Ari Gold, Vince, dan E
Ari Gold, Vince, dan E
Musim kelima (terakhir) Entourage masih saya ingat jelas. Bukan karena saya sedang menanti musim keenam yang sekarang sedang syuting. Tapi ada satu hal positif yang memang sulit dilupakan.

Tepatnya ketika karir Vince, sang aktor muda yang sedang naik daun itu, berada di ujung tanduk.

Gara-gara beridealis untuk memerankan gembong narkoba dermawan Pablo Escobar di film Medeilin, karir Vince yang diceritakan sukses besar karena membintangi Aqua Man arahan James Cameron jadi hancur lebur.

Medeilin gagal di box office dan tidak disambut simpatik oleh kritikus. Sutradaranya, Brandon Walsh yang dulu sukses mengarahkan Vince di film independen Queens Bulevard, hilang percaya diri dan hilang ditelan rimba.

Dulu, semua studio menginginkan Vince. Tapi, sang aktor mengecewakan tawaran mereka dengan mengambil Medeilin, film berbujet pas-pasan yang gagal menang festival.

Sekarang, ketika Vince butuh studio untuk mengisi dompetnya yang kian menipis, tak ada produser yang mau memakainya. Agen Vince, Ari Gold, yang punya agency paling berpengaruh di Hollywood pun tidak mampu berbuat apa-apa.

Diserang sial bertubi-tubi membuat kepercayaan diri aktor yang sudah masuk jajaran A-list di Hollywood itu kendor juga. Vince mutung, menjadi “orang biasa” lagi dengan kembali ke kampung halamannya di Queens, daerah pinggiran New York itu.

Hanya E, manajer Vince sekaligus teman terdekatnya, yang tidak kehilangan semangat. Ia rela menunggu berjam-jam hanya untuk menyerahkan footage film terbaru Vince kepada Gus Van Sant, si sutradara nyentrik yang kabarnya sedang mengaudisi aktor di daerah Queens.

Sayang, lagi-lagi Vince gagal. Gus Van Sant ternyata tidak membutuhkannya. Putus asa, Vince pun murka. Dalam satu titik, Vince dan E berdebat hebat.

“Semuanya sudah selesai, E. Coba, semua yang kamu lakukan tidak ada satupun yang menghasilkan”
“Vince, aku tidak berhenti untuk berusaha. Kamu pun seharusnya begitu, kamu harus tetap berpikir positif”.
“Positif, positif, positif. Aku sudah muak dengan itu semua. Mungkin kau yang tidak becus jadi manajer. Mungkin, dari awal kita tidak usah membuat Medeilin,”
“ooh, sekarang kau timpakan semuanya padaku? You know what, fuck you! Mungkin sudah saatnya kita berjalan sendiri-sendiri,”

That’s that.

Setelah itu E kembali ke kantor kecilnya yang ia rintis di Los Angeles. Sementara Vince, tetap luntang-lantung di Queens. Sampai suatu hari ia mendapat telpon dari Ari.

Si agen mengabarkan kalimat yang suda ingin di dengar Vince sejak lama, “Roman Polansky mengajakmu menjadi aktor utama di film terbarunya. Ia melihat footage filmmu dari Gus Van Sant, dan dia sangat menyukaimu,”.

Perasaan Vince saat itu campur aduk. Serotonin dan adrenalin yang mengalir begitu deras, serta dihujam pisau tajam langsung ke jantung. Ia hanya ingin bertemu E, saat itu juga.

Aquaman, film JC di Entourage
Aquaman
NB: Di musim kedua Entourage James Cameron dikisahkan mampu menembus kesuksesan Titanic lewat film Aqua Man yang dibintangi Vince. Dan ternyata hal itu benar-benar terjadi lewat Avatar, yang juga dibintangi oleh aktor-aktor muda. Kebetulan? Atau alam semesta yang mengaturnya?