CEO Motorola Mobility Sanjay Jha mengenalkan Droid Razr
CEO Motorola Mobility Sanjay Jha mengenalkan Droid Razr
Razr adalah produk ponsel tersukses yang pernah diproduksi Motorola. Namun, Razr pula yang membuat perusahaan itu merugi. Mengapa tahun ini Razr dibangkitkan kembali?

Motorola pernah punya produk flagship yang sulit disaingi kompetitor pada masanya. Produk itu adalah Motorola Razr. Sebuah ponsel yang begitu fokus pada desain. Bodi clamshell-nya tidak hanya tipis, juga diukir cantik. Begitu cantiknya hingga Razr dijuluki fashion phone. Razr dirilis pertama kali pada 2004 dan langsung mencuri perhatian. Pada 2006 Motorola berhasil menjual 50 juta unit Razr di seluruh dunia.

Dua tahun kemudian penjualan Razr berhasil tembus 80 juta unit. Inilah ponsel clamshell tersukses yang pernah diciptakan Motorola (hingga saat ini). Kesuksesan Razr membuat Motorola semakin fokus membenahi desain.V8 dan V9 yang jadi bagian dari line up Razr2, dihadirkan dengan desain lebih modern dan futuristik. Karena terlalu percaya diri, Motorola justru melupakan inovasi di bidang teknologi.Pada saat itu, rival-rival mereka sudah menghadirkan user interface dan sistem operasi yang lebih baik. Sebut saja LG Chocolate, BlackBerry,dan iPhone.

Yang terjadi, seperti yang bisa ditebak, konsumen lebih mengutamakan teknologi daripada desain. Karena itu, perlahan Razr mulai ditinggalkan. Penjualan V8 dan V9 terpuruk. Strategi Motorola untuk mengambil kembali market sharedengan menjual versi murah Razr justru jadi senjata makan tuan. Mereka semakin merugi. Pada kuartal empat 2007, total kerugian yang dialami Motorola mencapai USD1,2 miliar (Rp10 triliun). Market shareglobal mereka menurut drastis dari 18,4% pada 2007 menjadi 9,7% pada 2008. Setahun kemudian,mereka berupaya bangkit, mengambil momen eskalasi Android.

Beruntung, line up Motorola Droid direspons positif di pasar Amerika. Pada 2010 Motorola tetap harus puas duduk di peringkat ketujuh vendor ponsel dunia. Tahun ini Motorola semakin agresif.Pada Januari 2011, Motorola Mobility, divisi baru khusus peranti bergerak (mobile device) dibentuk. Dikepalai langsung oleh CEO Sanjay Jha, yang sebelumnya menjabat sebagai Co-CEO Motorola Inc sejak 2008. Di bawah kepemimpinan Jha, Motorola Mobility membuktikan bahwa mereka bisa jadi yang terdepan di bidang teknologi. Mereka merilis Xoom, tablet pertama yang dibekali Honeycomb,Android khusus tablet.

Ada pula Atrix 4G, smartphone pertama yang mengusung prosesor dual core dan RAM 1 GB. Puncaknya, Agustus 2011 silam, raksasa teknologi Google melakukan akuisisi Motorola Mobility senilai USD12,5 miliar atau setara Rp106,2 triliun dalam bentuk uang tunai. Dengan begitu, Google menguasai 63% saham Motorola Mobility. Salah satu dampak akuisisi ini adalah Google bisa bersaing langsung dengan produk keluaran Apple. Karena itu, Motorola Mobility pun mereinkarnasi Razr. Konsepnya masih sama, harus memiliki desain yang mengejutkan. Bedanya, dari sisi teknologi,Razr sudah sangat siap.Razr didukung oleh salah satu sistem operasi terbaik saat ini, Android, namanya Droid Razr.

Layar Sentuh, Bodi Tertipis

Droid Razr memang masih mengusung benang merah seri Razr sebelumnya.Memiliki desain begitu cantik hingga layak disebut ikon fashion. Namun, perombakan desain pada Droid Razr dilakukan signifikan. Desain clamshell ditinggalkan karena ketinggalan zaman. Sebaliknya, layar Droid Razr full sentuh, mengikuti keinginan pasar.

Penampang layar Corning Gorilla Glass 4,3 inci yang tahan gores memiliki display qHD 960×540, salah satu yang terbaik saat ini. Ketebalan bodi Droid Razr hanya 7,1 mm, lebih tipis daripada Samsung Galaxy Nexus yang sudah sangat tipis: 8,94 mm. Bodi Droid Razr disepuh oleh serat Kevlar yang tidak hanya melindungi,juga membuatnya tampak kokoh dan elegan. ”Droid Razr hadir lebih tipis, lebih pintar, dan lebih kuat di antara smartphone yang ada di pasar saat ini,” se-but Sanjay Jha,CEO Motorola Mobility.

Sementara, Product Manager Motorola Mobility Alain Mutricy mengatakan, walau pada 2007 Razr sempat ditinggalkan, nama Razr tetap fresh di mata konsumen.”Razr tetap identik sebagai peranti mobile tertipis dan elegan,” ujarnya kepada Reuters. Kombinasi prosesor dan memori Droid Razr sudah yang terbaik: 1.2 GHz dan RAM 1 GB.Verizon Wireless juga menyediakan model 4G LTE khusus yang 10 kali lebih cepat dibandingkan 3G. Mulai 27 Oktober mendatang, Droid Razr dipasarkan secara bundlingdengan Varizon Wireless. Harganya USD299 bersyarat kontrak selama 2 tahun.

Ternyata,harga yang lebih mahal USD100 dibandingkan iPhone 4S ini bisa berdampak signifikan. Setidaknya bagi analis dari NPD Ross Rubin. Menurut Rubin,hanya 10% konsumen di Amerika mau membeli ponsel bundling seharga USD299. ”Sisanya adalah USD199,seperti harga iPhone 4S,” katanya.Konsumen di Amerika, menurut Rubin, sangat sensitif terhadap harga. Ketika Apple merilis iPhone 4S,misalnya,harga iPhone 4 mereka pangkas menjadi hanya USD99. Sementara, iPhone 3GS dibagikan gratis.Tentu saja, tetap dengan kontrak 2 tahun dengan operator.

Karena itu, analis Avian Securities Matthew Thornton menganggap Razr akan masuk ke dalam kompetisi yang sudah sengit. Maklum,Verizon Wireless, anak perusahaan Vodafone Group dengan 102 juta pengguna itu juga merilis model dari kompetitor Motorola seperti Samsung Electronics dan HTC Corp. ”Saya pikir kehadiran Razr tidak akan mengubah market share Apple, Samsung, atau HTC di Verizon,”kata Thornton.

Iklan