Memilih Springbed

Spring Air Euphoria yang nyaman.

Salah satu nasehat mama pada saat saya dan babi menikah adalah soal kasur. “Tempat tidur menjadi tempat dan momen yang istimewa bagi suami istri. Jadi, belilah tempat tidur yang bagus dan berkualitas,”.

Setelah dipikir-pikir, masuk akal juga. Bukan hanya tempat tidur yang bagus dapat mempengaruhi kesehatan dan kualitas tidur seperti di artikel The Importance of a Good Bed, tapi bukankah lebih dari 8 jam waktu suami-istri (termasuk yang paling intim) ada di tempat tidur? Mulai dari ngobrol, curhat, berantem, menyelesaikan masalah, sampai bercinta?

Karena itu, sejak sebulan lalu kami berkeliling mal dan mencobai berbagai tempat tidur dengan label “premium”.

Premium? Ya, spring bed itu ada dua tipe. Standar dan premium. Springbed standar, umumnya berada di harga Rp5 juta kebawah yang dimana ketika kita meloncat ke ranjang akan berbunyi “ngek” and that’s that.

Sebaliknya Springbed premium, harganya mulai Rp6 juta hingga lebih dari Rp40 juta (ya kami menjumpainya di Senayan City) yang ketika konsumen datang si penjual akan memberikan product knowledge dengan kosa kata seperti “lateksnya 40 persen”, “sudah ada memory foam”, “ini level medium-soft”, atau “Rp14 juta matrasnya saja”.

Anyway, yang aneh adalah saat saya dan babi asik survey dan mencoba-coba berbagai jenis springbed, pantat saya selalu memilih kasur dengan harga paling mahal. Wkwkwk. Begitu akuratnya, sampai-sampai babi mempercayakan pantat saya untuk memilih kasur yang tepat.


Dan akhirnya pilihan pantat saya kami jatuh pada Spring Air Euphoria yang kami lihat di Plaza Semanggi. Speknya, antara lain:
– 7 zones innergetic latex yang katanya comfortable, anti microbial, dan hygienic latex.
– Sensible foam yang menyesuaikan dengan berat dan kontur bodi. Woo, kalau ini memang saya rasakan, empuknya pas, nyamannya juga pas.
– Foam encased performance edge : Individual foams surround perimeter of back supporter mattress to prevent roll-off and provide extra 20% sleep surface.
– 5 Zone of support pro balance coil.
– Luxury Plush.

Kami sendiri masih menunggu Sale di Plaza Semanggi yang katanya dua minggu lagi. Harganya (matras saja) ukuran 160 x 200 sekitar Rp7,7 juta. Kalau ingin tahu tentang springbed premium bisa ngecek di sini www.hargaspringbed.com atau di situs resmi www.springairindonesia.com

Anyway ternyata saya baru tahu kalau Spring Air itu menguasai market share 64% untuk produk springbed premium selama 2009. Adalah hal yang bagus untuk membeli merek yang memimpin pasar. Hei, lagi-lagi pantat saya tak salah. haha. Dan tahu ngga, kalau pada 2010 Indonesia diramaikan oleh 200 pemain lokal, 30 perusahaan nasional, dan 10 perusahaan importir springbed made in luar negeri. Wow.


Tinggalkan komentar...



Categories: Daily Life, Kehidupan

Tags: , , ,

5 replies

  1. Salam kenal dari Samarinda….
    Sy sendiri agak fanatic merek spring air, gak tau kenapa, dah coba merek2 lain yg lebih terkenal spr serta, king koil, simmons, balik2 ke spring air lagi…

    sy sdh pake spring air 7thn and still enjoying…
    skrg hati sy lagi terbebani, pengen berbakti pada ortu, pengen beliin spring air euphoria. kalo sy sih suka sekali type ini, tp sy agak ragu, apakah cocok utk org tua? terlalu empuk gak…

    Btw pake camera apa tuh, bgs foto nya 🙂

  2. wah springbed spring air yah, emang manteb sip, tp ya harga nya mantab juga. aku bli di http://www.springbedsurabaya.com harganya lumayan muraah

  3. anyway gimana gan dengan matras nya? bukannya lebih bae serta?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: