Memang definisi smartphone terbaik sangatlah subyektif. Tapi, rasanya sulit untuk mematahkan argumen bahwa HTC One X adalah smartphone dengan prosesor, kamera, dan teknologi musik paling unggul di pasar saat ini.

Perhelatan Mobile World Congress (MWC) 2012 di Barcelona, Spanyol, akhir Februari silam menjadi ajang pamer smartphone dengan teknologi terbaru dan terbaik. Para vendor berlomba-lomba menciptakan ponsel paling inovatif: paling tipis, paling cepat, paling tahan air, paling baik untuk memotret, dan lainnya.

Ketika sebagian besar smartphone yang dipamerkan di MWC 2012 masih berupa prototip atau sedang dikembangkan, HTC sudah selangkah lebih maju. Smartphone andalan mereka di MWC 2012, HTC One X, sudah menyapa pasar sejak awal bulan ini dan secara resmi diluncurkan di pasar Indonesia pada 26 April mendatang.

Kehadiran HTC One X yang mendapat banyak pujian di MWC 2012 menjadi momen penting, karena inilah generasi terbaru smartphone high end yang memiliki teknologi lebih maju dibanding yang ada di pasar saat ini. Bahkan, fitur inti di HTC One X bisa disebut sebagai sebuah pencapaian baru. Mulai teknologi musik (Beats Audio yang telah diperbarui), prosesor (quad core), hingga kamera (dengan aperture 2.0 dan teknologi continuous shoot).

”Teknologi selalu bergerak kedepan. Karena itu kami ingin jadi yang pertama untuk membawa teknologi smartphone terbaik ke tangan pengguna,” jelas Country Director, Marketing, HTC Indonesia Djunadi Putra Satrio di Jakarta, Jumat (20/4) silam. Djunadi menyebut HTC One X sebagai sebuah paket yang lengkap. ”Kekuatan kamera dan audio, desain yang cantik, serta prosesor quad core adalah inovasi yang berbeda dan unik,” katanya.

Pengalaman Premium

HTC One X mengintegrasikan Android 4.0 (Ice Cream Sandwich) dengan tampilan antarmuka baru HTC Sense 4. Di HTC Sense 4, fungsi kamera dan kualitas audio jauh dibenahi. Peningkatan terhadap fungsi kamera tidak hanya dari lensa, tapi juga sensor, perangkat lunak, serta integrasi HTC ImageChip anyar. Dampaknya, gambar bisa diambil sangat cepat: mengaktifkan kamera hanya 0,7 detik dan auto-focus dalam 0,2 detik.

Yang lebih ekstrim adalah fitur countinous shoot (mengambil gambar terus menerus dengan menekan tombol shutter) sebanyak 4 frame per detik. Fitur ini sebelumnya hanya ada di DSLR. HTC One X menggunakan kamera 8,0 MP dengan lensa F2.0 28mm, memberikan peningkatan dramatis dalam kondisi pencahayaan rendah. Lensa f/2.0 mampu menangkap cahaya 40 persen lebih banyak dibanding smartphone high end yang ada saat ini. Ada pula teknologi HDR, untuk pengambilan gambar dalam berbagai variasi kecerahan.

Yang tak kalah unik adalah fitur video pic (concurrent video/still capture). Fitur ini memungkinkan pengguna mengambil foto dan video secara bersamaan. Caranya mudah. Sementara Anda merekam video HD (1080p), tekan tombol shutter. Maka kamera akan mengambil foto resolusi tinggi sementara video masih terus merekam. Pengguna juga dapat menangkap frame foto dari video yang telah direkam sebelumnya. HTC One X diklaim mampu merekam video gerakan lambat dengan 108 frame per detik.

Adapun soal musik, teknologi Beats Audio di HTC One X mendapat penyempurnaan. Pengguna kini tidak hanya merasakan kualitas suara Beats Audio saat mendengarkan lagu. Semua suara yang di dengar pengguna, baik saat menonton video atau memainkan game dioptimalkan kualitas dan kejernihannya.

Selain itu, kualitas suara Beats Audio juga tetap dirasakan kendati menggunakan headset beda merek ataupun speaker eksternal. ”Anda bisa menggunakan earphone yang tidak sebaik Beats, tapi masih bisa mendapat kualitas suara yang bagus,” ujar Justin Zhang, Senior Manager Product HTC Asia.

HTC One X terbuat dari ukiran polikarbonat unibody yang menggabungkan finishing high gloss ”piano” dan kover belakang dari matte. Unibody memiliki kekuatan logam, tapi bobotnya sangat ringan: hanya 130 gram (dengan baterai). Begitu ringannya hingga membuat SINDO cukup kaget saat menggenggamnya. Bisa jadi inilah smartphone dengan layar 4,7 inci paling ringan saat ini.

Apa yang tersembunyi dibalik dapurpacunya justru lebih dahsyat. Ada Prosesor NVIDIA Tegra 3 Mobile dengan quad-core 1,5 GHz Super 4-plus-1. Prosesor quad core dinilai memberikan performa serta tampilan grafis yang jauh lebih baik. Misalnya saat bermain game, browsing web, atau memutar/mengunduh video. ”Pengguna mendapat respon yang lebih cepat,” ujar Justin.

Tapi bagaimana dengan konsumsi baterai, mengingat para analis menilai bahwa prosesor quad-core akan secara drastis mengonsumsi banyak energi?

Menurut Justin, kuncinya ada di ”plus 1” atau inti kelima. Dalam keadaan aktif siaga, musik atau video, secara otomatis ponsel akan berjalan menggunakan core-tunggal. Disaat harus memutar video, bermain game, atau melakukan kinerja berat, barulah quad core yang mengambil alih.

Dengan cara ini, walau menggunakan empat inti Justin meyakinkan bahwa HTC One X bahkan memiliki daya tahan baterai 50-60 persen lebih baik dibanding model seperti HTC Sensation.

”Sebagai heavy user, HTC One X saya bisa tahan seharian tanpa harus di-charge,” ujarnya. ”Intinya, kami sudah menyelesaikan problem baterai, karena masing-masing inti diaktifkan dan dinonaktifkan secara independen dan secara otomatis berdasarkan beban kerja,” ujarnya.

Ben Wood dari CCS Insight menyebut bahwa vendor ponsel memang harus terus memberikan sesuatu yang baru baik dari sisi software, inovasi, distribusi, ataupun bundling untuk bisa kompetitif. Strategi HTC yang berfokus pada kamera dan musik ini dinilainya sebagai strategi pragmatis: simpel, praktis, dan langsung mengena.

Rencananya HTC One X akan dipasarkan di harga Rp6,599.000. Tapi, HTC Indonesia juga menghadirkan lini produk One V, yang lebih terjangkau : Rp2.99 juta. HTC One V, ditujukan untuk segmen menengah.

Dibekali prosesor Qualcomm Snapdragon S2 1GHz, RAM 512, layar 3,7 inci WVGA beresolusi 800 x 490 pixel, dan kamera 5MP. Desainnya menggunakan basis HTC Legend. Selain One V, pertengahan tahun ini HTC Indonesia juga siap menghadirkan HTC One S yang berada diantara HTC One X dan One V.