Chevy Sparx, tapi yang ini ngga bisa jadi robot 😀
Aksi Daniel Craig menabrakkan Aston Martin DBS adalah salah satu adegan paling keren di Quantum of Solace. Aston Martin adalah bentuk product placement paling sukses di film James Bond. Karena karakter brand Aston Martin sebagai sportscar yang elegan sendiri sesuai dengan karakter agen rahasia yang cool dan flamboyant.

“Product placement is great because it helps position products in the minds of consumers” kata Piaras Kelly, konsultan PR dari Irlandia. Di film, bentuk placement ini bisa beragam. Bisa di dalam skenario, benda-benda yang digunakan si aktor, latar film, dan lainnya. Bisa ditampilkan singkat, bisa juga sangat menonjol di sepanjang film. Seperti yang dilakukan General Motors di film Transformers.

Bagi pabrikan mobil, bisa menempatkan mobil di Transformers adalah kesempatan besar. Siapa yang tidak ingin produk mereka bisa berubah menjadi robot dan bertempur melawan alien? Dan memang hal itu terbukti sukses ketika Chevrolet Camaro sebagai Bumble Bee seolah jadi ikon Transformers. Sekarang ini mungkin orang lebih akrab dengan Camaro dibandingkan kompetitor American Muscle lainnya seperti Ford Mustang ataupun Dodge Challenger.

Anyway, belum lama ini saya meminjam Chevrolet Sparx dari General Motors Autoworld Indonesia (GMAI). Mobil seharga sekitar Rp130 jutaan ini saya pinjam selama sepekan.


Tampangnya memang sangat cool dan benar-benar membuat orang menoleh. Grill depan yang menonjol, warna hijau yang catchy, serta desain bodi dengan lekukan tajamnya sungguh memesona. Di dalam pun, bentuk dashboard nyaman dan Multi-Information Display (MID) pun juga terlihat menarik. Joknya, ternyaman di bandingkan varian sekelas.

Sayangnya, ada beberapa kekurangan yang membuat mobil ini kesalip dengan kompetitor di kelas 1.200 cc lain seperti Nissan March. Pertama adalah posisi pilar A yang besar dan mengganggu sehingga menyulitkan untuk belok. Kedua, tarikannya lumayan ngoyo untuk mobil kecil. Dan ketiga adalah ruangnya yang sempit dan muat dikit.

Menurut Marketing Director GMAI Mukiat Sutikno, selama 2010 kemarin Sparx terjual sekitar 600an unit. Bukan prestasi besar. Tapi cukup lumayan. Meski, Mukiat memprediksi tahun ini pasar mobil 1.200 sedikit mengalami kenaikan. Anyway, saya sendiri jarang melihat mobil ini di jalanan.

NB: Sori fotonya jelek, difoto sama BlackBerry Bold uzur. 😦

Iklan