SAMSUNG CSC

Consumer Electronics Show (CES) 2012 tak hanya jadi yang terbesar. Tapi, inilah pameran elektronik tertua (digelar sejak 1967) dan mungkin paling masif pengaruhnya terhadap perkembangan teknologi dunia.

Digelar setiap awal tahun (sekarang pada 10-13 Januari 2012), CES memamerkan produk dan teknologi terbaru yang akan populer dalam setahun mendatang. Tak heran jika ajang ini dijadikan sebagai barometer terhadap perkembangan ekosistem teknologi di dunia.

Tahun ini, ada lebih dari 2,700 peserta pameran memadati dua venue. Yakni Las Vegas Convention Center yang luasnya mencapai 167.225 meter persegi itu (ekivalen 31 lapangan sepak bola) dan The Venetian Hotel. Selama empat hari pameran itu pula, diperkirakan ada 149.000 orang baik dari peserta pameran, pengunjung, serta media yang hadir.

Jason Oxman, senior vice president Consumer Electronics Association (CEA) selaku penyelenggara CES mengatakan bahwa tahun ini pameran digelar lebih optimistis. Sebab, ekonomi Amerika yang sempat dihantam krisis sudah semakin membaik. Buktinya, pada 2011 belanja warga Amerika terhadap produk elektronik meningkat sebanyak 5,6 persen dibanding tahun sebelumnya. Maka, tahun ini diperkirakan akan meningkat lagi.

Oxman mengungkap ada beberapa produk atau teknologi yang menonjol pada perhelatan CES 2012. Yang pertama adalah genre Ultrabook. Inilah tren terbaru yang diperkirakan akan sepanas tablet yang menjadi tema utama CES 2011. ”Jika 2011 adalah tahun tablet, maka 2012 akan menjadi era Ultrabook,” ujar Oxman. Faktanya memang demikian, dalam CES 2012 akan ada 30-50 vendor yang memamerkan Ultrabook, laptop tipis yang dapat langsung menyala saat lid dibuka, serta memiliki performa tinggi itu.

Tren lain yang menonjol adalah teknologi yang dibenamkan pada televisi. Vendor seperti Samsung terus mencari cara untuk mendorong pertumbuhan penjualan TV premium mereka yang cenderung flat pada 2011. Caranya, dengan menghadirkan produk dengan desain lebih tipis, chipset lebih baik, dan display tajam.

Booth Samsung, misalnya, akan memamperkan TV berukuran 55 inci yang dibekali dengan teknologi layar baru yang disebut OLED (organic light emitting diode). OLED ini memungkinkan TV menampilkan gambar lebih tajam, tanpa ada backlight, serta berukuran jauh lebih tipis dibanding LCD. TV lainnya juga unik, sudah dilengkapi dengan perintah suara, built in camera, aplikasi dan game, serta dapat dengan mudah dikoneksikan dengan smartphone keluaran Samsung.

Walau pameran baru dibuka untuk umum mulai Selasa (10/1), namun beberapa perusahaan sudah terlebih dulu mengumumkan produk terbaru mereka dalam Press Day yang digelar The Venetian Hotel, Senin (9/1). Dalam Press Day itu, Microsoft Corp mengumumkan bahwa tahun depan mereka tidak lagi akan bergabung dengan CES.

Dalam presentasinya, CEO Steve Ballmer beralasan bahwa Microsoft beralasan masih banyak cara untuk mengkomunikasikan produknya selain di CES. Ballmer juga memberikan beberapa keynote penting. Misalnya, teknologi Kinect yang akan tersedia di Windows PC, serta Nokia Lumia 800 yang menggunakan sistem operasi Windows Phone 7.5 akan segera tersedia di Amerika.

Kehilangan peserta sebesar Microsoft, memang membuat orang mengira-ngira, apa lantas CES sudah kehilangan sentuhannya?

Presiden CEA Gary Shapiro membantah hal ini. ”Hampir setiap inovasi dalam produk consumer electronic dunia dipamerkan di CES,” katanya. Gary lantas menunjukkan beberapa bukti produk yang sukses lewat CES: Samsung LED TV, Microsoft Kinect, Motorola Xoom, hingga Gorilla Glass buatan Corning yang banyak digunakan di smartphone saat ini.

Ia sadar, sudah tentu tidak semua produk yang dikenalkan di CES bisa sukses. Banyak juga yang gagal. Karena jumlah produk yang dikenalkan sendiri sangatlah banyak. Mencapai 20.000 produk dalam pameran itu.

Selain itu, ketika Amerika diterpa krisis pada 2009, jumlah peserta maupun pengunjung CES memang menurun drastis. Tapi, pada tahun-tahun berikutnya justru meningkat. Bahkan, CES tahun ini sudah mendekati rekor pengunjung yang ditorehkan pada tahun 2006, yakni saat ekonomi Amerika masih sangat baik.

”Saya percaya bahwa kami lah even teknologi paling penting di dunia,” kata Shapiro. ”Rasanya tidak ada eksekutif penting di perusahaan teknologi yang tidak hadir di CES,” ia menambahkan. Dan kenyataannya memang begitu, Apple, yang memang pernah ikut berpameran di CES bahkan masih mengirimkan 159 orang dari divisi toko retail mereka ke CES.

CES menjadi penting karena konsumsi produk consumer electronic dunia terus meningkat. Tahun ini, diperkirakan menembus angka USD1,04 triliun atau meningkat 8 persen dari tahun lalu yang sekitar USD993 miliar (menurut lembaga survey GfK). Pendorongnya adalah smartphone dan tablet. GFK memperkirakan bahwa pertumbuhan smartphone tahun ini akan mencapai 22 persen, sedangkan penjualan tablet akan menembus 100 juta unit di seluruh dunia. (*)