“Saya iri dengan kalian wartawan. Enak sekali, punya kesempatan jalan-jalan, menginap di hotel, sambil mengendarai mobil mewah,” canda Joerg Kelling, Presiden Direktur BMW Indonesia.

Salah satu keuntungan menjadi jurnalis otomotif adalah, mengikuti test drive yang dihelat oleh ATPM ketika meluncurkan seri mobil terbaru. Seruuu!!! Kebetulan, yang saya ikuti adalah BMW 320i Executive yang mendapat beberapa upgrade di fitur dan desainnya.

OKS Pagi kami berkumpul di Starbucks Senayan City, untuk langsung menuju Sirkuit Internasional Sentul, Bogor. Disana, tes dibagi jadi dua. Tes pertama adalah membawa BMW 320i Executive melesat di jalur fast track Sirkuit Internasional Sentul sepanjang 4,12 kilometer dalam tiga lap. Woo, akhirnya kesampaian juga ngebut di Sentul. Wehehe, asli enak banget. Saya sampai coba dua kali.

OKS3Yang kedua, yakni berslalom, berbelok di aspal berpasir yang licin dan memiliki banyak tikungan patah, serta nguji ABS dengan ngerem mendadak di aspal basah. Top. Saya coba dua kali juga :p

Sekitar 10 Mobil yang dibagi dalam beberapa tim kemudian beriringan menuju Bandung. Bully, wartawan Ascomag, yang semobil dengan saya nyetir kayak setan. Wuahaha. Gila, dia jalan 130-140 kpj di jalanan Puncak yang menanjak, berliku, dan dipenuhi bis, truk, serta motor. Tapi asli, dia nyetirnya memang jago banget.

IMG_0545 Sampai di hotel Hilton Bandung jam 4 sore. Wew, lumayan juga ternyata hotelnya. Karena mungkin baru ya. Ruangnya luas, desainnya sip, propertinya juga oke (ada TV flat 32 inci). Setelah makan malam, saya dan beberapa wartawan lain muter-muter mencari cemilan. Dan ya, makanan di Hilton enak banget. Terutama cream supnya, juga scramble egg. Kayaknya baru Hilton yang nyediain scramble di buffet untuk breakfast, tanpa harus pesan dulu seperti kita pesan omelet.

IMG_0602Esok siangnya, tim BMW bertandang sebentar ke ITB, untuk memberikan dukungan berupa dana ke Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Bandung (ITB). Abis itu, lanjut makan siang di The Valley. Saya baru pertama kesini. Tempatnya enak, makannya juga lumayan oke. Sayang saya kesini siang, kalau malam kelihatannya pasti lebih bagus lagi. Diluar ada meja-meja dengan payung, dengan pemandangan langsung city view kota Bandung. Indah dan romantis.

Perjalanan pulang di Jakarta, saya yang nyetir. Enak sih. Cuma, akselerasinya agak kendor kalau gas diinjek spontan. Tenaganya baru muncul di rpm 4000an. Yah, dengan harga Rp600 juta, tentu ekspektasi kita terhadap sebuah mobil jelas tinggi. Kalau saya sih, lebih milih Mazda6 atau Mercy seri C, haha.

OK6 (2)Sampai Sency jam 5 sorean. Ngaso. Jam 7nya, saya harus ke Sarinah karena sudah berjanji karaoke ultah dan farewell party untuk teman kantor. Karena saya tidak bawa motor, jadi saya menunggu si Botak untuk menjemput. Sial, gara-gara ban motor yang bocor, saya menunggu hampir 1,5 jam. Sampai tidak ada wartawan tersisa. Untung, ada Nintendo Wii sebagai pengusir bosan. Juga, Mila, spg BMW yang saya ajak kenalan dan menemani saya ngobrol. Anak London School. Cakep berat bos. Ya iyalah saya dapet nomer telponnya. Huehehe