Sebelum mengginstal game di iPod touch 2nd gen saya, Kiki, seller di Forum Jual Beli (FJB) Kaskus berseloroh, “cuma 8 GB? Wah, bakal kerasa kurang lho bro,”. Pikir saya, 8 GB itu bisa diisi 1,750 ribu lagu, masa ya kurang. Rencananya, saya akan membagi kontennya dengan 2 GB lagu, 2 GB video, dan 4 GB sisanya game.

Tapi, begitu dia mengopi 10 GB game ke dalam HDD saya yang sebagian besar isinya porn videos, saya hanya bengong. Buset, ternyata game di iPod touch ukurannya lumayan masif. Bisa mencapai 100-150 MB per game. Dan dengan 10 GB, ada ratusan game yang menunggu untuk dimainkan. whoa.

Yang terjadi kemudian, kapasitas 8 GB itu terasa sangat kecil untuk memainkan semua game yang dikopikan Kiki. Betapa tidak, hampir 80 persen game iPod touch sangat interaktif, intuitif, dan adiktif sekali.

Mulai action adventure seperti Assasins’s Creed, Avatar, Hero of Sparta, hingga MGS Touch, model shooting macam N.O.V.A dan Brothers in Arms, sampai favorit saya balapan macam Need For Speed Shift, Asphalt 5, FerrariGT, atau Fast&Furious. Bahkan game-game sederhana seperti CookingDash, Guitar Rock2, Fieldrunners, sampai Tiki Towers membuat betah dimainkan selama berjam-jam.

Saya kemudian jadi ingat bagaimana Apple menyebut iPod touch ini sebagai pocket computer karena fungsinya yang meluas. Apa saja sih? Oke kita cermati satu persatu.

Memutar musik
Ini fitrah atau core purpose iPod diciptakan kali pertama. Multi-Touch interface membuat mencari lagu lewat Cover Flow terasa sangat keren. Tapi, tentu saja jika Anda termasuk rajin mengupdate koleksi lagu-lagu MP3 dengan kovernya.

Kita selalu bisa membeli lagu lewat Wi-Fi di iTunes. Hanya, mungkin jarang orang Indonesia yang memanfaatkan ini. Ada juga fitur Genius Playlists, dimana iPod akan merangkum trek yang memiliki kemiripan, untuk kemudian membuat playlist sendiri. Hmm.. saya lebih suka memainkan playlist yang telah disusun sendiri di iTunes.
Untuk versi 32 GB dan 64 GB sudah ada fitur Voice Control yang semula jadi andalan iPod Shuffle dan earphone dengan remote dan mic. Sekali lagi, fitur keren yang tak terlalu berguna buat saya.

Melihat Video/TV Show
Saya termasuk hobi mendownload klip video, video tutorial, trailer, maupun short movie di YouTube. Hasilnya saya lihat di waktu senggang di iPod nano 3rd gen saya. Sekarang, aktivitas itu jadi lebih termanjakan di iPod touch yang memiliki display 3.5 inci yang sangat tajam dan vivid. Menonton film penuh di iPod Touch pun tak masalah, hanya gunakan headphone yang kedap dan oke agar lebih nikmat. Tak perlu Bose yang jutaan, saya sendiri menggunakan Seinheiser seharga Rp275 ribu yang sudah cukup lumayan.

Pocket Computer
Well, sebenarnya fungsi ini sudah saya dapat di BlackBerry 8310 saya. Menulis blog, membalas email, melihat foto, atau browsing di web. Tapi, apa salahnya melakukan itu di kafe dengan koneksi Wi-Fi dengan iPod touch? Safari membuat browsing lebih nyaman. Termasuk untuk aplikasi Facebook dan social networking lainnya.

Gaming dan Aplikasi
Seperti yang sudah disebut diatas, fasilitas ini yang paling saya favoritkan. Bahkan untuk sementara saya memfungsikan iPod touch untuk mesin game penuh, sementara saya mendengarkan lagu lewat iPod nano lama yang rencananya akan dijual.

Ada beberapa keunggulan game di iPod touch dengan portable game player seperti Nintendo DS atau PlayStation Portable (PSP).

Pertama, soal grafis, mungkin iPod touch tak mengungguli PSP. Tapi, sudah sangat memuaskan. Rendering 3D beberapa game saya lihat sangat detail dan tajam sekali.

Kedua, gameplaynya akan susah disaingi PSP yang membosankan. Jujur, sebentar saja saya memegang PSP, rasa bosan sudah melanda. Tapi, fitur multi touch dan accelerometer di iPod touch benar-benar membuat adiktif. Misalnya memfungsikan iPod jadi setir di game racing, atau menembak dengan sentuhan di Metar Gear Solid Touch. Multitouch membuat seolah-olah kita berinteraksi secara nyata dengan game itu.

Ketiga, Wi-Fi membuat koneksi untuk bermain multiplayer memungkinkan. Komunitas iPod touch di Kaskus bahkan rutin bertemu untuk saling adu dan mengopi game. Canggih!
Keempat, Apple App Store memuat download game jadi mudah dan fun. Dengan koneksi Wi-Fi kita bisa mengunduh langsung game ke iPod kita. Baik bayar ataupun gratis. Menyenangkan sekali.

Kelima, aplikasi-aplikasi di iPod touch sangat beragam dan unik. Sudah cukup banyak pula yang buatan lokal.

Mengapa membeli iPod touch daripada iPhone? Selain lebih murah dan punya fungsi sama, problemnya cuma 1, ketahanan baterai. Game sangat rakus energi. Menggeber iPod touch dengan game-game berat, membuat batere cepat tandas.
Belum lagi saat digeber fungsi multitask dengan mendengar musik atau melakukan aktifitas menelpon, konek internet, dll. Jadi, lebih wise jika kita memisahkan fungsi-fungsinya. Intinya, BlackBerry untuk bekerja dan iPod touch untuk bermain adalah kombinasi perfect.