Mama Roz rasa Orange Strawberry yang lezat.

Keluarga saya, juga si babi menjuluki saya raja buah. Jika Blade menyimpan darah artifisial di lemari pendinginnya, maka harus ada buah segar di kulkas saya. Selain buah-buahan segar, saya juga “mengoleksi” berbagai jus buah. Hampir semua merek jus pernah saya coba, sebelum bertemu dengan Mama Roz.

Oh, Mama Roz, mendengar namanya saja sudah nyaman. Dan itu pula yang akan kita rasakan saat meminumnya. Rasa manis Mama Roz rasa Kiwi bermain-main di lidah dan rongga mulut. Begitu sampai tenggorokan, tertelan dengan smooth sekali. After taste-nya membuat saya menutup mata dan merasakan kedamaian. Oh, sedap sekali.

Dan hebatnya lagi, harganya cuma Rp15 ribu-Rp25 ribu per botol. My God, ini adalah jus paling lezat dan paling worth of money yang pernah ada. Jauh berbeda dengan jus-jus impor yang kadang justru membuat kita, maaf, mencret. ☹

Kunci kelezatan Mama Roz adalah kesegarannya. Semua jus dibuat tanpa pengawet. Ya, benar-benar tanpa pengawet yang membuatnya memiliki jangka kadaluarsa yang pendek seperti susu segar. Gara-gara ini, manisnya Mama Roz sempat jadi pengalaman pahit.


Ceritanya, puasa membuat saya kalap. Saya ingin setiap hari bisa berbuka dengan Mama Roz. Jadi, saya pergi ke Ranch Market Mega Kuningan dan memborong 8 botol Mama Roz berbagai rasa. Yang tidak saya baca adalah tanggal kadaluarsanya. Karena sempat berbuka diluar beberapa kali, saya baru sadar bahwa empat botol Mama Roz yang saya beli ternyata sudah mendekati kadaluarsa. Dan akhirnya, malam itu saya menghabiskan 3 botol Mama Roz sekaligus dibantu si babi. Phew. Lesson : less is more.