Proses Instalasi Symbian Anna di Nokia E7
Proses Instalasi Symbian Anna di Nokia E7
Sejak pertengahan Agustus silam pemilik Nokia Symbian^3 sudah bisa meng-update sistem operasinya ke Symbian Anna. Apa dan bagaimana caranya?

Sudah banyak pemilik Symbian^3 yang tidak sabar untuk ”berselingkuh” ke Symbian Anna. Khususnya para pengguna Nokia N8, E7, C7, serta C6-01. Dengan melakukan update ke Anna, memang ada banyak keuntungan yang di dapat.

Pertama, user interface atau tampilan antarmuka Symbian Anna jauh lebih fresh dibandingkan Symbian^3. Ikonnya lebih manis dan berwarna. Mengetik lebih mudah dalam split screen, virtual QWERTY keypad juga bisa di akses secara portrait sambil melihat thread pesan, halaman web, kontak, ataupun email.

Kedua, Symbian Anna memperbarui fitur Nokia Map, antara lain fungsi search, rute transportasi publik, serta check-in ke jejaring sosial seperti Facebook, Foursquare, dan Twitter. Ketiga, browsing-nya lebih cepat melalui browser baru.

Dan terakhir, Symbian Anna menawarkan fitur yang disebut enkripsi hardware. Dengan enkripsi ini pengguna dapat melindungi data di dalam memori ponsel agar tidak dapat diakses oleh orang lain.

Kamis (15/9) silam, pihak Nokia Indonesia mendemokan kemudahan dalam melakukan update dari Symbian^3 ke Symbian Anna melalui dua cara, yakni over the air (OTA) dan lewat Nokia Ovi Suite (version 3.1.1) di PC pada Nokia E7 menggunakan jaringan Wi-Fi restoran The Canteen, Pasific Place, Jakarta.

Koneksi data yang stabil memang sangat direkomendasikan mengingat ukuran file yang diunduh lumayan besar, lebih dari 80 MB. Karena itu, Product Marketing Manager Nokia Indonesia Irwan Hermawan mengatakan, sebaiknya update dilakukan menggunakan jaringan Wi-Fi, bukan 3G.

Caranya cukup mudah. Pertama, klik aplikasi software update (SW Update) di menu aplikasi. Maka akan muncul daftar update apa saja yang tersedia untuk handset Anda. File pertama yang diunduh sebesar 20 MB.

Jika menggunakan Ovi Suite di PC, aplikasi tersebut secara otomatis akan mem-backup data di ponsel, baik itu kontak, SMS, dan lainnya. Sedangkan jika update dilakukan secara OTA (langsung dari ponsel), kontak tidak akan ter-backup. ”Karena itu kami rekomendasikan pengguna untuk mem-backup dulu data-data penting di ponselnya,” ujar Irwan.

File yang diinstal selanjutnya adalah Symbian Anna 1/2 dan Symbian Anna 2/2, masing-masing sebesar 30an MB. Total lamanya update yang dilakukan memakan waktu sekitar 25-30 menit, tergantung dari kualitas koneksi data yang diakses. Prosesnya juga berlangsung lancar, tanpa masalah.

Setelah ketiga bagian file itu terinstal, maka ponsel melakukan reboot. Dan setelah itu tampilan layar depan pada E7 pun langsung berubah. Berganti jadi ikon-ikon bulat dan manis yang jadi ciri khas dari Symbian Anna. Perubahannya sangat terasa. Ikon-ikonnya bergerak lebih mengalir atau fluid.

Di layar utama, ada beragam Widget yang bisa diatur sesuai keinginan dan terus menerus ter-update. Misalnya mendapatkan live feed secara real time dari Facebook dan Twitter, ataupun email Gmail, Yahoo!, bahkan email kantor.

Selain itu, Ovi Maps baru bisa dinikmati. Kemudian, Nokia web browser 7.3 lebih cepat dan intuitif dalam membuka halaman. Kemudian ada sedikit perubahan di inbox, kalender, dan search apps.

Jika Symbian^3 memiliki kode nama Public Release (PR) 1.0, maka Symbian Anna berkode PR 2.0. Nantinya, ada Symbian Belle yang berkode 3.0.

Hanya saja, Belle baru akan meluncur pada pertengahan kuartal IV 2011 mendatang di Indonesia. Sistem operasi ini hadir dalam tiga tipe, yakni Nokia 600, 700, dan 701. Namun, menurut Communications Manager Nokia Indonesia Regina Hutama Poli, Nokia 701 tidak akan dirilis di Indonesia.

Salah satu kunggulan Symbian Belle ini, menurut Regina, adalah fitur Near Field Communciation (NFC). Pihak Nokia Indonesia mengaku sudah menyiapkan kejutan untuk mendukung teknologi yang juga dapat digunakan sebagai metoda pembayaran itu.