Ukuran tiba-tiba menjadi penting. Sebuah peranti bergerak harus benar-benar bisa menemani penggunanya bergerak kemanapun secara mudah dan leluasa. Hal itu yang terlihat di Consumer Electronics Show 2012 di Las Vegas.

”Ultrabook adalah ghetto blaster masa kini,” papar will.i.am, produser/frontman The Black Eyed Peas itu, di ajang Consumer Electronic Show (CES) 2012. Will.i.am mengungkap bahwa sudah sejak beberapa lama ini ia menggunakan ultrabook untuk menciptakan musik dengan rekan sesama musisi serta berkolaborasi dengan fansnya.

Ghetto blaster sendiri adalah istilah untuk menggambarkan radio cassette player portable yang biasa ditenteng-tenteng oleh dibahu pada era 1990-an. Biasanya, ghetto blas ter ini digunakan untuk membuat mixtape, dan memperdengarkannya ke orang lain. Dengan transisi musik ke komputer, kata will.i.am, ultrabook memiliki fungsi mirip dengan ghetto blaster. Dimana pengguna membuat musik di komputer lantas bisa diperdengarkan langsung ke orang lain. Ia lantas menunjukkan salah satu lagu yang diciptakan melalui ultrabook kepada para jurnalis yang hadir.

Istilah Ultrabook memang digunakan untuk mendefinisikan komputer jinjing yang dipangkas ukuran dan beratnya, namun justru bertambah fitur dan performanya. Lebih detil lagi, ultrabook adalah notebook PC yang lebih tipis dari 2 cm (0,8 inci), dibekali memori flash (SSD), serta langsung menyala ketika lid dibuka, juga memiliki daya tahan baterai antara 5-8 jam.

Apa bedanya dengan netbook? Ada beberapa. Selain menggunakan keyboard normal (full sized), prosesor Ultrabook juga setara notebook yang memiliki performa tinggi. Sehingga dapat bekerja dengan sistem operasi terbaru sekalipun.

Di CES 2012, memang cukup banyak Ultrabook yang ditampilkan ke publik. Mulai dari Dell XPS 13, Envy 14 Spectre milik HP, generasi kedua Series 9 milik Samsung, serta Ultrabook Z330 milik LG.

Ultrabook seri 9 keluaran Samsung misalnya, cukup menyita perhatian di CES 2012. Model ini 21% lebih tipis dan 28% lebih kompak dibandingkan pendulunya. Layar Superbright-nya berukuran 13,3 inci dan 15 inci. Keduanya menampilkan generasi kedua prosesor Intel Core.

Walau baru saja dikenalkan, namun Ultrabook sudah menjadi genre yang diprediksi bertumbuh paling cepat dalam market PC secara global. Lembaga survey IHS memprediksi bahwa pengapalan global Ultrabook akan mencapai 29 juta unit pada 2012.

Padahal, di 2011 pengapalan ultrabook di seluruh dunia kurang dari 1 juta unit. Pada 2015 nanti, pengiriman ultrabook akan mencapai 136 juta unit atau sekitar 43 persen dari pengapalan notebook secara lobal.

Matthew Wilkins dari IHS menilai bahwa ultrabook akan menjadi benteng pertahanan notebook terhadap serangan masif tablet. Karena sejak tablet muncul, konsumen lebih memilih tablet atau setidaknya menunda untuk membeli notebook.

Sebab, menurut Wilkins, konsumen merasa sangat nyaman dengan cara penggunaan tablet, ukurannya yang tipis dan praktis, sistem operasinya yang sederhana, serta daya tahan baterainya yang tinggi.

Meski demikian, Selasa (10/1) silam, CEO Intel Paul Otellini menganggap bahwa tablet dan ultrabook dapat sama-sama eksis. Keduanya bisa sama-sama hidup untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda untuk segmen pasar yang berbeda pula.

Menurut Otellini, lebih dari belasan desain ultrabook sudah dikapalkan ke konsumen sekarang. Dan pada 2012, diperkirakan lebih dari 60 model Ultrabook akan menyapa publik.

Sementara itu, CEO Samsung Asia Gregory Lee mengatakan bahwa Kategori ultrabook unggul karena mobilitas, tampilannya yang premium, serta desainnya yang sangat keren. ”Ultrabook akan menjadi luar biasa,” bebernya. Siapa saja pemain besar genre Ultrabook? Brian Marshall dari International Strategy & Investment Group (ISI) melihat bahwa Apple tetap akan memimpin pasar Ultrabook dengan MacBook Air. Diperkirakan Apple akan menjual 6,3 juta unit MacBook Air pada 2011, 8,4 juta unit di 2012, dan 10,4 juta unit pada 2013. Kendati demikian, market share MacBook Air diprediksi akan tergerus dari 89% pada 2011 menjadi 46% di 2012.

Penyebabnya, karena semakin banyak manufaktur komputer yang akan masuk ke lini Ultrabook. Tahun depan, Marshall memprediksi bahwa produksi Ultrabook non-Apple akan mencapai 10 juta unit atau 54 persen dari seluruh pasar Ultrabook global.

Pesaing terbesar Apple di segmen ini adalah Hewlett-Packard (HP) dan Lenovo dengan perkiraan penjualan 2,2 juta unit dan 2 juta unit pada 2012, serta 5,4 juta unit dan 4,3 juta unit pada 2013. Lainnya itu, masih ada vendor seperti Toshiba, Acer, dan Asus. Bahkan, menurut Marshall, gempuran kompetitor Apple di segmen Ultrabook akan lebih dahsyat dibandingkan serangan Android di iPad. ”Apple akan sulit untuk menjaga kepemimpinannya di segmen Ultrabook,” ujarnya.

Di Indonesia, Ultrabook non-Apple sudah beredar di pasaran. Yang terbaru adalah Portege Z830 keluaran Toshiba. Sedangkan Acer sudah terlebih dulu merilis seri Aspire S3, disusul Asus yang meluncurkan Zenbook.

Ultrabook di CES 2012
Inilah genre laptop paling “hot” tahun ini. Yang menjadi senjata bagi pabrikan PC untuk bertahan dari gempuran tablet. Pada intinya, ultrabook adalah notebook yang dipangkas ukurannya, ditambah daya tahan baterainya, serta makin canggih performanya. Nah, berikut adalah deretan ultrabook yang mencuri perhatian di CES 2012:

Dell XPS 13
Berukuran 13 inci, Dell XPS 13 terbuat dari cangkang alumunium yang sangat ringan. Bidang paling tebalnya hanya 13 mm. Sedangkan beratnya kurang adri 1,4 kg. XPS 13 juga menggunakan kaca Gorilla Glass keluaran Corning yang seola menjadi standar dari smartphone, tablet, dan notebook saat ini. Dell berencana untuk memasarkan XPS 13 pada Februari mendatang.

Hewlett-Packard Envy 14 Spectre
HP Spectre memiliki desain bodi yang sangat elegan. Prosesornya menggunakan Intel Core i5-2467M, 4GB RAM, dan 128 GB SSD. Tak hanya itu, ultrabook ini juga dilengkapi teknologi Near Field Communication (NFC). Kibornya dilengkapi teknologi backlit radiance, yang akan mendeteksi kehadiran penggunanya. Nama Spectre dipilih untuk membangkitkan misteri. Baterai ultrabook ini bisa bertahan 9 jam. Rencananya akan dipasarkan dengan harga USD1.400 pada Februari mendatang.

Series 9 Samsung
Ultrabook Series 9 Samsung ini memang mengejutkan. Bagian paling tebalnya hanya 14,9 mm. Sedangkan beratya cuma 1,59 kilogram. Padahal, layarnya berukuran 15 inci. Untuk seri 13 inci, ketebalannya dipangkas lagi jadi 12,9 mm dan berat 1,15 kg. Kedua model itu mengadopsi Intel Core i5, RAM 8 GB, dan kapasitas penyimpanan SSD 256 GB. Series 9 dapat dibangunkan dari sleep mode dalam 1,4 detik, dengan baterai mampu bertahan sampai 10 jam. Kabarnya, model ini juga akan meluncur pada Februari mendatang.

Acer Aspire S5
S5 memiliki fitur jauh lebih baik dibandingkan S3. Layarnya berukuran 13,3 inci, sama dengan pendahulunya. Yang berbeda adalah ketebalannya yang mencapai 15 mm pada bagian tertipis. Sementara beratnya hanya 1,35 kg. Ultrabook ini juga menggunakan Intel Core i5 dan i7 dengan prosesor terbaru Ivy Bridge. Perbedaan lain dari S5 adalah port Thunderbolt untuk transfer data lebih cepat, serta USB 3.0 dan HDMI. Kapasitas simpannya sendiri sudah menggunakan SSD.

LG Z330
Z330 berukuran 13,3 inci. Fiturnya, antara lain prosesor Intel Core i7, serta layar beresolusi 1366×768 piksel. Ketebalannya ada dua, yakni 14.7 mm dan 19.9 mm. Sedangkan beratnya 1212 gram dan 1497 gram. Untuk kapasitas penyimpanan, pengguna bisa memilih 120 GB SSD atau 256 SSD pada Z330.