CEO Nokia Stephen Elop di Nokia World
CEO Nokia Stephen Elop di Nokia World
Perhelatan Nokia World di London, Rabu (26/10) lalu menjadi ajang unjuk gigi Nokia terhadap sebuah produk yang diharapkan dapat merengkuh kembali market share high-end phone mereka yang termarjinalkan oleh handset inovatif keluaran Apple serta produk Android.

Tidak ada kata terlambat bagi Nokia. Memang mereka terdesak dan sempoyongan menghadapi serangan bertubi-tubi dari iOS maupun Android di pasar high-end phone. Tapi, di segmen ponsel medium dan low-end sebenarnya Nokia masih solid. Mereka masih memimpin dengan OS Symbian, yang kabarnya akan terus dikembangkan hingga beberapa tahun kedepan.

Riset yang dihelat oleh KPCB (Kleiner Perkins Caufield & Byers) menyebut bahwa jumlah smartphone yang beredar secara global hanya 835 juta unit, jauh dengan dengan non-smartphone yang mencapai 5,6 miliar unit. Jika Nokia masih memimpin segmen non-smartphone, artinya secara global posisi mereka masih diatas angin. Apalagi, mereka mengklaim memiliki 1,3 miliar pengguna harian di seluruh dunia.

Kendati demikian, inovasi harus terus dilakukan. Terutama untuk memperbaiki lemahnya sistem pertahanan mereka di lini smartphone. Karena itu, kerjasama Nokia dengan Microsoft Februari silam menyimpan harapan besar. Yakni, menghasilkan sebuah produk yang cukup kokoh untuk menantang kedigdayaan iOS dan Android yang sangat sulit dihadang.

Wujud ponsel bersistem operasi Windows itu akhirnya ditunjukkan oleh Presiden dan CEO Nokia Stephen Elop dalam lini produk bernama Lumia. Nokia Lumia 800 dipasarkan USD580 (Rp5,1 juta), sementara Lumia 710 dipatok USD375 (Rp3,3 juta).

Selain itu, Nokia juga mengenalkan empat model lain yang ditujukkan untuk memperkuat posisi mereka di negara berkembang. Yakni Nokia Asha 300, Nokia Asha 303, Nokia Asha 200 dan Nokia Asha 201.

Keempat ponsel berlabel Asha yang dilengkapi dengan kibor QWERTY dan layar sentuh ini tidak hanya diharapakan dapat menghubungkan ”the next billon” ke internet, tapi juga semakin mengaburkan jarak antara smartphone dan feature-phone.

Dengan kisaran harga USD84 (Rp740.000) hingga USD160 (Rp1,4 juta), fitur dan desain Asha sengaja di buat untuk menarik market menengah ke bawah. Termasuk fitur SIM card ganda, musik, peta yang lebih interaktif, hingga game Angry Birds yang sudah terinstal. Ponsel tersebut akan mulai dikapalkan secara global pada akhir tahun ini atau awal 2012.

Menurut Elop, Lumia 800 yang dibekali dengan lensa Carl Zeiss dan memori internal 16 GB akan tersedia di beberapa negara Eropa mulai November, termasuk Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Spanyol, dan Inggris. Sementara Hong Kong, India, Rusia, Singapura, serta Taiwan menyusul sebelum pergantian tahun.

”Delapan bulan lalu, kami mengumumkan strategi kami. Dan sekarang kami menunjukkan bagaimana strategi di-eksekusi jadi langkah pasti,” ujar Elop.

Menurut Elop, Lumia adalah babak baru bagi Nokia. ”Lumia sangat ringan. Inilah Windows Phone pertama dalam arti sebenarnya,” katanya. Ia mengakui, ketika mengambil tampuk kepemimpinan Nokia setahun lalu, ada banyak keputusan sulit yang harus diambil. ”8 bulan lalu di London kami merancang langkah baru untuk Nokia. Sejak itu, arah kami hanyalah maju. Tanpa menoleh ke belakang,” katanya.

Menurut Elop, Windows akan menjadi platform sistem operasi utama dari Nokia di masa depan. Namun, mereka tidak akan berhenti untuk mengembangkan Symbian maupun MeeGo.

Di Indonesia, misalnya, Nokia baru saja mengenalkan ponsel dengan versi Symbian terbaru, Belle, melalui Nokia 600 dan 700. Dan walaupun tidak dipasarkan disini, Nokia N9 yang menggunakan platform MeeGo sempat dipamerkan di Nokia Connection, Singapura, akhir Juni silam.

Menurut Neil Mawston dari Strategy Analytics, Nokia sempat berada dalam kondisi terpojok. Yakni ketika Symbian sudah tidak bisa lagi bersaing dengan sistem operasi seperti iOS dan Android, sedangkan MeeGo yang meski canggih tapi butuh waktu lama untuk mengembangkannya.

”Mau tidak mau Nokia masuk ke strategi multi-platform, dan menghadirkan platform ketiga (Windows),” paparnya.
Tapi, masihkan ada tempat untuk Lumia dan Windows Phone? ”Lumia memang bagus. Tapi, smartphone tersebut tidak akan menjadi ’pembunuh’ iPhone ataupun Android,” komentar Neil Mawston. ”Keunggulan Nokia ada pada harganya yang kompetitif,” tambahnya.

Analis dari Ovum Nick Dillon menilai, walaupun pasarnya masih terbuka, tapi Nokia berada dalam kondisi genting. ”Tantangan yang dihadapi Nokia saat ini sangatlah berat. Banyak pengguna potensial Windows Phone yang sudah berganti ke Android ataupun iPhone. Akan sulit bagi mereka untuk kembali ke Windows,” katanya.

Kesulitan utama bagi Nokia, lanjut Dillon, adalah untuk meyakinkan para pengguna smartphone saat ini untuk berganti ke sebuah sistem operasi ”baru” dan berisiko. danang arradian

Di Indonesia, Nokia mendapat serangan dari semua lini. Di segmen low-end, ada vendor lokal seperti Nexian, Ti-Phone, ataupun HT-Mobile yang memasarkan ponsel dengan harga sangat murah. Sedangkan di segmen high-end padat dengan kehadiran BlackBerry, iPhone, serta vendor pengusung Android seperti Samsung, HTC, ZTE, ataupun Huawei.

iPhone menarik hati mereka yang mendambakan desain serta dukungan aplikasi solid. Fitur BlackBerry Messanger (BBM) di Indonesia belum tergantikan sebagai fitur chat paling populer. Sedangkan pengguna Android di Indonesia sendiri terus meningkat seiring harga handset yang semakin terjangkau.

Warna-warna cerah Nokia Lumia
Warna-warna cerah Nokia Lumia
Iklan