Album terbaru Björk, penyanyi pop Islandia yang mendunia itu, tidak dijual dalam bentuk CD, piringan hitam, ataupun dijual perlagu di situs seperti iTunes. Namun, albumnya dikemas dalam bentuk aplikasi untuk iPad ataupun iPhone.

Aplikasi? Ya, sebuah aplikasi senyata Angry Birds ataupun Word to Go. Menurut Bjork, ia tertantang untuk mencari cara baru dalam memproduksi musik. Yakni, bagaimana membuat fansnya dapat berinteraksi dengan cara berbeda dari karya yang ia buat.

Biophilia, tajuk album “aplikasi” Bjork itu, dapat diunduh di Apple App Store secara gratis. Setelah diunduh, pengguna dihadapkan pada semacam tata surya, yang terdiri dari sebuah bintang dan planet. Jika kita mengklik sebuah bintang, maka akan masuk ke dalam menu dengan pilihan seperti lirik, animasi, lagu, score, dan lainnya.

Hanya ada 1 lagu yang ada di album “aplikasi” Biophilia. Yaitu, Cosmogony. Kalau ingin mendengarkan 10 lagu sisanya, pengguna harus membeli. Inilah cara Bjork memonetisasi aplikasinya itu. Yaitu melalui Model bisnis pembayaran di dalam aplikasi (in-app payments).
Untuk setiap lagu, harganya USD1.99 atau dua kali lebih mahal dibandingkan lagu di iTunes yang sekitar USD0.99.

Kenapa lebih mahal? Karena pengguna tidak sekadar membeli lagu. Tapi juga berinteraksi dengan lagu tersebut. Juga mengakses banyak fitur di sebuah lagu itu. Salah satu interaksinya adalah sambil mendengarkan lagu, bisa bermain game. Lainnya, pengguna bisa berkaraoker, menciptakan bebunyian sendiri, melihat liriknya, dan lainnya. Aplikasi bertema galactic itu dikemas dengna sangat cantik dan sylish.

Karena itu, Biophilia disebut-sebut sebagai cara baru mendengarkan musik, yang melibatkan visual, sentuhan, pendengaran, dan interaksi. Inilah cara baru mendengarkan musik yang “mengharuskan” pendengarnya tidak hanya pasif mendengar, namun harus larut dalam interaksi.

Bahkan, cara ini disebut-sebut sebagai salah satu metode alternatif di masa depan yang dapat digunakan para musikus dan label dalam mempromosikan musiknya. Toh, pasarnya sudah jelas: jumlah pengunduh aplikasi yang luar biasa dahsyatnya serta smartphone yang kini menjadi sesuatu yang awam.

Membuat album musik dalam bentuk aplikasi untuk sistem operasi tertentu, bisa jadi akan memberikan kesegaran baru dalam cara memasarkan musik yang tersaturasi.

Memang saat ini masih terlalu awam untuk menilai. Karena, target pendengar Bjork pun juga pasar niche. Tapi, jika kedepannya para musikus banyak bereksplorasi pada bidang ini, kemungkinannya terbuka lebar.

Artwork album Biophilia Bjork
Artwork album Biophilia Bjork
Bjork dalam live performance album Biophilia
Bjork dalam live performance album Biophilia
Ini dia tampilan Biophilia di iPad
Ini dia tampilan Biophilia di iPad