Jurnalis melihat  Huawei Ascend P1S di MWC 2012.Ajang Mobile World Congress (MWC) di Barcelona, Spanyol, pada 27 Februari-1 Maret 2012 silam sedikit banyak mengungkap strategi baru para vendor ponsel global untuk menghadapi ketatnya persaingan pasar tahun ini.

Nokia, misalnya, punya tiga lini produk yang dijagokan. Yang pertama, Lumia 610, merupakan smartphone dengan OS Windows Phone 7.5 termurah yang akan menyapa pasar. Harganya sekitar USD250 atau Rp2,4 jutaan.Tujuannya jelas, untuk menyasar pasar lebih luas. Para analis menilai Lumia 610 akan membantu Windows Phone untuk kick off. Terutama di emerging market seperti Indonesia.

Bahkan di Indonesia pun Lumia 610 sudah mendapat sertifikasi dan kemungkinan segera diluncurkan dalam waktu dekat (kabarnya mulai kuartal kedua 2012). Analis dari CCS Insight, Ben Wood, menilai rentang harga Lumia 610 bisa membuat ponsel tersebut kompetitif saat harus berhadapan dengan smartphone Android yang merajai pasar saat ini.

Namun, analis lain Mikael Rautanen dari firma riset Inderes punya pendapat berbeda. Mikael menilai harga Lumia 610 masih terlalu tinggi, mengingat vendor seperti Huawei dan ZTE sudah memasarkan handset Android di kisaran Rp1 jutaan. Padahal di harga Rp1 jutaan itu Nokia punya lini produk sendiri. Bukan Lumia, tapi Asha. Di MWC 2012, keluarga Asha yang menyasar segmen pasar middle-low disegarkan dengan kehadiran Asha 302, Asha 202, dan Asha 203.

Nokia juga menyiapkan produk andalannya untuk bersaing di segmen premium atau high end. Dialah Lumia 900 yang kini siap menyapa pasar global. Ponsel tersebut sudah dikenalkan pada Januari 2012 silam secara spesifik untuk pasar Amerika saja. Nah, yang paling menarik di MWC 2012 justru kehadiran Nokia PureView 8o8 yang memiliki kerapatan gambar hingga 41 megapiksel (MP).

PureView 808 yang dibekali optik Carl Zeiss itu memungkinkan pengguna memperbesar ukuran hasil foto hingga berkali-kali lipat. Bahkan seukuran dinding kamar. Bersistem operasi Symbian Belle, resolusi ponsel itu bisa diatur mulai 3 MP, 5 MP, 8 MP, dan terbesar 41 MP.
Sementara itu, vendor smartphone nomor lima dunia HTC Corp asal Taiwan mengumumkan strategi baru mereka yang kini berfokus pada kualitas kamera dan fitur musik. Buktinya adalah kehadiran keluarga baru HTC One, yakni One X, One XL, One S, dan One V.

Nama ”One” ini menjadi strategi HTC untuk menyamakan produk mereka sebagai satu kesatuan merek yang mudah diingat. Rupanya mereka mengikuti langkah yang dilakukan Samsung dengan keluarga Galaxy dan Sony Corp dengan rangkaian Xperia. Untuk fitur musik, setiap keluarga HTC One sudah dibekali teknologi Beats Audio. Prosesornya pun sangat powerful. One X, misalnya, diperkuat dengan Nvidia Tegra 3 Quad Core 1,5 GHz. Semuanya berjalan di dengan sistem operasi Android terbaru Ice Cream Sandwich (ICS).

Sedangkan fitur kamera yang diperbaiki terkait lensa, sensor, kamera, serta software pengolah gambar. Juga, dibenamkannya fitur baru seperti continous shooting untuk menjepret secara beruntun, hingga kemampuan High Dynamic Range (HDR) untuk pengambilan gambar pada berbagai tingkat kecerahan.

Analis Informa Telecoms & Media Malik Saadi menilai HTC belajar dari kesalahan mereka pada 2011 silam. ”Agaknya perusahaan itu kini lebih fokus pada segmen premium saja, tidak menyasar semua segmen pasar seperti yang dilakukan vendor lain,” kata Malik. HTC menyebut bahwa 144 operator telekomunikasi di seluruh dunia sudah siap memasarkan keluarga HTC One mulai April 2012 mendatang.

Ben Wood dari CCS Insight menyebut bahwa vendor ponsel memang harus terus memberikan sesuatu yang baru baik dari sisi software, inovasi, distribusi, ataupun bundling untuk bisa kompetitif. Strategi HTC yang berfokus pada kamera dan musik ini dinilainya sebagai strategi pragmatis: simpel, praktis, dan langsung mengena.

Saat ini tidak hanya HTC, tapi juga Nokia dan Apple mendapat perlawanan sengit dari Samsung Electronics. Di Barcelona, Presiden Samsung Mobile Communications Business JK Shin menetapkan target tinggi tahun ini: melipat gandakan penjualan smartphone mereka pada 2011.

Padahal, tahun lalu itu Samsung sudah menjadi pemimpin penjualan smartphone global dengan peningkatan empat kali lipat dibandingkan 2010. Menurut Strategy Analytics, penjualan smartphone Samsung pada 2011 mencapai 97,4 juta, mengungguli Apple yang sekitar 93 juta. Shin juga mengatakan bahwa penjualan total handset Samsung akan di-push hingga 380 juta unit atau tumbuh sekitar 16 persen. Saat ini Samsung menempati posisi kedua setelah Nokia sebagai pabrikan ponsel terbesar dunia.

Tahun lalu Samsung Electronics menjual 327,4 juta handset, meningkat dibandingkan 280,2 juta handset pada 2010. Namun, yang harus diwaspadai oleh vendor ponsel global justru kehadiran raksasa dari China seperti Huawei dan ZTE. Di MWC 2012, Huawei menunjukkan keseriusan mereka untuk ”naik kelas” ke segmen smartphone high end dengan kehadiran produk berprosesor quad core. Yakni, Huawei Ascend D Quad dan Ascend D Quad XL. Keduanya dibekali Android 4.0, layar 4,5 inci beresolusi tinggi, kamera 8 MP, dan memori internal 8 GB.

ZTE juga tidak mau kalah. Mereka punya Mimosa X, yang menggunakan prosesornya dual core tapi sudah dibenamkan Android 4.0. Mereka juga punya ZTE Era yang berprosesor quad core, dijagokan dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan pesaing-pesaingnya. Para analis menilai bahwa tahun ini Huawei dan ZTE akan meraup market share global cukup besar melalui strategi peralihan dari basic phone ke smartphone ini.