Mercedes-Benz E-Class memang keren dan nyaman. Di Indonesia seri ini lebih laku dari adiknya, C-Class, mungkin karena mereka yang bisa membeli seri ini berada di “umur” yang lebih suka duduk dibelakang dan membiarkan sopirnya mengendalikan tuas kemudi :D.

Tapi, kalau memang hobi nyetir sendiri. Lebih baik milih C-Class. Di rentang harganya, C-Class adalah seri terbaik dan ternyaman yang pernah saya coba.

Oke, C-Class pun punya beberapa model. Yang paling murah dan standar ada C200 CGI dengan harga Rp539 juta. Kalau ingin model yang lebih sporty, bisa upgrade ke C200 CGI Avantgarde seharga Rp 619 juta. Mesin sama, tapi ada penambahan cukup banyak di eksterior dan interior.

Tertarik dengan seri Avantgarde, tapi ingin mesin lebih besar? Gampang, ada C250 CGI Avantgarde seharga Rp669 juta. Mesin 2.500 cc lebih dari cukup untuk melarikan sedan ini tak terkejar di tol.

Tapi, ternyata PT Mercedes-Benz Indonesia (MBI) tau benar karakter orang kaya di Indonesia yang nggak pernah puas. Mereka punya satu varian lagi, khusus mereka yang emang bener-bener gemar ngebut: Mercedes-Benz C300 Avantgarde seharga Rp709 juta.


Terus terang, ini mobil udah nggak ada kurangnya. Ada paddle shift di setir, tilst steering elektrik, pengtur jok 4 arah, dan setir yang entah kenapa membuat jari tangan saya susah untuk lepas karena nyaman banget. Bentuknya yang ramping juga membuat kita merasa punya kontrol total terhadap mobil ini.

Tentu saja torsi yang dihasilkan mesin 3.000 cc bikin saya terjerembab ke jok. Dahsyat! Sensasinya sama dengan Jaguar XF yang sempat saya coba. Tenaganya bikin ngeri sendiri.

Soal fitur pendukung, 4 hari rasanya nggak cukup untuk memaksimalkan tombol-tombol di dashboard yang banyak banget. Harman Kardon Logic 7 Sound System sama nyamannya dengan Bose yang ada di Mazda6.

Hmm, kalau ada yang kurang, mungkin layar LCD-nya aja yang agak garing ya. Dengan harga Rp700 juta, mungkin lebih asik kalau dapat LCD sentuh, biar agak sophisticated dikit lah. Hehehe.

Iklan