Nokia 700 melakukan tapping pada stiker dengan NFC tag
Nokia 700 melakukan tapping pada stiker dengan NFC tag
Penyerapan terbaik fitur Near Field Communication (NFC) di Indonesia ternyata bukan sebagai alat bayar. Ekosistemnya di duga lebih cepat tumbuh melalui kegiatan fun: aksesori, aplikasi, gaming, sharing, hingga kerjasama promo dengan merchant.

Ketika Google Wallet diluncurkan pertengahan September silam, publik dibuat heran. Fitur tersebut membuat ponsel yang dibekali chip NFC berfungsi sebagai alat bayar layaknya kartu kredit. Bisa untuk membayar tagihan, membeli barang, membeli tiket transportasi umum, dan lainnya.

Mereka yang sudah menggunakan terkesan dengan kecepatan dan kemudahan Google Wallet dan fitur NFC. Sayangnya, NFC sebagai moda pembayaran ini tidak berkembang cepat.

Selain ponsel yang dibekali chip NFC masih terbatas, merchant yang memiliki NFC-card reader juga masih sedikit. Tak heran jika Greg Kumparak dari TechCrunch menilai masih butuh waktu cukup lama bagi NFC sebagai alat bayar untuk mendapatkan popularitasnya di Amerika.

Meski demikian, fitur NFC ini sudah dibawa ke Indonesia oleh vendor Nokia. Pekan ini mereka akan meluncurkan ponsel Nokia 700 yang sudah dibekali chip NFC. Model lainnya, Nokia 600, setidaknya dirilis bulan depan.

Hanya saja, Nokia Indonesia mengaku tidak akan mendorong fungsi NFC di Nokia 600 dan 700 sebagai media penunjang pembayaran. Justru sebaliknya, mereka menyiapkan sebuah ekosistem NFC yang cool dan fun, sehingga menarik bagi pengguna.

Beragam Fungsi
NFC, komunikasi nirkabel jarak pendek itu, memungkinkan hubungan peer-to-peer (P2P – Perangkat ke Perangkat). Dua buah ponsel yang sama-sama memiliki chip NFC dapat langsung terkoneksi, mengirim, mentransfer, membaca serta mengkonfirmasi data. Mulai file foto, dokumen, hingga musik.

Kemarin, Product Marketing Manager Nokia Indonesia Irwan Hermawan menunjukkan bagaimana dua Nokia 600 mengirimkan sebuah gambar hanya dengan menyentuhkannya. ”Prosesnya cepat dan praktis,” ujarnya di Union Cafe, Plaza Senayan, Jakarta.

Selain P2P, NFC dapat pula bekerja melibatkan inisiator dan target. Perangkat smartphone dengan chipset-NFC berfungsi sebagai inisiator, menghasilkan medan RF yang dapat membaca data dari target pasif (tanpa power).

Bentuk obyeknya bisa sangat beragam dan sederhana. Mulai tag, stiker, kunci, kartu, dokumen-dokumen identifikasi, kartu perjalanan, mobile commerce, dan lainnya yang tidak memerlukan power/daya listrik sama sekali.

Irwan memperlihatkan bagaimana Nokia 700 membaca sebuah tag cukup dengan mendekatkan ponsel tersebut ke tulisan. Setelah koneksi terjalin, ponsel langsung membuka sebuah tautan YouTube yang memang sudah di setting sebelumnya.

Yang menarik, menggunakan aplikasi yang disebut Nokia Tag Writer, ia bisa ”menulis” tag tersebut sesuai dengan keinginannya. ”Mulai menelpon orang tertentu, SMS, hingga tautan web. Setelah ’menulis’, kita bisa membuat status tag tersebut menjadi read only, sehingga tidak dapat dirubah oleh orang lain,” katanya. Ternyata, NFC tag ini menjadi kesempatan dan ”pintu” bagi para pengembang aplikasi lokal untuk memasarkan produknya.

Menoo!, adalah salah satunya. Aplikasi yang dikreasikan oleh Elasitas Technologies ini menyertakan teknologi NFC di dalamnya. Menoo! Tap Tap, misalnya, memungkinkan pengguna Nokia 600 ataupun 700 dapat melakukan tapping di tag tertentu untuk memudahkan mendapat reservasi di restoran.

Kedepannya tag ini juga bisa digunakan untuk mendapatkan promo, memilih menu makanan, serta mengisi survey. ”Kemungkinannya masih sangat luas,” ujar Sandy Marly Colondam, Senior Product Manager PT elaistas Multi Kreasi.

Menoo! adalah direktori kuliner mobile yang berfungsi untuk mencari makanan atau menu paling direkomendasikan di sekitar lokasi penggunanya. Pengguna dapat mencantumkan review pribadi, menciptakan konten sendiri (UGC), serta memberikan suara (vote) untuk menu favorit mereka.

Gaming Kunci Sukses NFC di Indonesia
Bukan tanpa alasan Nokia Indonesia menjadi vendor pertama yang mendorong aplikasi fitur NFC di Indonesia. ”NFC akan menjadi sesuatu yang besar,” beber Irwan Hermawan, Product Marketing Manager Nokia Indonesia.

Karena itu, menurut Irwan, pihaknya tidak ingin setengah-setengah dalam mengenalkan NFC ke market. Mereka membuat ekosistem yang sangat lengkap. Mulai menyediakan perangkat ponsel NFC, aksesoris, aplikasi, gaming, sharing, serta kerjasama promo dengan merchant.
Di lini aksesoris, setidaknya sudah ada dua perangkat aksesoris berbasis NFC yang dapat dibeli pengguna. Pertama adalah Nokia Play 360, speaker hi-fi portable berbasis NFC.

Untuk mengaktifkan fitur NFC, cukup dekatkan ponsel ke speaker, maka musik yang diputar di ponsel akan langsung berbunyi di speaker. Aksesori NFC lainnya adalah headset Nokia BH-505 yang ringan dan sporty.

Selain itu, penetrasi paling cepat NFC ke pasar Indonesia dinilai Irwan adalah melalui gaming. Angry Birds Magic, adalah salah satu game pertama yang dibekali NFC.

Fitur NFC memang tidak secara langsung berdampak pada gameplay Angry Birds Magic. Namun lebih untuk membuka sejumlah level yang ”terblokir”. Level tersebut hanya bisa di aktifkan dengan men-tap ke ponsel lain yang memiliki Angry Birds Magic dan chip NFC.

Game lainnya, Fruit Ninja NFC, hampir sama. Untuk moda NFC digunakan untuk meng-unlock item berupa pedang. Begitu juga dengan Asphalt 5, dimana fitur NFC digunakan untuk bermain multiplayer.

Menariknya, meski handset NFC sendiri belum juga dirilis di Indonesia, developer game lokal ini juga sudah banyak yang tertarik untuk mengembangkan game berbasis NFC. Game Smash Mania, buatan Agate Studio, misalnya, memang sederhana. Tapi, game tersebut menggabungkan tiga fitur sekaligus : Augmented Reality (AR), dimana pengguna bisa melihat muka lawannya, gestur, serta fitur NFC.

Meski market ponsel NFC ini sendiri di Indonesia masih sedikit, aplikasi berbasis NFC menjadi fokus penting bagi Agate Studio. ”Bagi developer, yang terpenting bisa mewujudkan ide,” ujar Andhika H Estrada, Co-Founder, Chief Business Development Office Agate Studio.
Narenda Wicaksono, Developer Operation Manager Nokia Indonesia mengatakan bahwa para pengembang di Indonesia memiliki ide, kreatifitas, serta kemampuan yang tidak kalah dengan developer di luar negeri.

”NFC menjembatani ide-ide yang sebelumnya terpikir tapi tidak bisa diwujudkan. Sedangkan Nokia Store menjadi pintu gerbang bagi developer untuk mengenalkan produknya ke pasar lokal maupun internasional,” ujarnya.

Nokia Play 360, speaker hi-fi portable berbasis NFC seharga ++ Rp1 juta
Nokia Play 360, speaker hi-fi portable berbasis NFC seharga ++ Rp1 juta
Game Smash Mania ciptaan Agate Studio menggabungkan NFC, gesture, dan augmented reality. keren!
Game Smash Mania ciptaan Agate Studio menggabungkan NFC, gesture, dan augmented reality. keren!
Irwan Hermawan, Product Marketing Manager Nokia Indonesia membuat ponsel NFC "berciuman".
Irwan Hermawan, Product Marketing Manager Nokia Indonesia membuat ponsel NFC "berciuman".
Iklan