CEO Amazon Jeff Bezos memegang Kindle Fire.
CEO Amazon Jeff Bezos memegang Kindle Fire.
Kindle Fire, alat pembaca buku elektronik keluaran Amazon itu baru dirilis 15 November mendatang. Tapi hanya lima hari setelah dikenalkan pre-ordernya mencapai 250.000 orang atau 2.000 pemesan per jam!

Inilah satu-satunya tablet yang bakal jadi lawan berat iPad. Yang menarik, datangnya bukan dari lima besar vendor elektronik teratas dunia. Melainkan dari toko online dan penyedia konten terbesar di dunia: Amazon.

Amazon sukses besar dalam memasarkan alat pembaca buku elektronik Kindle di Amerika karena tiga alasan. Pertama konsumsi konten digital seperti e-book yang terus meningkat. Kedua harganya yang lebih ramah kantong, yakni USD114 (Rp969 ribu) dan USD139 (Rp1,2 juta).

Ketiga, Amazon melengkapi Kindle dengan dukungan konten yang sangat lengkap: 1 juta judul e-book, 100.000 judul film dan acara TV, serta 17 juta lagu.

Rabu (28/9) silam, Amazon menyegarkan lini produk Kindle dengan mengenalkan Kindle Fire. CEO Amazon.com Inc. Jeff Bezos percaya diri bahwa integrasi konten Amazon yang sangat luas akan menjadi kunci sukses Kindle Fire.

”Alasan vendor lain tidak sukses karena mereka hanya membuat tablet. Tapi tidak membuat konten pendukungnya,” ujar Bezos yang mantan manajer keuangan Wall Street itu.

Kindle Fire memang berjalan menggunakan sistem operasi Android buatan Google. Tapi, tablet tersebut tidak bergantung pada Android Market untuk mengunduh game atau aplikasi. Tablet tersebut memiliki aplikasi khusus yang dapat berintegrasi sempurna dengan toko online Amazon.

Tak hanya itu, sebagai strategi agar pengguna Kindle Fire tak hanya membeli konten digital saja di Amazon, diberikan bonus berlangganan Amazon Prime secara gratis.

Amazon Prime adalah layanan pengiriman barang premium berbiaya USD79 per tahun. Dengan berlangganan Prime pengguna mendapatkan fasilitas pengiriman tercepat ke rumah mereka: hanya dua hari untuk setiap barang yang mereka beli dari Amazon.

Memang tidak ada data resmi dari Amazon berapa Kindle yang terjual selama ini. Tapi, antisipasi terhadap Kindle Fire ternyata luar biasa. Menurut website Cult of Android, pre-order Kindle Fire mencapai 2.000 unit per jam atau lebih dari 50.000 unit per hari.

Jika angka itu akurat, akan ada 2.5 juta Kindle Fire terjual pada peluncuran resminya 15 November mendatang, lebih besar dari penjualan iPad dan iPad 2 di bulan pertama.

Sarah Rotman Epps dari Forrester Research berani memprediksi akan ada 3 juta unit Kindle Fire dalam waktu 1,5 bulan. Sebagai perbandingan, Apple telah menjual 29 juta iPad sejak April 2010 dan lebih dari 9 juta unit pada Juni silam.

Analis dari NPD Group Ross Rubin menilai konsumen akan lebih memfavoritkan Kindle Fire dibandingkan e-book reader Nook Color milik Barnes & Noble karena pengalaman konsumsi media yang jauh lebih lengkap. Nook Color dirilis tahun lalu dan sejauh ini menjadi pesaing terberat Kindle.

Selain itu, Rubin menilai, harga Kindle Fire sulit disaingi dengan kompetitornya. Kindle Fire hanya dipasarkan USD199 (Rp1,7 juta) jauh lebih murah dibandingkan versi iPad 2 termurah sekalipun yang seharga USD499 (Rp4,2 juta). Juga, lebih murah USD50 (Rp420 ribu) dibandingkan Nook Color.

Tapi, bukan berarti Kindle Fire tidak memiliki hambatan. Dari segi konten sudah ada friksi. Amazon Appstore hanya memiliki 16.000 aplikasi, jauh dibandingkan yang punya 425.000 aplikasi dan 100.000 diantaranya dibuat khusus untuk iPad.

Dari sisi bentuk, ukuran Kindle Fire yang kecil bisa jadi masalah. Artinya ruang untuk melihat film ataupun membaca website lebih terbatas. Masalah lain fitur ketersediaan Wi-Fi saja, tanpa adanya 3G. ”Dengan kondisi seperti ini Apple tetap menjadi market leader. Amazon menyusul di posisi kedua,” ujar Sarah Rotman Epps.

Jeff Bezos memulai Amazon.com dengan visi bahwa toko buku di internet akan lebih mudah dikonsumsi konsumen. Karena mereka bisa dengan mudahnya melihat puluhan ribu judul dengan sekali klik.

Ternyata ide itu akurat. Amazon tumbuh cepat setelah menawarkan saham perdananya ke publik pada Mei 1997. Meski, butuh lima tahun kemudian dan jajaran produk lebih luas (CD, DVD, produk elektronik) hingga mereka bisa membukukan laba bersih. Sekarang, pendapat Amazon pada kuartal pertama 2011 mencapai USD191 juta.

Walau sukses memasarkan konten digital, tapi justru Apple yang sukses menyetir pengguna untuk mau membeli lagu digital lewat iTunes Music Store pada 2003. Amazon baru mengenalkan layanan unduh video pada 2006 dan musik digital pada 2007.

Pada 2007 pula Amazon merilis Kindle untuk mengakomodir tingginya konsumsi terhadap buku elektronik. Kindle pun menjadi alat pembaca buku elektronik yang difavoritkan warga Amerika karena murah harga bukunya, murah pula harga alatnya.

Kindle Fire cuma dipasarkan seharga USD199 di Amerika
Kindle Fire cuma dipasarkan seharga USD199 di Amerika
Iklan