Tablet Android Lenovo dilengkapi dengan docking keyboard menyasar segmen baru.
Tablet Android Lenovo dilengkapi dengan docking keyboard menyasar segmen baru.
Pasar tablet memang belum tersaturasi.Namun butuh lebih dari sekadar Android untuk bertahan di kompetisi yang sudah sengit.Solusinya: melebur tablet dan notebook.

Langkah ini sudah dilakukan oleh Asus saat merilis Eee Pad Transformer Juni 2011 silam. Asus adalah satu dari banyak pemain besar di segmen netbook yang mulai fokus ke produk tablet. Perusahaan manufaktur komputer di dunia sadar bahwa pasar netbookmemang tetap ada dan besar. Tapi tahun depan grafiknya akan mengerucut, akan tergerus oleh tablet.

Karena itu mulai sekarang pun mereka harus siap mengantisipasi tren ini dengan menghadirkan lini produk tablet yang solid. Beruntung, formula hibrida tablet dan notebook Eee Pad Transformer ternyata disambut positif oleh pasar dan analis. Lewat dukungan docking keyboard di Eee Pad Transformer, Asus membuktikan bahwa ternyata tablet juga bisa dijadikan alat penunjang produktifitas (content production), bukan sekadar alat konsumsi konten (content consumption).

Didukung dengan harganya yang terjangkau dibandingkan iPad, Eee Pad Transformer menawarkan pilihan alternatif kepada konsumen. Hasilnya positif,penjualan mereka meningkat. Pada kuartal kedua tahun ini mereka membukukan laba tertinggi, dengan perkiraan penjualan 300.000 unit tablet perbulan.

Meski sedikit terlambat, Lenovo masuk juga ke segmen hibrida notebook dan tablet ini lewat IdeaPad Tablet K1 dan Thinkpad Tablet. K1 menyasar segmen konsumen umum, sedangkan Thinkpad Tablet untuk pebisnis.

”Pasar tablet di Indonesia masih sangat terbuka,jadi sebenarnya kita belum terlambat,” terang Country General Manager Lenovo Indonesia Sandy Lumy di ajang Indocomtech 2011, JCC,Selasa (2/11).


Kedua tablet tersebut menggunakan sistem operasi Android Honeycomb, memiliki layar 10.1 inci,serta prosesor dual core Nvidia Tegra 2. Pada Thinkpad Tablet, Lenovo membekalinya dengan berbagai aksesoris pendukung. Pertama adalah pena digitizer. Menggunakan baterai A4,”pena ajaib”ini bisa digunakan untuk menggambar ataupun menulis.

Sedangkan menulis pesan, email, bahkan mengerjakan laporan akan lebih nyaman jika menggunakan aksesori kibor eksternal yang disebut keyboard folio case. Di dalam aksesoris tersebut bahkan sudah terdapat optical TrackPoint untuk menggerakkan kursor. Koneksi keyboard-nya juga lebih simple,karena menggunakan USB dan bukan bluetooth. Sehingga diklaim lebih stabil untuk digunakan.

Thinkpad Tablet sengaja dirancang sebagai perangkat komputasi pendamping bagi para profesional yang sering bepergian. Pada Lenovo IdeaPad Tablet K1 sendiri sudah terisi hiburan berupa aplikasi berbasis Android, seperti Netflix, Amazon, Adobe, Electronic Arts, Rovio, Zinio, dan Dataviz yang diklaim bernilai hingga USD50. Termasuk game seperti Need for Speed Shift, Angry Birds, serta aplikasi untuk membaca Kindle dan Documents to Go.

Pihak Lenovo percaya, meski sudah ada pemain pada segmen ini, keberadaan dua tablet ini akan tetap diminati. Apalagi sebagai penawaran perdana,Lenovo akan menjual IdeaPad Tablet K1 dengan potongan harga spesial sebesar Rp1.000.000 untuk 100 pembeli pertama.

Pembeli ke 101 dan seterusnya akan memberikan kesempatan cicilan. Sementara itu, 100 pembeli pertama ThinkPad Tablet juga akan memperoleh keyboard folio case gratis senilai USD99. ThinkPad Tablet dipasarkan di harga Rp8.099.000. Sementara IdeaPad Tablet K1 Rp5.199.000. Jadi, tertarik untuk mencoba hibrida tablet+notebook?