Saya dan Ardhi, wartawan Detik.com di Telaga WajaRafting adalah aktifitas dengan tensi adrenalin tinggi yang paling asyik dilakukan secara komunal. Biayanya, antara Rp250 ribu-Rp350 ribu, tak mahal-mahal amat. Beraroma rekreasi karena dilakukan di sungai dengan pemandangan indah. Tapi, tetap membuat andrenalin melonjak saat kapal karet terhempas di aliran sungai yang deras dan penuh batu.

Rute sungai di Jawa Barat yang digunakan untuk rafting cenderung deras, memiliki banyak hempasan, tapi pendek-pendek. Di Bali, meski arusnya deras, karakter sungainya cenderung beriak-riak tipis. Nah, faktor plus lain adalah pemandangannya jauh lebih indah di banding di Jawa Barat.

Ini yang saya dapat ketika melakukan rafting di Telaga Waja, Bali. Rute rafting ditempuh selama 2,5 jam, melewati sungai sepanjang 14 kilometer dengan pemandangan yang luar biasa cantik.

Saya berhitung, ada lebih dari 14 air terjun yang dijumpai, indah sekali. Beberapa kali juga berpapasan dengan lereng bukit seperti di Green Canyon. Airnya juga bersih, dengan riak-riak yang sedikit menantang.

Setelah capai mengayuh dayung, perut yang kosong siap diisi dengan sop, ayam goreng, nasi, plus krupuk sambil menghadap pegunungan dan terasering sawah. Wah, penutup yang ciamik. Semuanya sudah sepaket dengan harga yang ditawarkan, Rp350 ribuan.


Makanya, kalau ke Bali, jangan cuma nongkrong di Kuta, dugem, atau belanja :D. Ada 1001 macam aktifitas superseru yang bisa di eksplorasi. Saya sudah pernah coba bungee jumping, diving, snorkeling, beaching, watersport di Benoa (jetski, parasailing, flying fish, banana boat), ATV riding, juga sea walking. Lumayan banyak, tapi sebenarnya ini baru secuil dari apa yang ditawarkan Bali.