Veolo berfungsi sebagai Android hub di layar televisi
Veolo berfungsi sebagai Android hub di layar televisi
Sinkronisasi sistem operasi Android ke layar televisi saat ini semakin mudah dilakukan. Dampaknya, layar televisi yang besar dapat dijadikan media player, media internet (browser), hingga game center.

Mengapa harus membeli Smart TV atau TV internet seharga belasan bahkan jutaan rupiah, jika berinternet di televisi dapat dilakukan di TV lama melalui alat seharga Rp2.499.000. Bahkan tidak cuma berinternet, sudah ada alat yang berfungsi sebagai hub terhadap sistem operasi Android. Secara harfiah, pengguna bisa mengakses Android di layar televisinya. Fungsi inilah yang dikedepankan oleh Veolo Smart Android Hub.

Veolo berbentuk kotak hitam kecil dengan ukuran yang ringkas. Proses instalasi ke televisi pengguna dilakukan melalui kabel HDMI. Jadi, alat ini hanya bisa bekerja pada televisi yang sudah memiliki slot HDMI saja. ”Setelah itu pengguna cukup melakukan pairing remote ke alat Veolo dan sudah langsung bisa digunakan,” papar Victorinus Tanjaya, Product Manager A.C Ryan, produsen Veolo.

Fungsi layar sentuh pada smartphone dan tablet di OS Android diganti dengan pointer yang dikendalikan melalui RF remote control. Remote ini tidak menggunakan infra merah, melainkan transmisi radio sehingga lebih leluasa dan fleksibel.

Bentuk remotenya pun unik. Di satu sisi memiliki tombol pengaturan biasa, dan sisi lainnya dibenamkan tombol QWERTY. Maklum, remote kontrol ini menjadi alat navigasi utama pengguna. Baik untuk mengetikkan kata kunci saat berinternet, menjadikannya stik untuk bermain game seperti Nintendo Wii, hingga berfungsi sebagai remote biasa untuk mengganti tontonan film, streaming video, ataupun musik. ”Fungsinya 3 in 1. Yakni sebagai keyboard, mouse, serta wireless controller,” ujar Victorinus.

Dalam satu kesempatan, Victorinus mendemokan bagaimana ia melakukan navigasi aplikasi, serta bermain game Fruit Ninja melalui remote.
Memang sensitifitasnya jauh jika dibandingkan dengan mesin game seperti Wii. Pointer sering meleset, serta tidak mudah digunakan. Toh begitu, masih ada media yang meraih nilai tinggi saat bermain Fruit Ninja, membuktikan bahwa remote tersebut masih ”layak” digunakan untuk merain game.

OS Android yang digunakan oleh Veolo sengaja dipilih Froyo (2.2) karena dinilai paling stabil saat di-ekspand ke layar yang lebih besar. Fitur serta fungsi yang didapat tidak berbeda dengan di smartphone ataupun tablet.

Termasuk saat mengunduh dan menginstal ratusan ribu aplikasi dari Android Market, berinternet (dengan HTML5), serta kemudahan membuka video, foto, dan konten multimedia lainnya via HDD eksternal. Untuk spesifikasinya, unit tersebut sudah dibenamkan built-in Wi-Fi, prosesor ARM Cortex A9 1GHz, hingga RAM 512 MB DDR3.

Larry Yeo, Regional Sales Manager A.C Ryan mengatakan, potensi pasar yang ingin mereka raih sangat besar. Pertama, dari sisi pemilik televisi LCD, plasma, maupun LED yang sudah memiliki slot HDMI. Kemudian, mereka yang ingin membeli Smart TV namun terkendala harga yang relatif tinggi.

Namun, tantangan saat ini, sebut Business Manager Astrindo Starvision Erwin Yovitanto adalah melakukan edukasi. ”Banyak yang masih belum paham dengan segmen produk ini,” ujar Erwin. Saat ini mereka sedang menjajaki kerjasama bundling dengan ISP, agar pengguna tidak perlu lagi repot untuk melakukan setting internet di Veolo.

Veolo memang bukan yang pertama meluncurkan layanan ini di Indonesia. Pada awal November lalu SpeedUp TV meluncurkan smart box TV dengan sistem plug and play yang memungkinkan pengguna bisa berselancar internet di semua jenis televisi, baik model lama cathode ray tube (CRT), hingga TV LED.

Fungsi alat tersebut kurang lebih sama, yakni menjadikan televisi menjadi media alternatif untuk mengakses internet, streaming video, musik, dan radio, games, jejaring sosial, hingga e-book.

Smart Box TV juga menggunakan sistem operasi Android, dan sudah dibenamkan berbagai aplikasi dan game yang acap ditemui di tablet atau smartphone. Termasuk game Angry Birds hingga Fruit Ninja.

Model tersebut hadir dalam dua varian. Model Exploria (menggunakan LAN) dan model Euphoria (menggunakan Wi-Fi). Model Exploria memiliki smart motion remote yang dapat mendeteksi gerakan untuk memudahkan navigasi atau bermain game. Sedangkan Euphoria memiliki remote kontrol QWERTY, agar pengguna bisa mengetik alamat web di layar TV.

Exploria dipasarkan Rp1,2 juta sedangkan Euphoria Rp1,7 juta. Jauh lebih murah dibandingkan TV dengan sistem internet build-in yang mencapai puluhan juta. Pengembangan teknologi Android ke TV ini sejalan dengan perkembangan konvergensi teknologi komunikas di dunia dan kebutuhan atas gaya hidup digital masyarakat yang sudah tidak bisa dipisahkan dari aktivitas sehari-hari.

Data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebut bahwa saat ini pengguna internet ada 45 juta orang. Sedangkan Business Monitor International memprediksikan pengguna internet di Indonesia akan mencapai 153 juta pada tahun 2014, mencakup 61,2 persen dari total penduduk di negeri ini.