Semua membicarakan soal cloud computing. Tapi, bagaimana sebenarnya cloud bisa membantu kehidupan kita sehari-hari, terutama bagi mereka yang biasa menggunakan smartphone, tablet, atau bahkan ultrabook?

Rupanya cloud sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan Yoris Sebastian, si pemilik OMG! Consulting itu. Pekerjaan menuntut pria kelahiran 5 Agustus 1972 itu untuk lebih banyak berada di jalan. Dengan mobilitas yang tinggi, mau tidak mau Yoris mengandalkan berbagai peranti bergerak seperti smartphone dan tablet untuk membantunya menyelesaikan pekerjaan.

Berkoordinasi dengan staf di kantor, me-review proposal, berbagi file tertentu (file sharing), hingga brainstorming materi ide ia lakukan langsung melalui media penyimpanan online, dalam hal ini Dropbox. Ketika ingin mengirim video atau foto yang terlalu besar untuk dikirimkan melalui email, maka Yoris cukup memberikan link akun Dropbox-nya kepada staf di kantor. ”Fitur tersebut berguna sekali untuk file share internal tim,” katanya.

Manfaat lain yang ia rasakan adalah sebagai backup atau salinan data. ”Jika ada seminar di luar kota, saya bisa langsung akses data atau file yang dibutuhkan (dokumen, PDF, atau keynote) lewat Galaxy Note tanpa harus membawa laptop,” katanya.

Menggunakan aplikasi ezPDF Reader, maka proposal berbentuk file PDF yang tersimpan di akun Dropbox miliknya tinggal dicek dan ditanda-tangani, lantas dikirimkan ulang. Menurut Yoris,

Dropbox dapat tersinkronisasi langsung dengan komputer (PC atau Mac) ataupun peranti bergerak miliknya, sehingga file dapat diakses kapan saja dan dimana saja. ”Bahkan dalam kondisi offline sekalipun,” ujar Yoris, yang sehari-harinya menggunakan Samsung Galaxy Note.

Kemudahan menggunakan cloud ini juga dirasakan oleh Citra Dewi. Sejak setahun ini Citra yang berprofesi sebagai akuntan itu tidak lagi menggunakan USB thumb drive. Pekerjaannya yang disimpan dalam bentuk dokumen Excel dan Word itu ia salin di Google Docs.

Ketika butuh untuk mengunduh file tersebut di laptopnya di rumah, ia tinggal masuk ke akun Gmail. ”Saya memilih layanan Google Docs karena terintegrasi dengan akun Gmail saya,” ujarnya. Tidak hanya itu, terkadang jika hari ia cukup sibuk untuk menghadiri meeting, ia bisa melakukan online editing. Yakni mengedit langsung dari smartphone Samsung Galaxy SII miliknya. ”Online storage membuat pekerjaan jadi lebih mudah,” katanya.

Hal serupa juga dirasakan oleh Indah Nursanti, yang sejak sebulan lalu menggunakan Nokia Lumia 800. Kebetulan Windows Phone menyediakan ruang simpan gratis hingga 25 GB di Microsoft SkyDrive. Dengan cara ini Indah bisa membuat dokumen di jalan, lantas menyimpannya langsung di Skydrive. Jika perlu mengaksesnya lewat komputer, ia tinggal log in saja menggunakan akun Microsoft Live ID miliknya.

Membawa Benefit

Online storage atau ruang simpan di internet saat ini mulai akrab digunakan karena memberikan banyak keuntungan. Mulai fleksibilitasnya untuk digunakan di berbagai platform mobile, kemudahan untuk berbagi file dengan orang lain, hingga masalah keamanan. Irving Hutagalung, Audience Marketing Manager and Entrepreneurship Program Manager Microsoft Indonesia mengatakan bahwa seiring dengan tingginya penetrasi internet dan smartphone, maka cloud menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat Indonesia yang selalu bergerak.

Perlukan kita membiasakan diri untuk menggunakan layanan cloud? Jawabannya perlu. Ini sehubungan dengan prediksi para evangelis yang mengatakan bagaimana cloud menjadi sangat populer dalam beberapa tahun mendatang.

Prediksi itu dikuatkan pula oleh lembaga survei dunia Gartner. Laporan terbaru Gartner secara mengejutkan memprediksi bahwa tak lama lagi PC tradisional tidak lagi dominan dalam dunia bisnis, digantikan dengan layanan cloud personal. Ternyata waktunya sudah sangat dekat, diprediksi pada 2014 atau dua tahun lagi.

Gartner memprediksi ada lima “megatren” yang bermuara pada adopsi cloud secara besar-besaran di dunia bisnis. Beberapa diantaranya adalah konsumsi akan teknologi yang sangat tinggi, virtualisasi, dan peningkatan secara dramatis pada mobilitas user.

”Di masa depan fokus pasar tidak lagi pada personal computer, tapi juga melebar ke device lain seperti smartphone, tablet, atau alat elektronik lainnya,” ujar Steve Kleynhans, research vice president di Gartner. Layanan cloud akan semakin banyak dan beragam, sehingga konsumen lebih ingin untuk mengintegrasikan gadget mereka dengan web tertentu dalam keseharian.

Yang terjadi adalah saat ini adalah konsumen menggunakan banyak gadget untuk banyak fungsi. Mereka tidak lagi butuh sebuah PC yang canggih. Mereka bisa bekerja di BlackBerry, mengakses multimedia lewat tablet, atau melakukan berbagai hal lain di smartphone.

Lihat saja pertumbuhan penjualan tablet yang mencapai 207 persen dan smartphone 63 persen pada 2011 sialm. Mengapa harus cloud? Menurut Solution Specialist PT Microsoft Indonesia Felix Wira Putera, cloud adalah masa depan. ”Murah, mudah, dan bisa dikustomisasi,” ujarnya. Cloud adalah media yang berisi program, file, data, yang dapat di akses di tempat kerja, di rumah, dan di semua gadget yang Anda miliki.

Apalagi, di Indonesia sendiri berlangganan Internet sudah sangat mudah dan murah. Membuat orang terus menerus terhubung ke internet dengan paket internet unlimited.

Iklan