Pada usianya yang sudah 25 tahun Acura justru butuh penyegaran. Pasar mobil mewah di Amerika tidak sesepi saat mereka masuk pada 1986 dulu. Kini persaingan makin sengit, terutama dari pabrikan Jerman kian agresif.

Praktis prestasi terbaik Acura terjadi pada 2005 silam. Saat itu mereka meraih rekor penjualan tertinggi hingga 210.000 unit dalam setahun. Sayangnya, setelah itu penjualan mereka menurun cukup drastis. Tahun lalu, misalnya, divisi mobil mewah Honda Motor Company tersebut hanya mampu jualan 123,299 unit mobil.

Memang ada faktor eksternal yang menjadi penyebabnya. Yakni bencana gempa dan tsunami di Jepang pada Maret 2011 yang berakibat fatal terhadap industri automotif Jepang. Pasokan suku cadang terhambat, produksi mobil pun ikut macet.

Namun, tahun ini Acura punya ambisi besar. Mereka ingin meningkatkan target penjualan hingga 46 persen, menjadi 180.000 unit. Asumsinya, tahun ini total penjualan mobil di Amerika naik hingga 700 ribu unit menjadi 13,5 juta kendaraan. Cara Acura mewujudkannya adalah merevitalisasi model terbaik dan paling laris. Yang terbaik adalah merilis ulang Acura NSX, supercar legendaris Honda yang meraih masa jaya di dekade 1990an. Acura NSX Concept sudah siap diproduksi dalam 12-18 bulan mendatang.

Sedangkan model paling laris adalah Acura ILX Concept yang mirip dengan Honda New Civic itu. Model ini dihadirkan untuk menarik segmen entry level dengan harga pasaran dibawah Rp300.000 jutaan. Mobil bermesin hybrid ini segera masuk tahap produksi di Greensburg, Indiana, dan paling cepat dirilis Musim Semi tahun ini.

Satu model lagi yang disegarkan adalah crossover SUV RDX. Karena memang pasar SUV di Amerika sedang naik daun. Bahkan pada 2011 silam RDX meraih penjualan cukup tinggi: mencapai 15,196 unit. Versi terbaru memiliki tenaga kuda lebih besar serta lebih irit bahan bakar, akan dirakit di pabrik Acura di Marysville, Ohio.

”Acura NSX adalah flagship-nya. Sedangkan ILX akan menarik pasar entry level,” ujar presiden Honda Amerika Utara Tetsuo Iwamura kepada wartawan. Ketiga mobil tersebut dikenalkan untuk kali pertama di NAIAS (North America International Auto Show) 2012 pada 9-22 Januari 2012 silam di Detroit, Michigan. Pekan ini juga akan dipamerkan lagi di Chicago Autoshow 2012.

Mobil Legendaris
Tentu saja Acura NSX Concept adalah model yang jadi pusat perhatian NAIAS. Di masa jayanya, mobil yang diproduksi pada 1990 hingga 2005 itu begitu melegenda, menjadi ikon mobil cepat di berbagai film layar lebar. Bahkan, Acura NSX keluaran 1991 masih muncul di film The Fast and the Furious: Tokyo Drift yang dirilis pada 2006.

Karena itu, Acura tak ragu untuk jor-joran dalam merevitalisasi NSX. Salah satunya adalah membangun pabrik khusus di kawasan Ohio. Pabrik itu akan memasok Acura NSX ke seluruh dunia. Termasuk China, Hong Kong, Meksiko, serta Jepang dalam tiga tahun mendatang.
Mengingat NSX sendiri termasuk produk niche laiknya Lamborghini dan Ferrari, pabrik itu berisi tim kecil, mengerjakan mobil secara handmade dan mengutamakan craftsmanship.

Menurut juru bicara Acura Ron Lietzke, banyak teknologi baru yang akan dibenamkan di Acura NSX terbaru. Yang menonjol adalah mesin mesin sport-hybrid baru yang lebih ramah lingkungan. Mesin E-SH-AWD (Electric-Super Handling-All Wheel Drive) V-6 dengan tujuh (7) percepatan ini berbeda dari pendahulunya yang menggunakan teknologi mesin mid-engine V-10. Honda mulai mengembangkan teknologi terbarunya di Pusat R&D Honda America di kota Ohio.

Acura NSX memiliki dimensi panjang 4,3 meter, lebar 1,9 meter, tinggi 1,1 meter, serta jarak sumbu 2,5 meter. Materialnya menggunakan bahan dasar alumunium dan CRFB (carbonfibre reinforced plastic). Dampaknya, bobot lebih ringan, performa dan aerodinamika mobil juga lebih baik dibanding pendahulunya. Ada pula teknologi Electric Power Steering untuk menghasilkan performa handling lebih baik.

Bentuknya sendiir memang sangat futuristik. Headlight nya dilengkapi lampu LED (Light Emiting Diode) yang berbentuk sipit di bagian depan. Sementara di bagian belakang terdapat sayap belakang tipis dan sangat berbeda dengan pendahulunya yang berdiri tegak. Yang pasti, menurut Lietzke mobil seharga lebih dari Rp1 miliar itu tidak hanya mengusung label supercar saja, namun sangat memperhatikan faktor efisiensi bahan bakar (fuel efficiency) dan juga faktor ramah lingkungan (green).

Persaing Berat
Walau pasarnya kecil, tapi kompetisi di segmen mobil premium di Amerika saat ini lebih sengit. Acura tidak hanya harus bersaing dengan kompetitor dari Jepang seperti Lexus (Toyota) dan Infitini (Nissan), tapi juga pabrikan asal Jerman seperti Audi, Mercedes-Benz, dan BMW.

”Di masa lalu General Motors dan Ford adalah lawan enteng (tapi) Acura dan Infiniti akan merasakan tekanan kompetitif dari produsen dalam negeri dan kekuatan global dari pabrikan seperti Jerman yang makin ambisius,” ujar Matthew Stover dari Guggenheim Securities.

Meski demikian, strategi jangka panjang Acura justru tidak hanya dapat besaing di Amerika. Melainkan bisa tumbuh menjadi merek global. Sebab Honda berencana untuk mengembangkan Acura ke Uni Emirat Arab dan Saudi Arabia tahun depan, serta Rusia dan Ukraina pada 2014.

Di awal tahun, optimisme itu sudah nampak. Penjualan Acura pada Januari silam mencapai 8,381 unit, naik 5.3 persen dibanding Januari 2011. ”Inventory kami sudah optimal. Ini adalah awal bagus untuk 2012,” ujar Jeff Conrad, vice president penjualan Acura. ”Setelah dikenalkannya RDX Prototype, ILX, serta NSX Concepts di Detroit Auto Show, penjualan Januari, dan iklan Acura di Super Bowl, merek Acura mendapatkan momentum kedepannya,” katanya.