Terjebak macet, kesempatan untuk melihat dan merencanakan rute via GPS
Terjebak macet, kesempatan untuk melihat dan merencanakan rute via GPS
Nokia menghadirkan 5730 Xpress Music. Tak hanya Qwerty keyboard, ponsel musik baru ini juga menenteng sistem navigasi yang akurat. Kemampuan system navigasinya kami buktikan saat menempuh perjalanan mudik Jakarta-Surabaya pada pertengahan September silam.

Nokia 5730 XpressMusic mengadopsi desain slide-side candybar. Cukup unik, karena desain seperti ini lazimnya terdapat pada ponsel kategori bisnis. Desain ini cukup mencuri perhatian. Apalagi, titah sebenarnya yang diplot untuk 5730 adalah sebagai ponsel musik, menghadirkan suara dan akses untuk bermusik ria.

Soal ukuran, dimensi ponsel ini cukup besar. Ini lantaran 5730 memanggul dua bagian, yakni panel untuk layar dengan tombol keypad dan panel untuk keyboard Qwerty. Besarnya bodi ini membuatnya terlihat lebih kokoh, meski kurang nyaman dalam genggaman untuk yang mempunyai telapak tangan kecil.

Terdapat tiga tombol musik di samping layar. Ini untuk menegaskan bahwa 5730 adalah ponsel musik, selain memang untuk memudahkan pengoperasian pemutar musik. Sedangkan di bagian muka atas bodi ada tombol game khusus ala N-Gage.

Tangguh saat diajak bermain game N-Gage. Multifungsi sekali.
Tangguh saat diajak bermain game N-Gage. Multifungsi sekali.
Sebagai anggota keluarga XpressMusic, Nokia 5730 mengunggulkan fasilitas ini. Penunjang musiknya ini lengkap. Salah satunya adalah music library. Fasilitas ini menyuguhkan sejumlah pilihan, mulai artis, album, playlist, lagu, podcast, genre, hingga composer.

Pada tampilan pemutar musik ini terdapat beberapa pilihan standar pengoperasian, seperti play, stop, pause, forward, dan rewind. Untuk pengaturan, ada pilihan shuffle, repeat, equalizer, bass booster, stereo widening, visualisasi, dan add to playlist.

Kamera yang dibenamkan pada ponsel ini tergolong standar. Resolusi kamera yang sebesar 3,2 megapiksel kalah jauh dibanding produk lain yang telah mencapai resolusi 8 megapiksel, bahkan 10 megapiksel. Terdapat dukungan lampu kilat, pembesaran digital 8 kali, plus autofocus serta lensa Carl Zeiss.

Fasilitas lain yang juga bisa dinikmati pada ponsel ini internet radio FM dan Nokia maps, yang di dukung A-GPS. Fitur ini yang kami rasakan sangat berguna. Dalam kemacetan di kawasan Cikampek, device canggih ini sungguh membantu perjalanan kami.

Dengan mengaktifkan fitur GPS, kami berhasil menemukan jalan-jalan alternatif untuk menghindari kemacetan pada saat mudik yang membuat frustasi. Bayangkan, Jakarta-Cirebon kami tempuh selama 14 jam!

GPS dan Map milik Nokia sangat detail memperlihatkan jalan-jalan tikus.
GPS dan Map milik Nokia sangat detail memperlihatkan jalan-jalan tikus.
Awalnya sempat ragu, apakah GPS di 5730 Xpress Music dapat menunjukkan arah yang benar. Tentu saja, mencari jalan pintas bak pedang bermata dua. Bisa lebih cepat, atau sebaliknya jadi terhambat jika tersesat.

Untunglah, pointer lokasi yang akurat, membuat kami yakin. Jalan-jalan tikus pun masih terbaca di GPS 5730. Hasilnya, beberapa kali memotong jalur dan terbukti sukses melewati kemacetan.

Tapi, ada satu hal yang mengganggu, mengaktifkan GPS menghisap energi baterai secara drastis. Untuk mengakalinya, kami terpaksa berhemat, mengaktifkan 5730 pada saat kami tidak yakin dengan arah tujuan, atau ingin mencari jalan pintas. Setelah itu, ponsel segera kami matikan.

Pelajaran yang kami dapat, sediakan 24V-car battery charger di dalam mobil!

Oleh : Donny A, guest blogger

Iklan