CEO AbleGamers Foundation Mark C. Barley menunjukkan berbagai joystick yang telah dimodifikasi untuk para penyandang cacat.
CEO AbleGamers Foundation Mark C. Barley menunjukkan berbagai joystick yang telah dimodifikasi untuk para penyandang cacat.
Game adalah milik semua orang. Termasuk para penyandang cacat sekalipun. Hal itu pula yang menginspirasi AbleGamers Foundation (AGF). Yayasan itu dibentuk untuk membantu para penyandang cacat agar dapat bermain game selayaknya orang normal.

Disela-sela perhelatan Microsoft Accelerating Asia Pacific 2011 di Kuala Lumpur, Malaysia, 6-7 Desember silam, saya menyempatkan diri untuk berbincang dengan Presiden dan CEO AbleGamers Foundation Mark C. Barley.

Pria berbadan besar itu menunjukkan berbagai joystick konsol game Xbox 360 yang telah dimodifikasi untuk berbagai penderita cacat fisik maupun stroke.

Ada joystick berbentuk tuas 4 arah bagi penderita stroke atau mereka yang tidak memiliki jari tangan. SINDO dengan mudahnya memainkan game Forza Motorsport 4 dengan telapak tangan terkepal, mengendalikan mobil dengan mendorong joystick tersebut ke kanan dan kiri.

Joystick lainnya berbentuk lebih sederhana, berupa empat tombol tuts terpisah dengan warna yang berbeda-beda. Dua tuts pertama berfungsi untuk kendali kanan dan kiri, sedangkan dua tuts lainnya untuk akselerasi dan rem.

”Dengan bermain game orang dapat meningkatkan kualitas hidup,” ujar Mark. ”Misalnya veteran perang penyandang cacat dapat bermain game secara online dengan teman mereka,” bebernya.

Sejak dibentuk pada 2004, yayasan bersifat non-profit tersebut sudah membantu lebih dari 100 ribu orang. Website AGF mendapat 3,5 juta hit setiap bulan, menjadi komunitas game online untuk penyandang cacat terbesar di dunia.

”Pemain game (gamer) yang menderita cacat adalah market yang sangat besar. Ada 33 juta orang di Amerika saja,” ujar Mark. ”Kami juga memiliki komunitas untuk para gamer dengan disabilitas ini di GameAccessibility.org,” ia menambahkan.

Menurut Mark, AGF bergerak lewat donasi. Mereka memiliki staf yang tidak dibayar. ”Para relawan ini antusias bagaimana game dapat mengubah kualitas hidup para gamer dengan disabilitas,” ujar Mark lagi.

Pada Juni 2011 silam, AGF menjalin kerja sama dengan Evil Controllers, perusahaan modifikator stik game yang berada di Tempe, Arizona. Salah satu hasil kolaborasi itu adalah lini produk yang disebut Adroid.

Adroid adalah kotak kontrol dengan 19 port yang memungkinkan pengguna bebas memposisikan stik ataupun tombol sesuai kebutuhannya. Alat itu dipasarkan di harga USD399 atau sekitar Rp3,5 jutaan.

Salah satu joystick yang memudahkan penyandang cacat bermain game
Salah satu joystick yang memudahkan penyandang cacat bermain game