Saatnya meloncat lebih tinggi. Hari ulang tahun adalah momen bahagia, karena di hari ini banyak yang memberikan doa dan ucapan selamat kepada kita. Doa panjang umur, banyak rejeki, kesehatan, dan hal baik lainnya.

Tapi, umur yang bertambah juga membuat kita berkaca ke belakang. Apa saja yang sudah kita lakukan? Apa saja yang kurang? Sudahkah kita puas dengan kondisi sekarang? bagaimana kondisi ke-imanan kita di usia ini? Apakah kita menyia-nyiakan waktu kita?

Kabarnya, usia 20 menuju ke 30 tahun adalah momen terbaik dalam hidup. Di sepak bola, ini adalah masa jaya. Dekade ini adalah masa ketika seorang manusia modern mulai mengenal dunia, belajar, dan menentukan langkah serta strategi untuk perang panjang yang disebut hidup.

Di usia 29, Winston Churchill yang sempat menjadi jurnalis, sudah menulis 5 buku. Di usia 29, Larry Page sudah menyiapkan Google menjadi sebuah perusahaan teknologi terbesar di dunia. Di usia 29, Steve Jobs telah merilis komputer Apple Macintosh pertamanya.

Karena itu, saya sering menoleh ke belakang, apa saja ya yang sudah saya perbuat? Sudah cukup gigih kah saya berusaha? Benarkah jalan yang saya ambil sekarang ini?

Tentu, pertanyaan itu harus dijawab dan di iringi dengan usaha yang lebih besar. Tapi, tidak boleh juga lupa bersyukur. Bersyukur saat ini dalam kondisi sehat dan tak kurang apapun. Bersyukur punya istri yang cantik dan sempurna. Bersyukur punya keluarga yang luar biasa. Bersyukur punya banyak teman yang peduli.


Itu semua adalah kado yang paling indah bagi saya, selain tentunya menanti kelahiran putra pertama saya, Samudra Sabiru Langit, yang akan “di-launching” oleh Tuhan pada 15 Februari-awal Maret mendatang. Semoga semuanya berjalan lancar. Amin. 😀