lima sahabat, Barney, Robin, Ted, Marshall, dan Lily.

Sejak tinggal serumah, ups, koreksi dikit, satu kos, saya dan babi mau tidak mau harus berbagi tontonan.–Oh ya, babi adalah panggilan sayang saya kepada istri. Dia sendiri memanggil saya: sapi :D–.

Jadwal menonton Natgeo Adv, Natgeo Wild dan tontonan favorit saya lainnya kini bergser menjadi serial-serial favorit si babi. Ya, babi adalah penggemar berat/penonton konsisten film seri barat (hihihi ini adalah label di yang ada di toko DVD bajakan).

Untunglah, selera film kami kurang lebih sama. Bahkan, semangat saya pedekate padanya dulu salah satunya karena fakta bahwa babi adalah satu-satunya gadis pengemar berat Entourage yang pernah saya temui. Hahaha.

Oke, beberapa serial yang sama-sama kami tonton bersama belakangan ini adalah House, How I Met Your Mother, Two and a Half Men, Parenthood, Nip/Tuck, Accidentaly on Purpose, Cougar Town, dan beberapa lainnya saya lupa. Dia bahkan meyakinkan saya untuk menonton Gossip Girl, damn.

Tapi, yang sedikit membedakan tontonan kita adalah babi sangat “gila” dengan crime shows/series seperti Crime Scene Investigation (CSI): Las Vegas, Law and Order: Special Victims Unit, Criminal Minds, Bones, Numb3rs, Cold Case, Dexter, dan entah apalagi.

Well anyway, kami sekarang sedang asik menamatkan DVD How I Met Your Mother. Serial ini menghibur sekali, seperti perpaduan antara Friends dan Seinfeld. Ceritanya tentang Ted Mosby, yang seolah-olah sedang menceritakan kembali pengalaman bagaimana ia bertemu dengan ibunya kepada anak-anaknya.

Cerita itu, merujuk pada kehidupan masa muda Ted sebagai seorang arsitek di New York, bersama keempat sahabatnya Marshall Eriksen (Jason Segel), Robin Scherbatsky (Cobie Smulders), Barney Stinson (Neil Patrick Harris), dan Lily Aldrin (Alyson Hannigan).

Mulanya How I Met Your Mother kocak, tapi jika sudah terlibat di dalamnya serial ini menjadi hangat. Bahkan, jadi menginspirasi saya untuk menulis blog lagi agar lebih rajin. Ya, siapa tau blog ini nanti akan dibaca anak-anak saya. Agar mereka tahu ayah dan ibu mereka dulunya seperti apa. Haha. Mungkin judul blog ini akan saya ganti jadi: How I love Your Mother? 😀

Iklan