Microsoft Touch Mouse yang travel-friendly.
Microsoft Touch Mouse yang travel-friendly.
Lini produk Microsoft Touch Mouse terbaru berupaya membawa interaksi natural dari teknologi multi-sentuh yang populer di peranti bergerak ke dalam Desktop PC sambil tetap menggunakan keyboard dan mouse.

Sentuhan memang menjadi cari berkomunikasi favorit dalam interaksi manusia dan komputer (IMK). Teknologi sentuh dinilai memberikan cara berkomputasi lebih natural. Menyapukan jemari ke sebuah permukaan untuk melakukan navigasi menghadirkan interaksi lebih baik karena kontrol bisa dirasakan langsung oleh indera penglihatan maupun peraba. Tak heran jika teknologi sentuh ini dibenamkan di hampir semua lini perangkat elektronik. Mulai dari smartphone, komptuer tablet, pemutar musik digital, bahkan Desktop PC.

Namun, Microsoft sendiri membutuhkan riset selama dua tahun serta ratusan purwarupa tetikus untuk menghasilkan produk Microsoft Touch Mouse. Karena memang tidak mudah untuk melebur teknologi sentuh ke dalam sebuah mouse yang fungsi utamanya adalah menggerakkan kursor di layar komputer.

Sebab, fungsi sentuh dan pergerakan kursor pada Desktop PC amatlah beda. Kursor bergerak dalam sebuah momentum untuk mencapai target. Sedangkan dalam lingkungan sentuh, hanya ada target yang langsung dipilih oleh jari penggunanya. Karena itu, mouse yang menggunakan teknologi sentuh harus memiliki desain ergonomis supaya penggunanya tidak kesulitan saat menyapukan jari dan melakukan navigasi.

Rangkaian Microsoft Touch Mouse yang terdiri dari Touch Mouse, Explorer Touch Mouse, serta Arc Touch Mouse dikenalkan kali pertama pada Consumer Electronics Show (CES) Las Vegas 2011 silam. Sejak itu produk ini mendapat ulasan acak di berbagai media.

Yang menilai positif mengatakan lini produk Microsoft Touch ini tidak hanya memperbaiki faktor ergonomis pada Magic Mouse keluaran Apple, tapi juga memberikan pilihan desain lebih variatif kepada konsumen. Sebaliknya, yang berkomentar negatif menyebut bahwa Microsoft Touch Mouse tak lebih dari replika Magic Mouse keluaran Apple yang mempopulerkan teknologi sentuh dalam tetikus itu.

Microsoft Touch Mouse bekerja dengan mengombinasikan kemampuan standar mouse dengan gesture multi-sentuh. Rangkaian elektroda di permukaan mouse dapat mendeteksi posisi ujung hari dan sentuhan, membuat pengguna dapat melakukan navigasi lebih mudah dan cepat hanya melalui sapuan atau jentikan jemari.

Sapukan dua jari kebawah untuk minimize jendela, atau dua jari keatas untuk maximize. Arahkan satu jari keatas dan kebawah untuk melakukan scroll. Atau, gerakkan tiga jari keatas untuk menampilkan semua preview jendela yang aktif dalam satu layar dan kebawah untuk menyembunyikannya.

Ternyata setelah saya mencobanya selama lebih dari sepekan, fungsi sentuh ini hanya sedikit dari sederet fitur yang ditawarkan oleh tetikus yang diluncurkan di Indonesia pada Oktober silam. Ada beberapa kemampuan yang membuatnya makin menarik. Pertama, ketiganya sudah memiliki tombol on/off yang dapat secara signifikan menghemat daya tahan baterai. Jika tidak digunakan cukup klik untuk matikan. Baterai pun akan jauh lebih awet.

Kemudian, ketiganya juga sudah dibekali teknologi nirkabel. Yang menarik, transceiver mouse berupa dongle yang berukuran hanya satu ruas jari. Transceiver ini berfungsi sebagai transmisi sinyal secara nirkabel melalui koneksi Bluetooth.
Dongle tersebut juga sudah dibenamkan di dalam bodi tetikus. Artinya, ketiga Touch Mouse ini sangat travel friendly alias mendukung untuk dibawa bepergian.

Hal lain yang saya rasakan saat mencoba tetikus ini adalah kemudahan dalam Sinkronisasi dengan PC atau ataupun OSX. Cukup colok ke port USB di PC/laptop, maka secara otomatis tetikus ini bisa langsung digunakan. Praktis! Namun fitur yang juga mendukung ketiga tetikus ini untuk dibawa bepergian adalah teknologi BlueTrack yang menggunakan laser dan optik. BlueTrack meminimalisasi ruang gerak pengguna saat menavigasi kursor dalam layar. Dan fleksibilitas utama teknologi ini adalah membuat tetikus dapat digunakan di permukaan konvensional seperti kayu, batu granit, kain, dan marmer. Hanya kaca atau cermin saja yang tidak dapat di deteksi.

Tentu saja, lini Microsoft Touch juga tidak luput dari kekurangan. Yang paling terasa adalah soal berat. Tidak hanya dialami Microsoft Touch, soal berat ini juga jadi masalah untuk semua jenis tetikus nirkabel. Membenamkan dua buah baterai AA di dalam bodi mouse akan menambah beban secara signifikan. Alhasil pointer jadi tidak lincah dilayar. Meski, model Arc Touch Mouse yang menggunakan 2 baterai AAA sedikit lebih ringan. Kekurangan lainnya adalah fungsi multi-sentuh hanya akan bekerja maksimal pada perangkat Windows, terutama Windows 7.

Untuk harga, memang relatif. Sedikit mahal dibandingkan tetikus lain yang tidak dibekali teknologi sentuh. Namun jika Anda menginginkan sesuatu yang berbeda dan sudah terbiasa dengan sentuhan, Microsoft Touch Mouse bisa jadi pilihan.

Microsoft Touch Mouse
+ Desainnya intuitif.
+ Nyaman digenggam.
+ Sentuhan satu, dua, dan tiga jari.
+ Memberi cara baru menggunakan mouse
– Harganya terbilang mahal.
– Baterai AA menambah berat.
– Kurang lincah.
– Tidak mendukung OSX
Harga: Rp749 ribu

Microsoft Arc Touch Mouse
+ Desainnya menarik, tipis dan ringkas.
+ Lengkungkannya memudahkan untuk digenggam.
+ Lebih ringan, karena menggunakan baterai AAA.
+ Mudah digunakan.
+ Travel-friendly
– Respons kurang baik.
– Navigasi dan kontrol sedikit susah.
Harga: Rp550 ribuan

Microsoft Explorer Touch Mouse
+ Desainnya kompak, pas ditangan.
+ Lebih cepat dan mudah dikendalikan.
+ sensor BlueTrack
+ Daya tahan baterai bisa 18 bulan
– Scrolling kurang mantap.
– Butuh penyesuaian untuk mengganti scroll dengan sentuh.
– Baterai AA menambah berat.
Harga : Rp450 ribuan.