benk Grup funk acid jazz asal Inggris, Jamiroquai, mampu melipatgandakan kemeriahan ajang Formula One Petronas Malayasian Grandprix 2009 di Sepang International Circuit (SIC), Malaysia, Minggu (5/4).

Meski minus adrenalin, namun kemeriahan serupa terasa di Sentul City Convention Center, Bogor, Rabu (8/4), ketika vokalis Jamiroquai Jason Kay atau Jay Kay menghempaskan penonton ke dalam irama musik upbeat yang memabukkan. Sentul City yang berdiri di lahan 6.5 hektare dan berkapasitas masif hingga 11 ribu orang itu pun seolah-olah ikut bergetar.

Jamiroquai menjadi salah satu pelopor gerakan musik acid jazz pada era 1990an bersama band seperti Incognito, The Galliano, ataupun Corduray. Bedanya, mereka mampu menciptakan kultisme, memiliki banyak penggemar fanatik. Termasuk juga di Indonesia, dimana banyak fans telah lama menunggu grup yang sepanjang karirnya telah melansir delapan album ini untuk berkonser.

Terselenggaranya L.A Lights Concert Presents Jamiroquai ini pun sempat diragukan banyak pihak. Maklum, pelaksanaannya hanya jeda sehari jelang Pemilu Legislatif.

Setelah memberikan kepastian soal terwujudnya konser Jamiroquai, Peter F Gontha selaku Chairman Java Festival Production (JFP) menyebut jika acara tersebut terselenggara dengan baik, maka dapat menunjukkan citra kemapanan masyarakat Indonesia dalam menggelar pesta demokrasi.

”Jika sebuah acara besar yang dihadiri ribuan orang dapat berjalan baik, maka ini menjadi citra bagus untuk publik internal maupun masyarakat internasional. Bagaimana pun, tur Jamiroquai ke negara-negara Asia tak lepas dari perhatian media massa Internasional,” jelas Peter dalam konferensi pers di Peony Room, Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Selasa (7/4).

Bahkan, dalam kesempatan yang sama, Jay Kay juga mendorong generasi muda untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu legislatif kemarin. ”Its important to vote,” tutur pria kelahiran 30 Desember 1969 yang hobi mengoleksi sportscar dan memiliki beberapa mobil Ferrari ini.

Jay Kay sendiri naik panggung sekitar pukul 22.15 WIB setelah opening act dari penyanyi jazz belia, Dimi. Tanpa basa basi, grup yang telah menjual 21 juta album di seluruh dunia tersebut langsung menggebrak dengan lagu-lagu bertempo rancak The Kids, High Times, dan Seven Days.

Dan seperti janjinya, Jay Kay yang malam itu menghadirkan konser penuh energi selama hampir dua jam nonstop. ”Halo, Jakarta! Sudah lama saya ingin sekali kesini,” sapanya akrab dibalas dengan riuh tepuk tangan penonton.

Jay Kay tak hanya jadi anggota inti Jamiroquai (bersama penggebuk dram Derrick McKenzie), tapi dia jugalah yang diidentikan dengan nama bandnya. Ini karena ketokohan Jay Kay memang begitu solid. Diatas panggung, dialah bintang utamanya. Jay Kay mendeliver energi, mengarahkan penonton untuk bergoyang dan enjoy, serta menjaga mood anggota band yang lain.

Penampilannya atraktif dan enerjik. Ia bergoyang, bergerak lincah menapaki stage, serta bernyanyi cuek dengan satu kaki diatas speaker monitor panggung.

Seperti juga penampilan sebelum-sebelumnya, Jay Kay selalu mengenakan topi atau headgear. Ia mengaku memiliki 50 headgear berbeda untuk setiap konsernya. Yang paling unik, terbuat dari bahan serat karbon dan didesain khusus oleh salah satu engineer di Formula One.

Setelah lagu Little L dan Black Capicorn Day, suasana konser makin panas ketika Jay Kay membawakan Cosmic Girl. Menggemanya beat-beat enerjik tak hanya membuat penonton berdiri dari tempat duduknya untuk bergoyang.

Di sisi kiri panggung, penonton yang tak sabar bahkan menerobos pembatas dan merangsek ke depan panggung. Begitulah, hipnotis Jay Kay dan Jamiroquai sedemikian dahsyatnya. ”Nah, begitu lebih baik,” ujar Jay Kay santai setelah Cosmic Girl selesai dinyanyikan.

Disela-sela show, ia kembali mengingatkan agar para penonton yang sebagian besar remaja dan kaum muda itu untuk memberikan suaranya. ”You have to go and vote. Use the opportunity, for your on future!” pesannya.

Malam itu Jay Kay sengaja memilih set list yang upbeat, meninggalkan lagu-lagu hits bertemu medium seperti Radio, Runaway, atau Corner of the Earth. Repertoar semacam Space Cowboy, Canned Heat, Love Fool, dan Deeper Underground membawa 8 ribu penonton yang hadir terus berpacu dengan adrenalin hingga akhir.

Toh begitu, tak sedikit penonton yang mengaku belum juga puas. ”Lagu yang dibawakan Jamiroquai memang banyak, tapi entah kenapa masih terasa kurang,” ujar salah seorang penonton.

Iklan