HTC Sensation XE dengan Beats
HTC Sensation XE dengan Beats
Integrasi Beats Audio/ Beats by Dr. Dre kedalam HTC Sensation XE bukan sekadar gimmick marketing. Selain menetapkan standar baru dalam kualitas audio ponsel, daya tarik (coolness) Beats diharapkan dapat memikat kaum muda.

HTC Sensation XE resmi dikenalkan di Indonesia di Hotel Gran Melia, Jakarta, Kamis (24/11) silam. Inilah produk HTC pertama di Indonesia yang sudah dilengkapi in-ear headphone keluaran Beats. Selain Sensation XE, ada Sensation XL dan HTC Rezound yang telah dipasangkan dengan Beats Audio. Sensation XL akan diluncurkan di Indonesia mulai pertengahan Desember mendatang.

Di masa depan Beats Audio menjadi strategi penting bagi HTC dalam memasarkan produknya. Agustus silam HTC Corporation mengakuisisi 50 persen kepemilikan Beats Electronics senilai USD300 juta (Rp2,6 triliun).

Setelah itu HTC bergerak cepat, mengenalkan tiga model smartphone yang dikawinkan dengan teknologi audio Beats (XE, XL, dan Rezound). Langkah taktis HTC dalam memasarkan smartphone dengan Beats Audio menunjukkan fokus serius perusahaan asal Taiwan tersebut di bidang musik.

Beats Audio memang bukan sekadar merek headphone biasa. Merek tersebut menjadi istimewa karena harganya yang lumayan mahal, kualitas suara prima, hingga kadar keren yang diinjeksikan melalui endorser seperti Lady Gaga dengan produk HeartBeats serta Justin Beiber dengan JustBeats.

Maka Beats Audio seolah menjadi fashion statement yang berteriak lantang: ”saya (pemakai Beats) berbeda karena menghargai musik dalam kadar yang lebih tinggi”. Marketnya pun kemudian menjadi solid: kaum muda yang mapan.

Dibalik Beats Electronics ada nama besar rapper/produser Dr. Dre. Bersama Chairman Interscope Geffen A&M Records Jimmy Iovine, keduanya membentuk Beats Electronics pada 2006. Menurut CEO Beats Audio Jimmy Lovine, terbentuknya Beats dilatarbelakangi degradasi dan destruksi suara yang akibat revolusi musik digital.

Musik digital seperti MP3 memang praktis dan murah. Tapi, kualitas suara jadi menurun jauh. Degradasi kualitas suara ini disebut Lovine memunculkan segmen pengguna yang menginginkan pengalaman lebih dalam mendengarkan musik.

Mereka rela membayar lebih untuk sebuah earphone/headphone yang memberikan kualitas lebih baik. ”Logikanya, Anda menghabiskan jutaan rupiah untuk sebuah ponsel tapi mengapa mendengarkan musik dengan earbud seharga Rp50 ribuan? Tidak akan cocok,” sindir Lovine.
Dari segi hardware, teknologi dalam earphone/headphone Beats Audio berupaya menghadirkan pengalaman audio yang sama dengan yang di dengar oleh produser maupun musikus saat sedang berada di studio rekaman.

Harapannya, konsumen dapat mendengar musik dengan cara yang diinginkan oleh seorang musikus papan atas tertentu. Tak heran, harga Beats Audio bisa mencapai Rp1,1 jutaan hingga diatas Rp5 juta.

Dari segi software, menurut Produk Manager HTC Indonesia Samudro Seto, digital signal processing (DSP) mampu memuat suara di in-ear headphone Beats jadi lebih maksimal. Misalnya dalam dentuman bass ataupun kejernihan suaranya.
Hal ini diakui oleh Alex Chandra dari komunitas ID Android. Menurutnya, proses DSP ini saat diuji coba dengan headphone non-Beats ternyata hasil kualitas audionya tidak sebaik earphone Beats bawaan Sensation XE.

Country Manager HTC Indonesia Agus Sugiharto mengatakan, di Indonesia Beats sudah populer di kalangan anak muda. ”Earphone Beats ini sangat cocok di Indonesia karena bersinggungan dengan fashion dan gaya hidup,” katanya. Karena itu, ia optimistis Sensation XE akan bisa diterima di pasar Indonesia.

Kendati mayoritas saham Beats Electronics kini telah berpindah kepemilikan, namun tidak akan membawa pengaruh terhadap penjualan peranti Beats Audio di Indonesia yang diimpor melalui distributor resmi seperti PT Astro Interlab.

Sementara itu, GM Mobile Data Service Channel Development XL Axiata Handono Warih mengungkap, kehadiran HTC terbaru ini akan menambah pilihan pelanggan terhadap kebutuhan perangkat komunikasi yang dilengkapi dengan fitur audio yang baik.
Di jaringan XL sendiri saat ini ada lebih dari 300 ribu pengguna Android yang aktif. Ia melihat pada 2012 mendatang kenaikan jumlah pengguna Android mencapai 500 persen.

Fitur Baru

Meski dioptimisasi ke audio, upgrade yang dimiliki Sensation XE lumayan banyak. Prosesornya kini menggunakan 1.5 GHz dual core dengan baterai yang mencapai 1730 mAh. Maklum, baterai yang besar ini untuk menyiasati pengguna yang ingin mendengar musik dalam waktu lama.

Selain itu, Sensation XE sudah dibenamkan Android Gingerbread dengan HTC Sense, RAM 768 GB, Memori 4 GB, layar sentuh 4.3 inci dengan resolusi 540 x 960 qHD, kamera warna 8.0 megapiksel, serta dual LED flash. Ponsel ini tidak murah, tersedia mulai awal Desember 2011 di kisaran Rp5.999.000, dengan paket data unlimited HTC, gratis dari XL Axiata selama 12 bulan. Menurut Alex Chandra dari komunitas ID Android, meski kolaborasi HTC dengan Beats menarik, namun harganya masih terbilang mahal. ”Segmennya spesifik, mereka yang butuh kualitas suara tinggi,” ungkapnya.

Trio HTC-Beats
Inilah tiga lini produk smartphone HTC yang telah dipade dengan Beats:

HTC Sensation XE
– Android Gingerbread v2.3.4
– 1.5 GHz dual-core processor
– Layar 4.3 inches Super LCD Capacitive
– Kamera 8 MP dual-LED flash
– Ukuran 126.1 x 65.4 x 11.3 mm
– 768 MB RAM, 4 GB
– Harga : Rp5,9 jutaan.

HTC Sensation XL
– Android Gingerbread v2.3
– Prosesor 1.5 GHz Scorpion
– Layar 4.7 inches S-LCD capacitive touchscreen
– 8 MP Kamera (720p@30fps)
– 768 MB RAM, 16/32 GB
– Ukuran :132.5 x 70.7 x 9.9 mm
– Harga: Belum diketahui

HTC Rezound
– Android Gingerbread v2.3
– 1.5 GHz Scorpion processor
– Layar 4.7 inches S-LCD capacitive touchscreen
– 8 MP Kamera (1080p@30fps)
– Ukuran 129 x 65.5 x 13.7 mm
– 1GB RAM, 16 GB memori
– Harga : Belum diketahui