Jamies_italian__20__ready Sebagai seorang celebrity chef, Jamie Oliver memiliki beberapa restoran. Jamie’s Italian dibuka untuk memenuhi hasrat pria Inggris itu terhadap masakan Italia. Restoran tersebut dipuji karena mampu menyajikan keotentikan rasa Italia dengan harga yang “ramah kantong”. ”It shows you can mass produce flavours of Italy for the happiness of the high street,” kata The Independent. Kemudian ada Fifteen yang lebih high class, dengan cabang di Belanda, London, hingga Australia.

Kendati menolak disebut celebrity chef, koki bertangan dingin Gordon Ramsay yang membintangi sederet acara televisi (Hell’s Kitchen, The F-Word, Ramsay’s Kitchen Nightmares) ini benar-benar total terhadap restorannya. Tak heran, sepanjang karirnya ia telah mengumpulkan 16 bintang Michelin.

Michelin stars ini semacam rating yang diberikan pada restoran-restoran terbaik di dunia. Perhitungannya dari 1-3 bintang. 1 untuk fancy, 2 top-notch, dan 3 untuk perfect.

Jagoan masakan Italia Mario Batali juga punya 13 restoran tersebar di New York, Los Angeles, dan Las Vegas. Rachel Ray jangan tanya. Menurut majalah Forbes, perempuan yang mempopulerkan EVOO (extra virgin olive oil) itu adalah celebrity chef berpendapatan terbesar di dunia.

House of Rudy Belum lama ini saya dan pacar bertandang ke House of Rudy Choirudin. Well, dia memang tidak pernah mengklaim sebagai celebrity chef Indonesia. Tapi rasanya ibu-ibu pasti setuju dengan label itu, secara dia eksis banget di televisi. Dan memang salah satu kriteria celebrity chef sendiri adalah seorang chef yang menjadi populer karena sering mendemonstrasikan makanan ke media masa. Terutama televisi.

Tapi sayangnya, pesona dalam mengolah masakan di televisi justru berkebalikan dengan rasa restoran miliknya. Saya dan pacar kompak, masakan di House of Rudy Choirudin biasa saja. Bahkan cenderung mengecewakan. Konsepnya restorannya standar, bahkan menu makanannya pun tidak jelas mengarah kemana. Indonesia kah? Blend Indonesia-Barat kah? Jepang kah?

Saya kecewa, karena datang dengan ekspektasi tinggi bisa mencoba langsung menu-menu masakan tradisional ala Rudy yang terlihat sangat lezat di TV itu. Ya paling tidak, bisa mengecap kelezatan masakan lokal yang jadi signature dia lah. Tapi, tak satupun masakan di menu yang membuat saya tertarik untuk mencoba. Dan setelah mencoba pun, sama sekali tidak terkesan.

Kenapa saya kecewa sangat? Karena saya termasuk suka melihat Rudy membawakan acara masak-memasak (selain tentu saja si hot mama Farah Quinn ya). Oh well, so much for celebrity chef Indonesia. Though, saya masih ingin mencoba Kopitiam Oey di kawasan Sabang yang katanya milik Bondan Winarno. Katanya oke.

Field Report (FR):
Yang dipesan: Ayam penyet, es serbat timur, es the manis (Rp6 ribu aja segelas, set dah), krupuk stick, nippon sukiyaki, sayur asem, dan 2 nasi putih (1 nasi porsinya dikit, bah).
Place : 7
Food : 6
Service: 5.5
Satisfaction rate : 5.5
Akan kembali lagi: tidak
Damage Cost (DC): 92k