yaris facelift02 Pernah ngga bertanya-tanya, mengapa Toyota Yaris bisa "diluncurkan" beberapa kali? Modelnya sama, mesin yang digendong pun tak berubah. Perubahannya minim, hanya ada di grill, headlamp, ataupun fitur di dalam kabin seperti jok, dashboard, dan lainnya.

Ini yang disebut facelift. Seperti juga Jacko yang mengoperasi wajahnya secara berkala agar terlihat lebih segar, lebih muda. "Seyogyanya facelift memang perlu dilakukan 2-3 tahun sekali," ujar Teddy Irawan, Deputy Director Nasional Sales & Promotion PT Nissan Motor kepada saya.


Apa saja yang diperbarui? Nah, biasanya ini tergantung pada konsumen maunya apa. Dealer maupun ATPM biasanya mengontak customer secara berkala. Mereka menanyakan keluhan mobil, apa yang kurang dan apa saja yang perlu ditambahkan.

Pada dasarnya, ATPM bisa membuat mobil itu sesuai keinginan customer. Misalnya ingin grill yang lebih sporty, ingin ditambahkan captain seat-tempat duduk terpisah di baris kedua-, ingin sentuhan kayu di dashboard, dan lainnya.

Dalam launching Toyota New Camry belum lama ini, perubahannya terlihat di bagian lampu, grill bersiluet X, hingga rear seat reclining dan kursi pemijat. Harga mobil facelift tentu saja lebih mahal. Oh ya, mobil facelift kebanyakan juga Complitely Knock Down (CKD) alias diproduksi penuh di Indonesia.

Lho, bukannya customer bisa memodfikasi sendiri mobil sesuai selera? Tentu bisa. Tapi, lebih baik mana modifikasi keluaran ATPM dengan bengkel biasa?

Gampangnya, coba lihat Mercedez-Benz yang sudah dirombak oleh modifikator resmi Brabus. Terlihat sangat keren dan pas. Begitu juga Honda dengan Mugen, Mitsubishi dengan Ralliart, dan Toyota dengan TRD. Kalo di modifikasi sendiri, seringnya harus diakali ini itu. Makanya, facelift penting untuk orang2 yang tidak puas dengan fitur lama.

Dalam IIMS 2009, Toyota, misalnya menampilkan beberapa varian facelift seperti Kijang G capt seat, Avanza S dan E, Rush S, Fortuner G, dan Yaris S.

Anyway, bicara ngerombak mobil, Pak Tedy punya pendapat sendiri. "Bikin mobil murah atau mahal itu gampang. Kalau murah, cabut saja semua fiturnya. Begitu juga sebaliknya. Yang susah, bikin mobil murah tapi comfort," katanya.

Ya benar juga, Grand Livina dan Avanza-Xenia hanya terpaut Rp20 juta. Tapi soal fitur dan kenyamanan, jelas jauh sekali. Livina sangat comfort. "Rp20 juta untuk market di segmen mobil itu sangat besar," katanya. "Nyicil Rp140 juta saja sudah ngos-ngosan. Gimana ditambah Rp20 juta lagi. Beda banget dengan market mobil di kisaran Rp400 jutaan. Orang udah ngga mikir lagi, mau ngambil Rp420 juta atau Rp440 juta dengan fitur lebih banyak. Itu yang selalu saya ilang ke prinsipal jepang. Bahwa market Indonesia itu unik".

Iklan