iPhone 4S mendapat sambutan cukup antusias saat dirilis di Indonesia, menunjukkan terus bertumbuhnya pengguna Apple dan peminat smartphone premium.

Mungkin ada kutukan positif di iPhone 4S yang dirilis Oktober 2011 silam itu. Ponsel tersebut mencatat penjualan mengejutkan hingga 4 juta unit dalam dua hari. Tak hanya mengungguli, tapi juga dua kali lebih besar dari rekor yang dicatat oleh iPhone 4.
Bisa jadi popularitas smartphone yang populer lewat fitur asisten ”suara” Siri itu masih berkaitan dengan Steve Jobs, walau sebenarnya dirilis setelah mantan CEO Apple itu tutup usia. Seolah-olah ponsel tersebut menjadi tribute kepada Jobs, hingga muncul pula istilah ”iPhone 4S = iPhone untuk Steve”.

Walau market size dan pertumbuhannya tidak sebesar Android, pengguna iPhone di Indonesia punya basis komunitasnya sendiri. Buktinya, saat dilepas ke pasar pada Jumat (27/1) silam melalui dua operator yang secara eksklusif bermitra dengan Apple, Telkomsel dan XL Axiata, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Bahkan “harga iPhone 4S” sempat menjadi trending topic di Twitter.

Pembeli pertama iPhone 4S di XL Center Menara Rajawali Jakarta Michael N, 25, mengaku sudah mengantre sejak subuh. ”Saya penggemar berat iPhone, berguna sekali untuk membantu pekerjaan, ” ujar pria yang berprofesi sebagai dokter gigi tersebut. Michael membeli paket iPhone 4S 64GB seharga Rp9,4 juta, sejuta lebih murah karena promo diskon yang ditawarkan XL pada 50 pembeli pertama. XL Axiata menyediakan iPhone 4S dalam tiga varian, yakni Rp7.999.000 (16 GB), Rp9.199.000 (32 GB), dan Rp10.399.000 (64 GB). VP Corporate Communication XL Turina Farouk menegaskan bahwa pihaknya menargetkan 25 ribu unit iPhone 4S dalam waktu tiga bulan.

”Pertumbuhan pengguna iPhone di Indonesia sangat bagus,” ujarnya sambil menyebut iPhone 4 yang semula ditargetkan 15-20 ribu unit sudah menembus 30 ribu unit tahun lalu. Saat ini jumlah pelanggan XL yang menggunakan iPhone (berbagai tipe) sekitar 65 ribu. Memang masih kalah dibanding pelanggan pake BlackBerry XL yang 1,8 juta dan pengguna Android yang lebih dari 150 ribu. Namun, menurut Turina, iPhone punya segmen penggunanya sendiri yang akan terus tumbuh.

Optimisme serupa dirasakan pula oleh Vice President Channel Management Telkomsel Gideon Edie Purnomo, yang pada saat bersamaan meluncurkan iPhone 4S di graPARI Gandaria City, Jakarta. Pihaknya menargetkan 10 ribu iPhone 4S terjual hanya dalam waktu dua pekan, memaksimalkan penjualan di kota-kota seperti Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Makassar, dan Medan.

Telkomsel membanderol iPhone 4S dengan prabayar Simpati Telkomsel (tanpa paket data) seharga Rp7,7 juta (16 GB), Rp8,8 juta (32 GB) serta Rp 9,9 juta (64 GB). ”Kami ingin berikan fleksibilitas, karena tidak semua ingin beli paket 12 bulan,” ujar Gideon. Sedangkan pengguna pascabayar (kartu Halo), bentuk paketnya bervariasi mulai Rp4,69 juta dengan tarif bulanan selama setahun dan lainnya (lihat grafis).

Menurut Gideon, saat ini jumlah total pengguna iPhone yang menggunakan jaringan Telkomsel mencapai 150 ribu pelanggan. Ia juga mengungkap bahwa strategi yang disiapkan untuk menggenjot pertumbuhan iPhone adalah meningkatkan kualitas layanan data. Untuk mendampingi konsumsi data pengguna iPhone yang sangat masif, Telkomsel memberikan paket Turbo, Turbo Plus, dan Turbo Premium untuk pelanggan Halo dan Simpati Turbo.

Begitupun XL Axiata, yang membekali pembeli iPhone 4S dengan kecepatan HotRod 3G+ dengan kecepatan up to 3.6 Mbps yang bisa diakses di Jakarta, Surabaya, Medan, dan Denpasar. GM Sales Jabodetabek XL Francky Rinaldo Pakpahan menuturkan bahwa pihaknya ingin menciptakan persepsi bahwa jaringan XL menjadi jujugan pengguna saat ingin mendapatkan kecepatan data. Salah satunya dengan terus menambah jumlah Base Transceiver Station (BTS) 3G.

”Di Jakarta sendiri kita targetkan dalam waktu dekat setiap 1 BTS 2G ada 1 BTS 3G (1 banding 1),” katanya. Selama 2011 XL memperkuat jaringan 3G dengan menambah lebih dari 6.000 BTS. Sekitar 81 persen atau 4.910 unit diantaranya adalah BTS 3G. Total BTS milik XL mencapai 28.273 BTS.

Siri Kurang Bertaji
Meski cangkangnya serupa, namun iPhone 4S memiliki cukup banyak fitur baru dibanding iPhone 4. Perubahan paling signifikan ada pada prosesor dual-core A5 yang juga digunakan pada iPad 2. Selain kualitas lensa kamera diperbaiki, hasil rekam video juga sudah mencapai resolusi HD penuh: 1080p. Lainnya itu adalah penggunaan iOS 5 terbaru yang diklaim punya 200 fitur baru, iCloud, serta Siri.

Pengamat teknologi informasi (IT) sekaligus pemilik Gadtorade Lucky Sebastian menilai bahwa orang Indonesia masih berasumsi bahwa iPhone adalah smartphone terbaik, walau sebenarnya secara spesifikasi masih banyak yang lebih baik. ”Jika ada ponsel Android di rentang Rp6 juta orang akan mengeluh mahal sekali. Namun jika iPhone dipasarkan Rp8 juta tidak ada yang berkomentar kemahalan. Karena mindset mereka melihat iPhone adalah smartphone yang layak dihargai mahal,” katanya.

Yang menarik, ternyata tidak semua fitur baru iPhone 4S bisa berfungsi dengan baik di Indonesia. Justru yang kurang berfungsi itu adalah Siri, fitur asisten suara yang jadi andalan iPhone 4S. Padahal, survey All Things Digital menyebut bahwa Siri adalah alasan utama warga Amerika untuk membeli iPhone 4S. Menurut Lucky, problemnya ada pada cara pelafalan Inggris dan logat orang Indonesia yang khas. ”Ternyata susah, harus beberapa kali berucap agar Siri bisa mengerti.” papar Lucky, yang menyebut ada dua lafal Inggris yang dikenali Siri, Inggris-UK dan Inggris-Amerika. Bahkan, menurut Lucky, fitur untuk meminta Siri untuk menelpon seseorang dari daftar kontak juga tidak tersedia.

Pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah, bagaimana nasib iPhone 4? Jika merunut strategi Apple, seharusnya iPhone 4 dan 3GS akan turun harga. Bahkan di Amerika iPhone 3GS dipasarkan secara gratis dengan kontrak paket data operator ketika begitu iPhone 4S diluncurkan. Sayangnya, menurut pengamatan saya, hingga kemarin harga iPhone 4 tidak berubah. ”Biasanya produk iPhone Apple selalu menggantikan harga model sebelumnya. Hanya iPhone 4S ini perkecualian karena harganya yang jauh lebih mahal,” kata Lucky lagi.

Vice President Channel Management Telkomsel Gideon Edie Purnomo menyebut bahwa iPhone 4 akan tetap dijual dalam keadaan baru. Tapi, tipe yang dijual nantinya hanya versi 8 GB. Sedangkan versi dengan kapasitas lebih tinggi akan distop. Untuk saat ini, website Telkomsel masih mencantumkan harga iPhone 4 di Rp6.499.000 (16 GB) dan Rp7.499.000 (32 GB).