64541045785976947583626 Andrew Darwis, owner Kaskus, pernah mengatakan kepada saya bahwa salah satu tujuan dibentuknya komunitas online terbesar di Indonesia itu adalah menjadi wadah bagi citizen journalism (jurnalisme warga).

Dan tentu saja, keefektifan citizen journalism itu sendiri terbukti dari cepatnya mendeliver informasi.


Ledakan dahsyat di Hotel JW Marriott dan Apartemen Ritz Carlton terjadi pukul 7.48 pagi. Lima menit kemudian (pukul 7.55), berita terkait kejadian tersebut sudah di upload di Kaskus. Beberapa menit setelahnya bahkan cukup banyak Kaskuser yang kebetulan sedang ada di lokasi kejadian mengupload foto-foto ter-update di lokasi.

Hal serupa juga terjadi di Twitter. ABCnews mencatat, Daniel Tumiwa adalah orang pertama yang menulis tweets tak lama setelah kejadian. Diikuti oleh Galuh Riyadi, yang mengabadikan foto melalui ponselnya langsung ke Twitter.

Akun Twitter Marriott International, grup J.W Marriot, pun dimanfaatkan untuk memberikan update terhadap kejadian sambil memberikan pernyataan bela sungkawa kepada para korban.

Berturut-turut update terhadap kejadian lantas di lakukan secara berkala melalui Twitter, Facebook, forum-forum online, serta media televisi dan portal internet.

Luar biasa memang era yang disebut CEO Jawa Pos Dahlan Iskan sebagai era informasi ini. Semua bisa memberi dan mendapat infomasi, serta menanggapinya seketika. Positifnya, update informasi dapat diketahui secepat me-refresh akun Facebook di BlackBerry, ponsel, atau komputer kita. Misalnya soal isu bom di Muara Angke yang ternyata hanya truk yang terbakar.

Kecepatan informasi ini juga lah yang membuat pemerintahan Iran kelabakan. Paska kemenangan telak Ahmadinedjad di Pilpres Iran, seluruh jaringan komunikasi dibredel. Ponsel dan SMS ditiadakan, internet, Facebook dan Flicker diputus.

Twitter sendiri masih bisa diakses dengan kualitas buruk. Media luar negeri membuat berita dari rangkuman ribuan tweet dari pewarta Iran yang telah diverifikasi. Ireporter di cnn.com “panen” berita. Ada lebih dari dua ribu kiriman berita dan gambar ke situs ini. Setelah diverifikasi, 79 foto dan video berita yang diterima Ireporter dinyatakan layak tayang

Kembali ke Indonesia. Update berita terhadap JW Marriott dan Ritz-Calton ini akan dilakukan terus menerus oleh media TV dan portal berita. Membongkar hal-hal pokok seperti siapa pelakunya, jumlah korban, kronologi kejadian, kaitan dengan isu politik, hingga snowball effect seperti dampak dari segi ekonomi (melemahnya rupiah dan IHSG) dan lainnya (batalnya kunjungan Manchester United). Ada puluhan angle yang bisa ditulis.

Dan yang terjadi, ini akan jadi PR besar bagi media cetak. Publik tidak cukup puas dengan pengulangan berita yang sudah mereka baca atau dapat. Judul seperti “bom meledak, XXX tewas”, rasanya sudah basi. Seharusnya, media cetak bisa memberikan informasi lebih, memprediksi apa yang terjadi selanjutnya, serta laporan in-depth. Ingat, penetrasi media cetak turun dari 25% hingga 19-20%. Sementara online naik jadi 17%.