danielcraigbig1004_468x759 Wahyu, teman saya, menganggap Quantum of Solace (QoS) sebagai tontonan yang sangat seru dan brilian. Sebuah momen yang tak saya rasakan ketika menontonnya. Cerita film yang bergulir 1 jam setelah kisah di Casino Royale berakhir itu membuat saya bingung, karena memang saya belum menonton Casino Royale. Haha.

Tapi yang menarik, ketika Wahyu mengatakan bahwa QoS mampu menggambarkan kehidupan seorang agen secara nyata. Sial, Wahyu memang sering melihat sebuah film dari cara pandang yang berbeda dari saya, yang ujung-ujungnya membuat saya membatin, ”iya juga yah, kenapa saya tidak berpikir seperti itu?”. Iri!

Adegan kunci yang dimaksud Wahyu adalah saat James Bond (Daniel Craig) dengan santainya membuang mayat sahabatnya Mathis, yang juga agen Mi6 lain ke tempat sampah (waste container) agar tidak dideteksi musuh. Hal itu, tentu saja membuat Camile (Olga Kurylenko) berang. ”Bagaimana mungkin kamu memperlakukan sahabatmu sendiri seperti sampah?” teriaknya.

”Dia lebih suka diperlakukan seperti ini,” jawab Bond dingin, tanpa ekspresi. Ya, Bond tahu benar konsekuensi hidup sebagai seorang agen. ”Mereka berjuang, dan siap pasang badan demi negaranya. Tapi bahkan jasa mereka tidak boleh diketahui oleh orang lain. Itu sudah jadi jalan hidup seorang agen,” kata Wahyu.

Itu mengantar saya kepada kesimpulan mengerikan lainnya, seorang agen yang “terlantar”. Lihat saja karakter mata-mata asal Kanada Corinne Veneau (Stana Katic) di QoS yang sudah menyusup selama bertahun-tahun di organisasi milik Dominic Greene (Mathieu Amalric), namun pemerintahnya memutuskan hubungan secara sepihak. Sampai-sampai Bond menjanjikan Mi6 akan membantu Veneau yang terlampau bingung kemana akan melangkahkan kaki. Tidak mungkin kan ia menjadi mata-mata selamanya?

Acara dokumenter di National Geographic kemarin juga keren. Judulnya saya lupa karena ditonton sekilas. Ceritanya tentang seorang agen FBI teladan yang ternyata membelot. Ia menyerahkan berbagai informasi penting dan rahasia FBI ke KGB. Jelas FBI kelabakan, tidak menyadari ada double agen di badan intelijen mereka.

Ya, dunia intelijen ini memang begitu menarik dan absurd, menurut saya. Maksudnya, melihat orang-orang yang memilih profesi yang sangat spesifik, berhadapan dengan masalah yang begitu masif dan kompleks, yang bahkan melibatkan negara, informasi rahasia, juga organisasi-organisasi internasional.

Memang sih, tidak selalu seorang agen berurusan dengan luar negeri. Agen FBI, yang biasa kita lihat di film-film Hollywood itu misalnya, memiliki wilayah juridiksi terbatas di seluruh States (Amerika) saja. Mereka ini umumnya menangani kejahatan kelas kakap yang mungkin berhubungan dengan (jaringan) negara bagian lain. Kalau hanya kejahatan lokal saja cukup di-handle local police department.

Bila berhubungan dengan urusan dengan intelijen luar negeri, secret agent, black operation, maka Amerika punya CIA.

Lalu, apa gunanya NSA? Badan intelijen ini bertanggung jawab untuk memonitor komunikasi dan informasi. Konon katanya, semua pembicaraan telepon di Amerika bisa dimonitor oleh NSA melalui Pentagon. Di film Transformers arahan Michael Bay, NSA jugalah yang berusaha mengurai dan mendeteksi sinyal misterius yang dikeluarkan oleh robot-robot organik tersebut.

Lalu apa tugas Badan Intelijen Negara (BIN) di Indonesia? Sempat terjadi perdebatan terkait wewenang BIN ini. Rancangan Undang-Undang (RUU) Intelijen yang belum disahkan memuat kewenangan BIN untuk melakukan penangkapan, penggeledahan, serta penahanan.

Namun, praktisi hukum senior, Adnan Buyung Nasution menentang keras fungsi tersebut. Seharusnya, lanjut Adnan, tugas BIN hanya sebatas mencari dan mengolah data, lalu disampaikan kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti. Jadi, penegakan hukum tetap ada di polisi. Ia mengkhawatirkan terjadinya proses “asal tangkap”.

Pendapat ini juga didukung oleh Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Munarman. “Lembaga intelijen ini lembaga sipil sehingga prinsipnya tidak boleh menahan seseorang walau satu detik,” katanya. Well, anyway, tetap saja, badan-badan intelijen itu terlihat sangat cool buat saya. Haha.

“I don’t think the dead care about vengeance.” – James Bond, Quantom of Solace.