3 Hari Sudah lama sekali saya berharap bisa melakukan traveling berdua bersama pacar. Bepergian dengan cara backpacking, atau berdua menempuh jalan darat seperti film 3 Hari untuk Selamanya. Traveling bermobil memiliki sensasi kenikmatan berbeda dibanding backpacking, leisure traveling, ataupun beaching. Capek, tapi seru karena lebih personal.

Karena dulu belum punya pacar, saya selalu traveling sendirian (atau kolektif). Sekarang, saya sudah punya pacar yang bisa diajak backpacking. Tapi, belum bisa traveling bermobil berdua karena saat ini saya belum punya mobil. Tapi tidak apa-apa, saya menargetkan kedua rencana itu bisa terwujud paling tidak sebelum pertengahan tahun depan.

Mengapa sih harus traveling bareng pacar? Heidi Muller, Relationship Correspondent di situs Askmen menyebut bahwa melakukan perjalanan kali pertama dengan orang yang kita cintai tak ubahnya menghadapkan sebuah hubungan kepada suatu ujian.

Di saat itu, kata Muller, masing-masing pasangan “diuji” untuk lebih mengenali pasangannya. Juga, dituntut untuk ”belajar” lagi. Belajar berkompromi, belajar menerima, dan belajar berbagai hal lain. “If you are going away with the special lady in your life, the trip should occur after at least three months into the relationship, since by that point, each of you knows whether the other is relationship material,” kata Muller.

PDANG Lalu, kenapa saya menulis soal ini? Karena, besok saya akan menjalani Media Test Drive “Comfort Journey” ke Padang, Sumatera Barat. Jurnalis yang ikut akan menyetir Nissan Livina ke beberapa tempat. Dari Bandara Internasional Minangkabau, Padang, menuju Lembah Anai, Lembah Harau, Bukittinggi, dan kembali menuju kota Padang melalui Danau Singkarak (lihat peta).

Danau Singkarak yang terletak di ketinggian 36,5 m dpl ini adalah danau terluas kedua di Sumatera setelah Danau Toba. Whoa, membayangkan menyusuri jalanan-jalanan di Sumatera (terutama jalan di tepi Danau Singkarak) membuat saya sangat bergairah.

Jujur, saya jauh lebih tertarik menjejakkan kaki di kota-kota di Indonesia ketimbang harus ke luar negeri seperti Malaysia, Singapura, dan lainnya. Negara yang sangat luas ini bagi saya masih menyimpan misteri dan potensi keindahan alam yang tak terlukiskan (well, kecuali Eropa, saya tidak menolak. Hehehe).

Saya yang merasa “overload with happiness” ini disingkapi berlebihan oleh si Botak yang mendeskripsikan jalanan di Sulawesi dengan kata sependek “indah”. Ah, mungkin dia tidak tahu rasanya orang yang benar-benar suka traveling.

Menyenangkan? Tentu saja. Tapi, bakal lebih menyenangkan lagi jika saya bisa menjalaninya dengan pacar tercinta. He-he-he. Maaf ya sayang, kali ini aku harus senang-senang sendiri. Tapi nanti saat kita traveling bersama aku yakin rasanya bakal berkali-kali lipat lebih menyenangkan. :p

Going on that first trip with a significant other is a milestone in every relationship, and is a great way to test your compatibility and ability to compromise before moving in together,”-— Heidi Muller, Relationship Correspondent, Askmen.

Iklan