Permainan mobile yang paling banyak diunduh di dunia akhirnya resmi menyapa jejaring sosial terpopuler di dunia. Bertepatan dengan hari Valentine pada Rabu (14/2) silam, Angry Birds resmi dapat dimainkan di Facebook.

Rovio Mobile selaku pengembang Angry Birds sengaja memilih Indonesia sebagai lokasi peluncuran bukan tanpa alasan. Walau menurun ke posisi ketiga sebagai pengguna Facebook terbesar di dunia (tergeser oleh Inda dengan 43,5 juta akun), Indonesia masih memiliki basis
pengguna terbesar dan paling aktif : 43,1 juta akun (17 persen dari 240 juta penduduk).

Dan yang lebih penting, Jakarta memiliki basis pengguna Facebook terbesar di dunia dengan 17 juta akun atau empat kali lebih besari dari New York. Selain Jakarta, berturut-turut adalah Istambul, Turki, dengan 9,6 juta akun dan Meksiko dengan 9,3 juta akun. Demikian menurut Socialbakers.com. Tentu saja ada perbedaan besar antara Angry Birds versi mobile dan versi Facebook. Salah satunya adalah penambahan ”fitur sosial” dan sistem “power up”.

Fitur sosial ini yang menjadi kunci sukses vendor game seperti Zynga, dimana sesama pengguna Facebook bisa beradu tinggi poin di leader chart atau meminta kiriman power up dari teman-temannya. Power up ini adalah fitur baru. Gunanya agar serangan burung jadi lebih destruktif. Misalnya Super Seeds yang bisa memperbesar ukuran burung, hingga Sling Scope untuk tembakan lebih terarah.
Karena itu, Angry Birds versi Facebook ini menjadi jembatan akan ambisi besar Rovio Mobile: menambah pengguna Angry Birds sekarang yang 700 juta menjadi 1 miliar, menjadikannya game mobile terpopuler sepanjang masa.

Strategi besar Rovio memang membawa Angry Birds ke sebanyak mungkin platform dan sistem operasi. Mulai dari Android, iOs, Symbian, hingga Windows Phone. Tidak hanya tablet, smartphone, TV LCD, browser-based, hingga jejaring sosial.

Sedari awal Rovio Mobile sengaja tidak memosisikan diri sebagai perusahaan game. Mereka ingin seperti Walt Disney yang bergerak di berbagai bidang usaha, serta berharap agar Angry Birds menjadi menjadi ikon seperti halnya Mickey Mouse atau Donald Duck.

Sekarang ini Rovio Mobile bukan hanya “jualan” game. Tapi juga mendorong penjualan aksesoris resmi Angry Birds di dunia, termasuk Indonesia. Mulai dari plush doll, kaos, jam tangan, tempat makan, celengan, alat tulis, perkakas rumah tangga, helm, hingga barang yang tidak pernah terbayang sebelumnya. .

Dalam waktu dekat, barang-barang resmi itu bisa didapatkan di berbagai pusat perbelanjaan di Indonesia. Lisensi Angry Birds sendiri dipegang oleh Pasific lisensi Studio (PLS) yang mengaku sudah bekerjasama dengan banyak mitra lokal di Indonesia.
“Saat ini Angry Birds sudah memproduksi lebih dari 700 tipe barang,” kata Walace Tay CEO dari PLS. ”Kami mengakomodir keinginan penggemar di Indonesia, untuk memiliki Angry Bird dalam bentuk lain,” ujarnya.

Bukan hanya Rovio yang mengendus potensi pasar Indonesia yang begitu besar. Yahoo! telah mendirikan kantor resminya sejak 2009. Sedangkan Multiply baru saja memindahkan kantor pusatnya dari Florida ke Jakarta. Rovio Mobile tidak menyebut berapa banyak aplikasi Angry Birds yang telah diunduh di Jakarta. Peluncurannya juga digelar di Mumbai dan Bangkok. Tapi peluncuran resminya ada di Jakarta, yang disebut ibukota Facebook dunia.

Iklan