Canon C300 untuk sineas profesional
Canon C300 untuk sineas profesional
Canon akhirnya mengenalkan kamera video terbaru untuk sineas profesional. Sebuah model yang terjangkau harganya, kompak ukurannya, tapi sudah memenuhi standar produksi film layar lebar Hollywood.

”Selamat datang ke Hollywood Mr. Mitarai,” ujar sutradara Martin Scorcese kepada Fujio Mitarai, Chairman dan chief executive Canon Inc dalam seremoni di studio Paramount Pictures, Amerika, Kamis (3/11) silam. Scorcese, bersama sutradara papan atas Hollywood seperti Jon Favreau dan Ron Howard sengaja datang untuk melihat langsung Cinema EOS, kamera terbaru Canon itu. Bisa jadi mereka bakal jadi orang pertama yang menggunakan Cinema EOS dalam produksi film terbaru tahun depan.

Maklum, kamera itu baru akan diluncurkan pada Januari 2012 mendatang. Harganya USD20.000 atau Rp170 juta untuk bodi saja. Meski tidak murah untuk konsumen awam, namun harga itu termasuk low end di segmen kamera film HD digital profesional yang bisa diatas Rp500 jutaan.

Cinema EOS tersedia dalam dua model, yakni EOS C300 Digital Cinema Camera dan EOS C300 PL. EOS C300 menggunakan lensa EF, yakni lensa yang digunakan di varian digital single lens reflex (DLSR) keluaran Canon. Canon juga merilis beberapa model lensa baru khusus untuk C300 dengan nama lensa EF Cinema. Harganya Rp380 juta hingga Rp400 jutaan.

EOS C300 PL Digital Cinema Camera sendiri menggunakan lensa PL (positive lock) yang biasa digunakan oleh kamera film profesional. Kehadiran EOS C300/C300 PL menandai masuknya Canon ke industri kamera video digital beresolusi tinggi. Tapi, sebenarnya kamera DSLR Canon sendiri sudah terlebih dulu bersinggungan dengan industri tersebut. Tepatnya setelah mereka merilis Canon EOS 5D dan Canon EOS 7D. Kedua kamera itu sudah dibekali kemampuan merekam video full high-definiton (HD) beresolusi 1920 x 1080 atau yang lebih dikenal dengan 1080p.

Alhasil, banyak sineas independen atau rumah produksi yang membuat video, film independen, dan lainnya memanfaatkan EOS 5D ataupun 7D. Bahkan, kemudian muncul istilah ”EOS Movie” untuk menggambarkan film atau video yang disyut menggunakan Canon EOS dan lensa EF.
Canon EOS 5D Mark II, versi upgrade dari EOS 5D, tak hanya menjadi favorit para sineas independen yang memiliki bujet terbatas. Ternyata kamera tersebut juga dilirik oleh sutradara papan atas Hollywood.

5D Mark II digunakan di musim kedelapan (terakhir) House, serial TV populer yang tayang di jaringan FOX. Sutradara Jon Favreau juga menggunakan 5D Mark II untuk mensyut adegan balap mobil di Iron Man 2. Begitu juga dengan Joe Johnston yang menggunakannya untuk merekam beberapa adegan dengan dept of field (DOF) ekstrem di film Captain America: The First Avenger yang di distribusikan oleh studio Paramount Pictures.

5D Mark II difavoritkan karena ukurannya yang kompak, kualitas video HD, serta interchangable lens (lensa dapat ditukar). Karena itu pula, bodi C300 dipahat agar menyerupai bodi DSLR yang kompak. Cocok untuk digunakan dalam adegan action yang butuh ruang sempit. Tidak pula sulit untuk ditenteng menggunakan rig karena beratnya tak sampai 2 kilogram.

Sedangkan kualitasnya, kata Mitarai, tidak kalah dengan kamera film konvensional. C300 mampu menampilkan gambar hangat, serta skin tone (warna kulit) lebih baik.

Senior Director, Professional Engineering dan Solutions, Imaging Technologies dan Communications Group Canon Larry Thorpe mengatakan, segmen pasar dari C300 sebenarnya sangat luas. Selain industri film dan acara TV, juga iklan komersial, film dokumenter, korporat, pemerintah, hingga militer.

Sintra Wong, Marketing Manager Canon Image Communication Products PT Datascrip mengaku belum mendapat jadwal pasti kapan Canon C300 akan masuk ke Indonesia. ”Yang jelas, di Indonesia kamera ini akan menyasar segmen niche,” paparnya.

Selain C300, Canon juga berupaya mengembangkan kamera DSLR-nya ke ranah yang belum bisa dicapai sebelumnya. Saat ini mereka tengah mengembangkan sebuah DSLR dengan kemampuan untuk merekam film secara full frame 4K (3840 x 2160) pada 24p.

Bodi kamera yang belum punya nama itu mirip dengan 5 D Mark II, namun menggunakan sensor APS-H yang digunakan 1D Mark IV. Belum ada kabar kapan kamera itu akan dirilis. Yang pasti, akan menjadi game changer dalam industri film profesional di masa depan.

Spesifikasi Canon C300
Tersedia dalam dua model, menggunakan lensa interchangable (bisa ditukar) EF milik DSLR Canon atau lensa PL yang biasa digunakan kamera film profesional.
– Sensor CMOS berukuran 24.6 x 13.8mm setara Super 35mm.
– Ukurannya kompak, 5.2 (lebar) x 7.0 (tinggi) x 6.7 (panjang) inci, memudahkan untuk mensyut adegan sulit, misalnya low-angle.
– Memiliki berbagai aksesoris pendukung, seperti handle, grip, thumb rest, monitor unit, dan lainnya.
– Menggunakan transmiter khusus, C300 dapat dikontrol lewat smartphone/tablet PC.
– Fitur fast-motion shooting memungkinkan kamera menangkap gambar 1/2,5 frame per detik, sehingga bisa dipercepat hingga 60x kecepatan normal.
– Menggunakan prosesor Canon DIGIC DV III yang prima di kondisi pencahayaan rendah.
– Mampu merekam 24P, 25P, 30P, 1080p
– Memiliki slot CF ganda yang dapat menulis sekaligus.
– Beratnya hanya 1.45 kg (versi EF) dan 1.65 kg (versi PL).
– Harga : sekitar Rp170 jutaan.
– Ketersediaan : Januari 2012

Iklan