Skype Mobile di Samsung Galaxy S II
Skype Mobile di Samsung Galaxy S II
Menggandeng Telkomsel, Skype secara resmi meluncurkan layanannya di Indonesia. Apa yang berbeda? Keuntungan apa saja yang bisa di dapatkan pengguna? Dan sejauh mana langkah ini mempengaruhi gaya hidup para pengguna smartphone?

Layanan voice over internet protocol (VoIP) yang dipopulerkan oleh Skype sukses karena kepraktisannya. Menggunakan teknologi P2P (peer to peer) yang berjalan di protokol internet khusus, sesama pengguna Skype dapat melakukan panggilan suara ataupun video secara gratis.

Cara kerjanya kurang lebih serupa saat kita berkirim data seperti gambar, teks, ataupun lagu. Data suara pertama-tama diubah menjadi kode digital terlebih dahulu, lantas dialirkan melalui jaringan yang mengirim paket-paket data itu.Maka dengan hanya bermodal koneksi internet kita bisa mengobrol dengan lawan bicara di luar kota atau bahkan negara berbeda secara gratis. Syaratnya, baik penelepon maupun lawan bicara harus sama-sama terhubung di internet melalui Skype.

Dari segi biaya, bayangkan besarnya penghematan jika dibandingkan biaya pulsa telepon sambungan langsung jarak jauh (SLJJ) atau internasional (SLI). Seharusnya, dengan penetrasi smartphone yang sangat tinggi Skype bisa menjadi media komunikasi alternatif. Namun sayang, kualitas jaringan internet yang kurang baik membuat layanan ini jarang dimanfaatkan.

Layanan seperti Skype memang harus berjalan di atas backbone jaringan yang stabil. Yakni 3G dengan kecepatan 384 kbps. Jika dibawah 200 kbps, hasilnya suara jadi patah-patah. ”Panggilan melalui Skype membutuhkan koneksi internet yang stabil, ” ujar Riswan Christianto dari ID-Android.

Gandeng Telkomsel

Rabu (26/10) silam, Skype secara resmi masuk ke pasar Indonesia dengan mengumumkan kemitraan bersama Telkomsel. Fokusnya jelas, mengakselerasi pengguna Skype pada peranti bergerak seperti smartphone.

”47% pengguna internet di Indonesia menggunakan ponsel. Karena itu kami mulai fokus ke layanan smartphone,” beber Dean Neary, Vice President & General Manager of International, Skype.

Pihak Telkomsel memisahkan langganan Skype dengan langganan Telkomsel Flash meskipun sama-sama menggunakan paket data. ”Kami ingin merangkul pengguna Skype yang mungkin belum berlangganan Flash. Mereka bisa berlangganan Skype, tanpa harus berlangganan Flash,” ujar Herfini Haryono, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Telkomsel.

Kerjasama ini memungkinkan perangkat lunak Skype digunakan tidak hanya pada PC seperti yang populer selama ini, melainkan juga di berbagai smartphone multiplatform, memungkinkan pelanggan dapat melakukan percakapan melalui Skype di mana saja (mobile).

Pada awal peluncurannya, aplikasi Skype hanya tersedia pada 24 smartphone tertentu seperti dari Samsung, BlackBerry, Nokia, dan LG. Namun kedepannya layanan akan diperluas ke perangkat ponsel low-end dengan basis J2ME.

Bisnis model yang ditawarkan Telkomsel adalah paket data seharga Rp25.000 per bulan untuk pelanggan kartuHalo, simPati, dan Kartu As. Ada beberapa fasilitas yang bisa di dapat. Pertama, memungkinkan panggilan Skype-to-Skype secara unlimited tanpa dikenakan biaya tambahan pemakaian pulsa.

Kedua, pengguna bebas mengirimkan dan menerima pesan instan (instant messages) ke seluruh teman, baik secara personal (1 to 1) maupun melalui grup, berpartisipasi dalam conference calls, serta memiliki aplikasi Skype app ”always on“ dan dapat melihat status online kontak pengguna Skype lain.

Juga, pengguna juga dapat melalukan panggilan internasional dari Skype ke saluran telepon tetap (lineline) ataupun bergerak dengan tarif premium.

Bagi pelanggan Telkomsel yang mengaktifkan paket data Telkomsel khusus Skype sebelum tanggal 31 Januari 2012 dapat menikmati layanan Skype selama dua minggu tanpa dipungut biaya.

Saat ini Indonesia memiliki lebih dari 3 juta pengguna Skype yang terdaftar dan sekitar 1 juta connected user (pengguna aktif). Pihak Telkomsel menargetkan sekitar 1 juta pengguna baru hingga 12 bulan kedepan.

Siapa saja target utama layanan ini? Menurut Riny Novitriyanti, GM Product Bussiness Management Telkomsel, para pengguna Skype adalah mereka yang memiliki kerabat di luar negeri, para ekspatriat, pebisnis, juga pengguna domestik. ”Saya pikir marketnya sangat menjanjikan. Karena moda komunikasi VoIP saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat,” ujarnya.

Kehadiran Skype, menurut Riny, akan memperkuat layanan data bagi pengguna Telkomsel dengan menawarkan cara baru melakukan panggilan melalui telepon seluler ke seluruh dunia. Di sisi lain, layanan ini juga menghadirkan kesempatan bagi para pengguna Skype untuk berkomunikasi dengan teman, keluarga maupun mitra bisnis menggunakan jaringan luas dan berkualitas milik Telkomsel.

”Dengan semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang mengakses internet melalui ponsel, mereka juga menghendaki percakapan Skype dibawa kemanapun mereka pergi,” tambah Dean Neary Vice President & General Manager of International, Skype.

Menurut studi yang dilakukan Juniper Research, layanan mobile VoIP akan terus berkembang pada masa mendatang. Bahkan, pertumbuhannya diprediksi lebih cepat di pasar negara berkembang.

”Pada 2012 kami prediksi mobileVoIP akan menyerap pasar secara signifikan,” papar Anthony Cox, Senior Analyst dari Juniper Research. Persentase tertinggi penggunaan aplikasi mobileVoIP, Cox menyebutkan,akan dilakukan melalui jaringan Wi-Fi dan operator.

Sementara itu, riset yang dilakukan oleh Kleiner Perkins Caufield & Byers (KPCB) baru-baru ini menyatakan bahwa Indonesia berada dalam posisi 10 negara dengan pelanggan 3G terbesar di dunia dengan total 27 juta pelanggan. Pertumbuhan jumlah pelanggan 3G di Indonesia sebesar 40% per tahunnya.

Pasar 3G yang sangat besar ini jelas memberikan keuntungan baik dari Telkomsel maupun Skype. Bagi Skype, mereka diuntungkan dengan meluasnya adopsi layanan, sedangkan Telkomsel mengambil profit dari paket data yang mereka tawarkan.

Dengan 663 juta pengguna terdaftar, Skype menjadi layanan VoIP terpopuler di dunia. Setiap harinya layanan ini digunakan oleh 65 juta pengguna yang log in. Mereka menghabiskan 700 juta menit melakukan panggilan SKype to SKype, 30 juta menit per hari dari SKype ke ponsel atau telepon rumah, dan 300 juta menit video call per hari.

Pada 13 Oktober silam, Microsoft resmi mengakuisi Skype dengan nilai USD8,5 miliar. Akuisisi ini diharapkan dapat mempercepat agregasi langkah Skype untuk semakin mendunia. CEO SKype Tony Bates, yang kini menjabat sebagai Presiden Divisi Skype Microsoft, menargetkan pihaknya bisa meraih 1 miliar pengguna harian.

Iklan