HTC Radar menjadi handset pertama di Indonesia yang mengusung Windows Phone 7.5.
HTC Radar menjadi handset pertama di Indonesia yang mengusung Windows Phone 7.5.
Windows Phone 7.5 (Mango) tidak diciptakan untuk jadi underdog. Sebaliknya, inilah kuda hitam yang akan mempersengit pertarungan di pasar smartphone yang sudah panas. Apa keunggulannya?

Ternyata Mango datang ke Indonesia lebih cepat dari yang diduga. Sistem operasi tersebut menjadi populer setelah dibenamkan di line up Nokia Lumia yang dikenalkan di Nokia World 2011, London, awal November silam. Namun, ketika Nokia belum memastikan jadwal rilis Lumia secara global, justru HTC Indonesia sudah curi start. Mereka menjadi vendor pertama yang memboyong Mango ke Indonesia melalui HTC Radar.

”Inilah pertama kalinya Mango diluncurkan di Indonesia,” ujar Hermawan Sutanto, Central Marketing Director PT Microsoft Indonesia Indonesia dalam peluncuran HTC Radar di Marley Cafe, Jakarta, Kamis (10/11).

Jika ditilik dari sejarahnya, langkah HTC ini sebenarnya tidak mengejutkan. Kolaborasi antara Microsoft-HTC sudah terjalin sejak lama.
Di Indonesia HTC juga menjadi yang pertama memasukkan OS Windows Mobile (WinMo) 6.5 lewat HTC HD2 di akhir 2009. Pada November 2010, HTC kembali menjadi vendor pertama yang menghadirkan OS Windows Phone 7.0. Tepatnya melalui handset HTC HD7 dan HTC Mozart. Windows Phone 7.0 tampil jauh lebih baik dibandingkan WinMo 6.5 . Namun, ternyata itu tidak cukup membuat pasar Indonesia bereaksi. Keduanya tenggalam dalam gegap gempita BlackBerry, iOS serta Android.

Sekilas pandang, tampilan antarmuka Windows Phone 7.0 tak berbeda dengan Mango. Tapi, sebenarnya Microsoft membuat cukup banyak perubahan. Diklaim ada 500 fitur baru yang ditambahkan.

Mango memang tidak disiapkan untuk menjadi underdog. Banyak analis yang memprediksi sistem operasi ini akan muncul sebagai kuda hitam. Sebuah OS yang begitu powerful, hingga mampu mengoyak dominasi iOS dan Android.

Sebuah OS yang begitu dinanti, hingga membuat vendor seperti Nokia, LG, Samsung, Acer, Fujitsu, Toshiba, dan bahkan ZTE tak sabar untuk mendapatkannya.

Tidak heran jika kemudian Country Manager HTC Indonesia Agus Sugiharto terlihat jauh lebih optimistis ketika mengenalkan HTC Radar yang sudah di-bundle dengan Mango. ”Inilah sistem operasi yang tahun depan bisa bertaji,” katanya. Ia merasakan kepercayaan diri yang sama saat dirinya mengenalkan handset HTC dengan OS Android di Indonesia. “Dulu saya dihadapkan pada tembok besar. Tapi, berlahan tembok itu mulai runtuh. Sekarang Android susah sangat populer. Saya rasa proses serupa akan terjadi pada Mango,” katanya.

Konsumen di Indonesia, sebut Agus, selalu memiliki keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru. Sehingga celah pasar selalu terbuka. Hal ini diamini oleh Hermawan, yang menyebut ada dua faktor yang membuat Mango bisa sukses di Indonesia. Pertama, menurut Hermawan, adalah user-interface yang benar-benar fresh dan berbeda dengan iOS maupun Android. Salah satunya adalah penggunaan “live tiles” untuk menggantikan ikon aplikasi yang dipakai iOS dan Android.

Live tiles merupakan aplikasi berbentuk persegi yang tampilannya interaktif alias berubah-ubah sesuai aktifitasnya. Misalnya menampilkan foto atau notifikasi. Kedua, seperti halnya Android, Mango akan mendapat akselerasi melalui dukungan hardware dari vendor sekelas Nokia, Samsung, HTC, LG dan lainnya. ”Konsumen tidak hanya melihat sebuah OS yang berbeda. Tapi, mereka juga yakin karena didukung oleh hardware yang dibuat oleh vendor besar,” ujar Hermawan.

OS Terintegrasi
Mango tidak hanya memiliki UI yang cantik dan smooth. OS ini dibangun dari sebuah konsep bernama integrasi. People Hub, misalnya, merupakan figur yang mengintegrasikan jejaring sosial ke dalam daftar kontak penggunanya. Konsep ini memang sudah lama ada, tapi disempurnakan oleh Mango dengan tampilan dan fungsi yang lebih baik.

Central Marketing Director PT Microsoft Indonesia Indonesia Hermawan Sutanto memperlihatkan hal ini dengan menunjuk sebuah nama di daftar kontaknya. Setelah disentuh, maka akan muncul status Facebook terbaru dari temannya itu, post terakhirnya di Twitter, SMS, Linkedin, dan lainnya. Integrasi lainnya adalah cloud. Di Mango semua aktifitas pengguna, baik melakukan pekerjaan di Word, mengedit foto, ataupun mengunduh lagu baru, dapat terhubung dengan penyimpanan data berbasis cloud sebesar 25 GB yang disebut Skydrive.

Dengan Skydrive, pengguna dapat mengunggah, mengunduh, ataupun berbagai file foto, video, dan dokumen apapun. Ini akan menjadi cara menarik dan berbeda dalam menggunakan smartphone. Tapi, bagaimana dengan dukungan aplikasi? Tidak perlu khawatir. Microsoft memiliki sebuah portal yang disebut Windows Phone Marketplace. Portal tersebut saat ini memiliki 30.000 aplikasi, dengan 16 kategori. Windows Marketplace memang bisa digunakan di Indonesia. Tapi, tidak untuk saat ini. ”Kita sedang menyiapkan backbone-nya,” ujar Hermawan.

Tidak hanya soal payment gateway yang disiapkan. Namun, Microsoft juga ingin agar ketika Marketplace resmi meluncur di Indonesia, setidaknya sudah ada aplikasi buatan pengembang asal Indonesia yang bisa diunduh. ”Saat ini pihak Developer dan Platform Evangelist Microsoft sedang menggamit para developer. Intinya kita ingin tunjukkan bahwa membangun aplikasi di Mango sangat gampang,” katanya.
Bagi Microsoft, ekosistem developer lokal bukan hal asing. Mereka sudah menggelar banyak event yang melibatkan pengembang lokal. Ada Imagine Cup, kompetisi teknologi untuk siswa yang dihelat rutin setiap tahun. Ada pula iMULAI (Indonesia Mulai), kompetisi inovasi bisnis berbasis TIK hasil kerjasama Microsoft Indonesia dan USAID. Selain itu, Microsoft juga punya Bizsparx, sebuah program yang dirancang langsung untuk wirausahawan IT.

Dengan pengalaman ini, Microsoft akan jauh lebih mudah untuk mengenalkan platform yang sama sekali baru, juga mengajak developer untuk membuat aplikasinya di Mango. ”Tahun depan kompetisi bakal ramai. Konsumen akan memiliki lebih banyak plihan,” katanya.

Spesifikasi HTC Radar
– Layar 3.8 WVGA (480×800) Display dengan gorrila glass, anti goresan.
– Menggunakan alumunium uni-body yang kompak dan kokoh.
– Ukurannya kompak. Bodi 1.09 cm dan bobot 137 gram.
– Kameranya memiliki bukaan f/2.2 yang prima saat low light. Juga lensa wide hingga 28 mm.
– Mampu merekam video HD hingga 720p.
– Setelah memfoto, gambar yang dijepret bisa langsung di-tag.
– Sudah mendukung HTC Hub, HTC Watch, dan DLNA.
– Baterai Li-ion Polymer 1520 mAh.
– Harga : Rp4,499.000