Perhelatan Consumer Electronic Show (CES) 2012 di Las Vegas digelar hampir bersamaan dengan North American International Auto Show (NAIAS). Namun, justru di CES lah teknologi mobil masa depan lebih banyak ditampilkan.

Betapa tidak, eksebitor automotif di CES 2012 menempati lahan seluas 8.825 meter persegi, 10 persen lebih besar dari 2011. Pesertanya juga para pabrikan besar. Mulai dari Audi, Chrysler, Ford, Kia, hingga Mercedes-Benz. Bahkan top eksekutif dari masing-masing pabrikan juga datang untuk memberikan keynote.

Dalam pameran itu terungkap bahwa teknologi automotif terbaru tidak lagi ada dibalik bonnet. Namun, lebih banyak berada di balik kabin. Situs Edmunds.com mencatat tak kurang dari 480 teknologi mobil baru yang dipamerkan. Sedangkan teknologi yang paling banyak digunakan dan diperbaiki adalah sistem telematic.

Sistem telematic mengacu pada integrasi komputer, komunikasi nirkabel, serta GPS untuk mengirimkan, menerima dan menyimpan informasi melalui jaringan yang luas. Perangkat telematic memungkinkan pengemudi mengakses internet, mengirim dan menerima email, menerima update kemacetan lalu lintas secara langsung (live traffic update), mendengarkan satelit radio, serta menjalankan perintah verbal di mobil (lebih detil soal telematic ini lihat grafis).

Teknologi lain yang di eksplorasi adalah keamanan. Di sektor inilah imajinasi bergulir liar. Para pabrikan mengeskplorasi berbagai kemungkinan, mulai dari sensor, kamera, hingga alat bantu navigasi untuk meminimalisir kecelakaan. Mercedes-Benz, misalnya, mengejar standar keamanan nyaris sempurna yang disebut ”active security”. Kecuali pengemudinya benar-benar mabuk, risiko mobil kecelakaan bisa dipangkas hingga kurang dari 1 persen.

Pakar automotif Doug Newcomb dari Edmunds.com bahkan menyebut bahwa para pabrikan automotif sudah merancang mobil yang bisa menyetir sendiri, seperti yang pernah di ujicoba oleh Google. Mungkin masih butuh waktu lama cukup lama untuk melihat mobil yang bisa berkendara otomatis seperti di film sci-fi atau serial Knight Rider yang dibintangi David Hasselhoff itu.

Tapi yang paling realitis–dan sudah ada di Las Vegas– adalah mobil semi-autonomous. Inilah mobil yang nyaris semua sektor keamanannya sudah dikendalikan oleh komputer.

Ford, misalnya, memiliki sistem penjaga jalur dengan memanfaatkan kamera digital di kaca depan. ”Jika Anda mengemudi diluar jalur, maka bunyi peringatan terdengar dan setir pun bergetar,” ujar Wes Sherwood, juru bicara Ford. Jika terus menerus berulang, maka mobil akan “memaksa” pengemudi untuk tetap berada di jalurnya.

Untuk sementara, teknologi lane keeping itu masih diinjeksikan di model high-end. Tapi mulai pertengahan tahun ini akan digunakan kelas menengah seperti Ford Explorer atau Ford Fusion. ”Memang konsumen mempertanyakan sejauh mana kontrol yang dimiliki mobil,” ujar Sherwood. ”Tapi secara umum mereka menyukainya. Karena membuat mereka merasa aman,” ia menambahkan. Ford telah menjual 300.000 mobil yang menggunakan sistem tersebut sejak 2009.

Mercedes-Benz tak hanya punya teknologi lane-keeping system, tapi juga teknologi anti-blind spot untuk memonitor dan mendeteksi kehadiran mobil yang tidak terlihat dari samping.

Sensor seperti radar juga digunakan untuk memastikan pengemudi menjaga jarak aman dengan mobil di depannya serta dapat mengerem otomatis jika kecepatan mendadak turun. Peningkatan konektivitas di mobil juga akan membantu pengendara lebih terinformasi, sehingga lebih aman.

”2011 adalah tahun ketika industri automotif dunia menyadari bahwa pembaruan teknologi di mobil adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari, dan memang sudah seharusnya tidak mereka hindari,” ujar Thilo Koslowski, vice president dan analis Gartner Inc.

Mercedes-Benz

Mbrace2 adalah proyek ambisius Mercedes-Benz. Inilah sistem telematics pertama yang dapat di-upgrade dan di-update secara otomatis. Sistemnya always-on (melalui jaringan 3G) dan langsung terkoneksi dengan server cloud milik Mercedes-Benz. Informasi yang dibutuhkan bisa di-push seketika ke head unit pengguna. ”Mbrace2 membuat mobil selalu fresh dengan informasi terbaru,” jelas Sascha Simon, head of advance product planning Mercedes-Benz USA.

Setidaknya ada empat pilar utama Mbrace2. Pertama, safety, memberikan fungsi telematics standar seperti notifikasi tabrakan atau bantuan panggilan darurat. Kedua, konektifitas yang membuat data dapat dikirim atau diunduh langsung dari mobil.

Ketiga adalah aplikasi dan internet yang memungkinkan pengguna berselancar internet, juga mengakses berbagai aplikasi yang sudah terintegrasi dengan GPS seperti Facebook, news reader, Morningstar Finance, Google Search, Google Street View, Yelp, serta Panoramio.

Keempat adalah fitur Concierge, dimana pengemudi bisa menghubungi nomor tertentu untuk misalnya memesan tiket atau lainnya.
Kedepannya Mbrace2 ini akan menjadi fitur standar di semua lini produk Mercedes-Benz. Untuk awalnya, adalah seri SL-Class yang akan diluncurkan pada 2013 mendatang.

Cadillac

Teknologi terbaru Cadillac, CUE (Cadillac User Experience), merupakan gabungan antara sistem telematics dan infotainment. Sistem ini bisa diakses langsung melalui layar multi-touch LCD kapasitif berukuran 8 inci di dashboard yang fungsinya sudah secanggih smartphone. Pengemudi bisa menavigasi berbagai menu dengan sentuhan, mencubit, menggeser, dan lainnya.

Mike Hichme, Cadillac Engineering Group Manager, mengatakan bahwa sistem dalam mobil sudah diotaki oleh prosesor ARM 11 dengan tiga inti (core). Setiap core bisa memproses 400 juta instruksi per detik (MIPS), tiga kali lebih besar dibandingkan sistem telemetics yang dimiliki vendor mobil manapun.

Cadillac juga menggunakan teknologi milik Nuance untuk memperkuat perintah suara. Yang artinya membuat mobil bisa menangkap 100 persen perkataan pengemudi. Cukup menyebutkan alamat tertentu maka mobil secara otomatis akan langsung mencarinya. CUE ini akan mulai dibenamkan tahun ini juga melalui Cadillac XTS, disusul oleh sedan ATS dan SRX crossover.

Chrysler dan Audi

Chrysler merivisi sistem Uconnect mereka yang sudah dibenamkan di Chrysler 300, Journey, dan Charger. Salah satunya menggunakan layar sentuh masif berukuran 8,4 inci. Sementara Audi mengenalkan teknologi Audi Connect, yang menggunakan teknologi mobile broadband (HSPA 7,2 mbps milik T-Mobile), untuk mendeliver layanan Google Earth 3D, Google Street View, Goole Voice Search, serta informasi real time di sekitar pengguna. Misalnya cuaca, harga bensin, news feed, serta informasi Wikipedia di sekitar pengguna.

”Seperti halnya ledakan data di pasar smartphone, data di market autmotif juga akan tumbuh. Kedepannya kita akan melihat berbagai cara inovatif dari user untuk mengakses data di mobil,” ujar Anupam Malhota, product manager Audi Connect.

Menyediakan koneksi internet di mobil, ujar Anupam, adalah langkah awal yang harus dilakukan oleh para manufaktur. Sebab, kendaraan yang “terkoneksi” sekarnag sudah tidak bisa dipisahkan dengan gaya hidup konsumen. ”Sekarang orang sudah terhubung di kantor, di rumah, di jalanan. Kenapa saat mengemudi tidak?,” katanya.

Ford

Tidak hanya smartphone, teknologi mobil pun harus bisa terkoneksi dengan cloud. Paling tidak, itu pendapat dari Jim Buczkowsky, director of electrical and electronics research and Inovation Ford. ”Pasar sekarang lebih kompetitif. Kita harus membuat deferensiasi dengan mobil lain,” ujarnya.

Ford Evo Concept, andalan Ford di CES 2012, misalnya, mengedepankan driver experience. Bagaimana pengemudi bisa terintegrasi dengan internet, cloud, dan membawa gaya hidupnya yang selalu terkoneksi ke dalam kendaraan.

Lainnya itu, ada aplikasi MyFord. Aplikasi ini mampu menghitung kadar efisiensi mobil listrik, misalnya menghitung seberapa jauh penggunanya mengendarai mobil dan berapa banyak CO2 yang mereka simpan tanpa menggunakan bahan bakar.

Kia

Di CES 2012, Kia memamerkan generasi terbaru dari sistem telematics UVO 2. Versi ini lebih baik dibanding UVO 1 yang lebih menonjolkan entertainment dan konektifitas Bluetooth. UVO 2 berfokus untuk menciptakan komunikasi antara kendaraan dan pengemudi.

Menggunakan iPhone, BlackBerry, dan smartphone Android, pengguna bisa mengakses 16 fitur manajemen perbaikan kendaraan dan mendiagnostik masalah di kendaraan. Juga, integrasi dari berbagai aplikasi di smartphone.

Henry Bzeih, head of infotainment dan telematics Kia Motors America, menjelaskan, ketika kendaraan butuh servis, maka notifikasi akan muncul dalam tiga cara secara simultan. Di display in-dash, di smartphone milik konsumen, serta secara online. Bzeih mengatakan bahwa UVO 2 akan tersedia pada awal 2013.

“Dulu manufaktur autmotif tidak pernah menghabiskan banyak waktu untuk teknlogi. Tapi, sekarang ini teknologi di kendaraan menjadi sebuah keharusan,” katanya.