Sasha di film The Girlfriend Experience
”My body is my art, and it’s also the tool that I use to make money,” kata Sasha Grey dalam sebuah wawancara. Menurutnya, sudah menjadi stereotip di industri pornografi AS bahwa para aktris (bintang film dewasa) sedang di eksploitasi untuk menghasilkan uang.

”Ketika melakukan adegan seks pertama, saya sadar akan hal itu (eksploitasi). Tapi tidak ada masalah. Berlahan namun pasti saya meretas jalan sehingga agar tidak semata-mata dimanfaatkan sebagai komoditas, tapi juga mengambil banyak keuntungan dari situ,” ia menambahkan.

Sebagai pendatang baru di industri film dewasa, karir Sasha tergolong cepat. Ia pindah ke Los Angeles dan memulai karir sebagai aktris film dewasa ketika menginjak usia 18. Adegan pertamanya adalah orgy (sex party/group sex) bersama aktor porno kawakan Rocco Siffredi di film The Fashionistas 2.

Tak hanya muda dan cantik, tapi pemilik nama asli Marina Ann Hantzis ini berani melakukan apa yang bahkan enggan dilakukan para pornstar. Mulai dari sadomasochist (S&M), double penetration, ass to mouth (ATM), gang bang, deep throat, anal, dan berbagai aksi ”humiliation” lainnya. Jika ditotal, lebih dari 150 film dewasa pernah ia bintangi.

Sampai-sampai, model/presenter Tyra Banks tak bisa menahan emosi saat menginterview Sasha di talkshownya. Ia menganggap Sasha adalah remaja yang sedang “tersesat” dalam mencari jati diri.

Dalam waktu 6 bulan masuk ke industri pornografi, gadis kelahiran 14 Maret 1988 ini disebut-sebut sebagai “the next Jenna Jameson”, aktris film dewasa yang mendunia. Tak sampai setahun, tepatnya pada 2007, penghargaan AVN Adult Movie Awards (semacam Oscarnya di film dewasa) ia raih. Pada 2011, Sasha dilabeli CNBC sebagai satu dari 12 bintang film dewasa paling populer.

Mungkin yang membedakan Sasha dengan aktris lainnya adalah ia tidak terkungkung dalam industri pornografi. Sasha bak elang yang setiap saat dengan mudah meninggalkan sarangnya. Beberapa kali ia membintangi film pendek dan film indie, juga sempat memerankan diri sendiri di serial favorit saya, Entourage (menjadi pacar Vincent Chase).

Sampai akhirnya sutradara yang berulang kali memenangkan Oscar, Steven Soderbergh, mengajaknya untuk membintangi film The Girlfriend Experience (GFE) yang ditampilkan di festival film indi Sundance, dan mendapat 63 rating positif di agregat kritik film Rotten Tomatoes. GFE sendiri adalah istilah untuk menggambarkan servis pekerja seks yang seolah-olah memperlakukan kliennya bak pacarnya sendiri.

Soal Grey, Soderbergh berkomentar,

“She’s kind of a new breed, I think. She doesn’t really fit the typical mold of someone who goes into the adult film business. … I’d never heard anybody talk about the business the way that she talked about it,”

. Model klip video Superchrist milik Smashing Pumpkins itu juga akan tampil di film drama-thriller I Melt With You arahan Mark Pellington yang rencananya tayang tahun ini.

Kecerdasan Grey semakin terlihat dari kemampuannya bermain musik. Ia sempat berkolaborasi dengan grup musik industrial bernama aTelecine. Musik ini memang favoritnya. Bahkan, nick name Sasha sendiri diambil dari personel grup industrial kawakan Jerman KMFDM, Sascha Konietzko. Cukup banyak kolaborasi lain yang ia lakukan, selain juga sering di undang menjadi DJ di berbagai klub di Amerika maupun Kanada.

So whats next for Sasha? Saat ini ia telah memiliki rumah produksinya sendiri, menulis buku, bermain musik, dan akan terus membintangi film non-porno. Wow. Silahkan follow twitternya: @sashagrey.

DJ Sasha beraksi
DJ Sasha beraksi
DJ Sasha Grey tampil di The Pool After Dark, New Jersey
DJ Sasha Grey tampil di The Pool After Dark, New Jersey
Sasha (memerankan diri sendiri dan Vincent Chase di Entourage
Sasha (memerankan diri sendiri dan Vincent Chase di Entourage
Iklan