan. Salah satunya adalah fitur tilt-shift, fitur yang memungkinkan pengguna untuk memburamkan latar belakang atau membuat fokus foto pada titik tertentu.

Kedua, tidak tersedia fitur live preview filter. Ketika Anda ingin memotret, Anda tidak bisa melihat pratinjau filter apa yang ingin digunakan. Pengguna Android hanya bisa memberi efek setelah menjepret, lalu melakukan croping foto.

Dan Frommer dari SplatF berkomentar bahwa memang ada Apple Fanboy atau fans berat Apple yang bertindak defensif, bahwa kehadiran pengguna Android akan membuat jejaring sosial di Instagram tidak sama lagi. Namun, menurutnya hal itu tidak masuk akal. Karena, di Instagram, seorang pengguna hanya melihat foto dari orang yang dia follow.

Lalu, apakah ada syarat untuk menggunakan Instagram for Android? jawabannya ya. Aplikasi tersebut ternyata hanya dapat digunakan oleh sistem operasi Android versi 2.2 (Froyo) atau di atasnya, dan untuk saat ini belum dapat digunakan di perangkat tablet.

Pengguna Kecewa

Ternyata akuisisi Facebook terhadap Instagram membuat sebagian pengguna menjadi kecewa. Alasannya adalah soal privasi. Banyak pengguna Instagram yang khawatir bahwa privasi mereka menjadi terganggu.

Bahkan, banyak beberapa pengguna lewat Twitternya mengancam akan meninggalkan Instagram. Blog yang mengupas teknologi seperti TechCrunch menyebut langkah Instagram ini sebagai “Insta-Backlash” atau menjadi bumerang.

Bahkan, beberapa blog memposting tips dan alat bagi pengguna untuk menghindarkan data mereka dari Facebook. Salah satunya adalah Instaport.

Seperti diketahui, semua foto yang dibagikan melalui Instagram sebenarnya bersifat publik. Namun pengguna bisa mengubahnya dengan melakukan perubahan di menu pengaturan dan memungkinkan foto mereka menjadi ‘pribadi’. Namun, seiring dengan akuisisi Instagram terhadap Facebook, banyak pengguna yang menyebut bahwa Instagram tidak akan sama lagi.

Iklan