Smartphone IVIO DE-38 terbaru dengan Android Froyo
Ponsel IVIO DE-38 terbaru dengan Android Froyo
Awal tahun lalu saya mewawancarai Presdir IMO Mobile Sarwo Wargono yang mengatakan awal maraknya persaingan ponsel Android lokal adalah kuartal kedua 2011. Sesuai prediksi, April ini vendor mulai memasarkan ponsel Android di bawah Rp1 jutaan. Dengan harga yang tak jauh berbeda dibanding feature phone, kemungkinan besar pengguna yang dulunya enggan atau takut mencoba Android bakal berubah pikiran.

Dan jika nanti terbukti banyak pengguna yang berkonversi dari QWERTY ke Android, hukum pasar pun berlaku. Kita akan melihat vendor ponsel lokal berlomba-lomba memangkas harga ponsel Android seminimal mungkin. Jika sekarang saja sudah ada yang memasarkannya di bawah Rp1 juta, dalam beberapa bulan ke depan bukan tidak mungkin dijumpai ponsel Android di jual di rentang harga Rp600 ribu-Rp800 ribuan.

IVIO adalah vendor pertama yang ”berani” memasarkan smartphone Android dibawah Rp1 juta. Harga normal IVIO DE-38 memang Rp1,5 juta. Tapi selama promosi smartphone tersebut dipasarkan di harga Rp999 ribu. Direktur Utama IVIO Sjamsudin Ali mengatakan pihaknya sengaja membawa harga Android masuk ke ranah feature phone agar orang tertarik.

”Terkadang orang tidak spesifik mencari Android, tapi mereka membeli karena harganya terjangkau. Setelah cocok dengan user experience Android, biasanya akan semakin tertarik,” katanya. Promo IVIO DE-38 hanya berlangsung sehari, tepatnya pagi ini, Jumat (15/4), di City Hall Atrium eX Plaza Indonesia Jakarta. Ali menargetkan 2 ribu unit IVIO DE-38 terjual hingga nanti malam.


Layar Kapasitif
Meski terbilang murah, fitur IVIO DE-38 sama sekali tidak murahan. Layar sentuhnya mengusung teknologi kapasitif. Selain responsif saat disentuh jemari, juga sudah mendukung multitouch. Ukuran layarnya pun terbilang besar, 3,5 inci, memangkas kendala keyboard sentuh yang acap di anggap ”kekecilan” untuk mengetik.

Fitur menarik lainnya adalah platform Android 2.2 (Froyo) yang ikut dibenamkan di IVIO DE-38. Saat ini Froyo menjadi platform Android terbanyak di dunia. Sementara versi 2.3 (Gingerbread) umumnya dipasangkan pada ponsel Android premium saja. Yang unik, ponsel ini memiliki fitur dual on GSM+GSM yang sangat populer di model pasar ponsel lokal yang berdesain candybar ataupun QWERTY.

Berapa besar pasar ponsel Android? Jika pertanyaan itu di jawab sekarang, maka jawabannya masih kecil. Sjamsudin Ali menyebut bahwa penetrasi Android di Indonesia diperkirakan baru sekitar 3 persen. Walau kecil, bukan berarti masa depan Android di Indonesia tidak besar. GM Device Bundling Management Telkomsel Heru Sukendro mengatakan bahwa potensi pasar Android sangat bagus. ”Saat ini ada sekitar 60 ribu pengguna Android di Indonesia dan terus tumbuh,” katanya.

Heru menyebut kekuatan Android selain sifatnya yang open source adalah aplikasi. Android dinilai dapat merangsang pertumbuhan industri kreatif dalam negeri. Karena semua orang bisa menjadi developer dan menjual ide kreatifnya kepada pengguna lain melalui Android Market ataupun toko aplikasi yang difasilitasi operator. ”Jadi keuntungannya bukan dari operator dan prinsipal saja,” paparnya.

Untuk mempermudah developer menjual aplikasinya serta pengguna ponsel membeli aplikasi, Telkomsel baru saja mengenalkan sistem carrier billing. Sistem ini memungkinkan pengguna membeli aplikasi dengan mekanisme potong pulsa. Sementara kerjasama antara developer dan operator dilakukan dalam bentuk revenue sharing.

Smartphone IVIO DE-38 yang akan diluncurkan pada 15 April 2011 mendatang, akan di bundling dengan paket unlimited data dari simPATI selama 3 bulan hanya seharga Rp. 50.000/bulan dari harga normal Rp. 100.000/bulan hanya dari Telkomsel. Smartphone Android IVIO DE-38 akan dipasarkan dengan harga Rp. 999.000 diluar PPN, khusus untuk nasabah Bank Bukopin dari harga normalnya Rp. 1.499.000.

Iklan