DNA balap pada All New Honda Jazz dibuktikan langsung oleh para jurnalis dengan menguji langsung kedahsyatan performa pemimpin segmen hatchback itu di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/9).

Enam All New Honda Jazz tipe S MT berjajar di paddock sirkuit Sentul. Inilah mobil yang akan dijajal performanya oleh para jurnalis. Setiap jurnalis akan di dampingi oleh seorang pembalap profesional yang akan memberikan informasi soal racing line, posisi mengemudi, akselerasi, memindah gigi, hingga mengerem.

Kemudian, para pembalap sendiri yang menentukan jurnalis mana yang berkesempatan menjajal langsung Honda Jazz dengan spesifikasi balap yang biasa turun di berbagai kejuaraan.

Menurut Marketing and After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy, pihaknya ingin agar para jurnalis merasakan langsung bagaimana kemampuan maksimal Honda Jazz saat digeber di sirkuit.
”Biasanya media melakukan test drive di jalan normal dengan kondisi ramai dan padat. Performa Jazz sesungguhnya tidak terasa,” katanya.

Memang ada sederet alasan mengapa Honda Jazz menjadi pilihan para pembalap di ajang balapan paling bergengsi Indonesia Grand Touring Car Championship (IGTC). Mulai mesin 1.5 liter i-VTEC SOHC dengan tenaga terbesar dikelasnya, bodi aerodinamis, teknologi drive by wire, hingga Torque Boost Resonator.

”Pada 2009, 26 dari 31 mobil yang berlaga di IGTC menggunakan Honda Jazz. Pada 2010, 100 persen peserta memakai Honda Jazz,” ujar pembalap Alvin Bahar.

Performa Optimal Mobil Standar

Setelah mengenakan balaclava, sarung tangan, dan helm, saya bersiap-siap di garis start. Pembalap Andrew Haryanto menyalami ramah. Usai mendapat aba-aba, gas langsung dibejek. Gigi dioper cepat. Rasio gigi Honda Jazz lebih dekat, sehingga ketika gigi dioper putaran mesin (RPM) tetap tinggi.

Memasuki tikungan pertama, Andrew yang tergabung dalam tim Honda Bandung Centre Oto Racing itu memberi kode untuk mengurangi kecepatan. Rem diinjak, roda kemudi dibelokkan mengincar tikungan terdalam. Karena sudah beberapa kali melakukan test drive di Sentul, saya sudah cukup hapal dengan kondisi sirkuit.

Ternyata Andrew menegur akibat saya terlalu dini menginjak gas saat menikung. ”Mobil jadi tidak stabil. Injak gas setelah mobil sudah menikung separuh,” ujarnya. Di tikungan kedua Andrew juga memberi kode agar saya mengoper gigi tiga, empat, dan turun lagi ke gigi tiga saat mendekati tikungan ketiga yang berbelok tajam. Pada tikungan S kecil Andrew kembali mengingatkan saya agar lebih tajam untuk mengambil jalur tikungan terdalam.

Meski, secara keseluruhan Andrew memuji racing line saya yang sudah bagus. Pada periode ini kecepatan memang dibatasi hanya sampai 120-130 kilometer perjam. Walau terbatas, secara performa baik pengereman, akselerasi, serta handling dari Honda Jazz standar ini saya rasakan sangat prima.

Dan ternyata Andrew memilih saya sebagai satu dari enam jurnalis yang berkesempatan untuk mencoba Honda Jazz dengan spesifikasi balap. Kali ini tidak bersama Andrew, tapi menggunakan mobil milik pembalap Roy Haryanto.

Honda Jazz milik Roy dimodifikasi sesuai regulasi balap Group N standar FIA (Federation Internationale de l’Automobile). Artinya, komponen mesin, sistem transmisi, serta sistem pengereman masih standar pabrik. Meski, tenaganya sendiri bisa ditingkatkan cukup drastis, hingga 150 dk.

Ternyata, apa yang dikatakan Roy sebelum saya membejek gas langsung terbukti. Bahwa tarikan, pengereman, dan tenaga Jazz versi balap ini dua kali lipat dari versi standar.

Tarikannya enteng sekali. Raungan suara mesin memompa adrenalin untuk membejek akselerasinya hingga maksimum. Sampai-sampai saya hampir terlena karena ternyata tikungan sudah dekat. Rem dibejek kencang, membuat G-force menerpa tubuh.
Untunglah jok racing memeluk erat tubuh agar tidak terombang-ambing. Suspensi yang keras memangkas bodyroll, sehingga menikung bisa dilakukan lebih cepat. Desain aerodinamis juga membuat mobil tetap stabil pada kecepatan tinggi. Tidak disangka bahwa mobil hatchback bisa secepat dan selincah ini.

”Spesifikasi standar Honda Jazz sudah sangat unggul. Karena itu pembalap akan sulit bersaing jika tidak menggunakan mobil ini,” ujar Roy yang teriakannya sedikit terhalang angin dan suara mesin. Andrenalin yang terus menerus memompa membuat dua lap dengan 11 tikungan nyaris tak terasa.

Memang dengan cara ini terbukti sudah bahwa Honda Jazz lebih superior dibandingkan rivalnya. Menurut Jonfis Fandi, PT HPM sangat berfokus pada ajang balap karena untuk memajukan inovasi bisa di dapat dari ajang balap. Ajang Honda Jazz Speed Challange (HJSC), misalnya, sudah digelar rutin setiap tahun sejak 2006 dan disebut-sebut sebagai One Make Race paling konsisten saat ini. ”Kompetisi yang tinggi memacu para teknisi menghasilkan mobil terbaik,” katanya.

Saya mencatat waktu terbaik ketiga di game ini.
Saya mencatat waktu terbaik ketiga di game ini.
Siap-siap balapan
Siap-siap balapan
bersama Roy Haryanto
bersama Roy Haryanto
Ini mobil yang dicoba, kenceng banget
Ini mobil yang dicoba, kenceng banget
Iklan