Pendiri Tokobagus.com  Remco Lupker dan Arnold Sebastian Egg mengungkap tren e-commerce pada 2012.
Pendiri Tokobagus.com Remco Lupker dan Arnold Sebastian Egg mengungkap tren e-commerce pada 2012.
Tahun 2012 menjadi momen penting bagi perkembangan e-commerce di Indonesia. Banyak pemain baru yang masuk, sistem pembayaran lebih baik, potensi UKM, pengguna yang bertumbuh, serta pasar yang diprediksi semakin dewasa.

Awal bulan ini, saya mewawancarai dua pendiri Tokobagus.com, Arnold Sebastian Egg dan Remco Lupker untuk menelisik apa saya yang akan terjadi dalam bidang e-commerce pada 2012. Saat ini Tokobagus.com menjadi situs jual beli terbesar di Indonesia. Dengan 10 juta pengunjung per hari, posisi Tokobagus.com sebagai situs e-commerce cukup solid. Selama April 2012, misalnya, mereka mencatat transaksi sebanyak 212.000 kali dengan omzet lebih dari Rp1,5 triliun.

Baik Arnold (A) dan Remco (R) yang asal Belanda ini mengungkap tren e-commerce di Indonesia pada 2012 yang diprediksi sangat menarik. Berikut petikannya:

Benarkah sistem pembayaran masih jadi problem terbesar dalam perkembangan e-commerce di Indonesia?
Remco (R): Memang payment gateway untuk e-commerce saat ini ada banyak dan terpisah-pisah. Tapi, saya prediksi pada akhirnya nanti akan muncul sebuah ”killer payment system” yang akan digunkan oleh semua orang.

Sebenarnya dimana letak permasalahannya?
R: Banyak sekali. Di negara Barat, misalnya, mungkin hanya ada 6 bank besar yang dengan mudahnya disatukan. Di Indonesia bisa lebih dari 20 bank. Ini tentu tidak mudah karena melibatkan banyak kepentingan.
A: Masalahnya juga ada di normal user. Berapa banyak pengguna interkoneksi antar bank atau kartu kredit di Indonesia? Masih sangat kecil. Para pemain e-commerce seperti kami juga menunggu langkah pemerintah yang kabarnya akan membuat suatu sistem pembayaran memanfaatkan e-KTP/KTP Elektronik untuk sertifikasi.

Apa moda pembayaran yang paling banyak digunakan pada 2012?
A: Saya pikir transfer antar bank akan terus digunakan. Terutama setelah Jaringan Prima, yakni switching interkoneksi ATM yang menghubungkan 40 bank swasta sudah bekerja sama dengan Link, interkoneksi ATM Mandiri dan bank-bank pemerintah. Ini akan mengakselerasi kemudahan dalam bertransaksi online.
R: Dalam riset kami, transaksi terbesar memang transfer bank dan cash on delivery (COD). Tapi, yang unik dari pasar Indonesia adalah orang masih takut ketika harus menekan tombol ”beli sekarang” di website, lantas membayar dengan kartu kredit atau semacamnya.
Pembeli harus menjalin kontak dengan penjual terlebih dulu, baik melalui BlackBerry Messenger, Yahoo! Messenger, email, telepon, SMS, dan lainnya. Ini berbeda dengan definisi e-commerce, dimana mereka membeli barang di sebuah situs, membayar, dan barang akan dikirim ke tempat mereka. Pasar saat ini belum siap dengan transaksi 100 persen online.
Kontak dengan penjual juga wujud dari kehati-hatian pembeli, karena banyak dari mereka baru pertama atau beberapa kali bertransaksi online. Mereka ingin membeli barang dari penjual yang bisa mereka percaya.

Menarik. Tapi, e-commerce seperti apa yang akan populer pada 2012? Dan apa yang gagal?
R: Yang pasti Anda harus memberikan satu alasan kuat mengapa orang harus belanja online. Tentu hubungannya dengan harga yang murah, cepat, sehingga membuat pembeli tidak perlu keluar rumah. Terkadang ada juga situs e-commerce yang bagus tampilannya, bagus sistem pembayarannya, tapi harga produknya lebih mahal dibanding jika saya berbelanja di Grand Indonesia. Saya pikir layanan ini akan sulit bersaing. Bahkan para penjual di Tokobagus.com saling berkompetisi untuk menjadi yang termurah.

Bicara soal penjual, bagaimana dengan UKM? Apakah UKM Akan menjadi bagian penting dari e-commerce?
A: Banyak UKM atau SMB yang mulai sadar pentingnya e-commerce. Bahkan ada UKM di Tokobagus.com yang lebih banyak mendapat order online dibanding gerai nyatanya sehingga kini beralih full ke online.
Plaftorm Tokobagus.com memiliki banyak sekali UKM. Dulu, sulit untuk meraih barang di seluruh Indonesia. Tapi sekarang orang bisa langsung memasarkan barang mereka di Tokobagus.com, tidak peduli dari mana mereka berasal.
R: Kisah sukses UKM di Tokobagus.com menjadi viral. Setiap tahunnya seller kami berlipat ganda. UKM adalah salah satu kekuatan dibalik sukses kami.

Apakah ada perubahan besar pada tren e-commerce di Indonesia pada 2012?
R: Akan banyak startup baru di e-commerce yang profesional. Akan banyak juga investasi asing masuk ke Indonesia untuk mendukung pertumbuhan e-commerce ini. Ekosistem e-commerce juga mulai terbentuk. Sekarang ini memang hanya ada beberapa pemain e-commerce, tapi bukanlah sebuah ekosistem utuh.

Bagaimana dengan market size-nya?
R: Saya pikir akan terus tumbuh. Terutama di segmen mobile. 20 persen trafik di situs kami datang dari mobile. Diprediksi meningkat 40% tahun depan. Bahkan nantinya trafik mobile akan melebihi trafik dari desktop PC/laptop.
Hanya 4-5 persen pengguna internet di Indonesia yang menggunakan e-commerce. Tanpa tumbuh market size-nya pun, pengguna total internet di Indonesia sudah sangat besar. Saya pikir Indonesia bisa jadi pemimpin di mobile e-commerce dunia di masa depan.
A: Ya, biaya internet semakin murah, membuat orang tak hanya bisa, tapi mudah sekali untuk online.
R: Dan setelah online, hal logis yang terjadi berikutnya adalah e-commerce.

Ada panduan bagi mereka yang akan memulai bisnis e-commerce?
R: Banyak startup yang meluncurkan website, kemudian mereka menunggu dan menunggu, namun tidak ada yang terjadi. Market tidak menunggu website Anda untuk diluncurkan. Website seperti Kaskus yang bisa tumbuh secara organik hanya ada satu berbanding sejuta.
Yang harus dilakukan adalah kerja keras dan banyak sekali marketing untuk bisa dikenal. Pada awalnya kami tidak memiliki dana besar, tapi dengan kreatif kami tetap bisa tumbuh cepat.
A: Jangan berpikir bisa meluncurkan website dan menjadi viral dengan sendirinya. Itu tidak akan terjadi. Anda harus membeli alasan mengapa orang berbelanja di toko Anda.