Day 1 (2) : It’s Bungy, Baby!

Ada tiga hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan Bungee atau Bungy Jumping :

1. Jangan lihat ke bawah..
2. Jangan lihat ke bawah..
3. Jangan lihat ke bawah..

blog Setelah mencobanya sendiri, saya menyimpulkan 2 hal. Pertama, saya jadi tahu mengapa Bungee Jumping disebut olah raga ekstrim. Kedua, ternyata seorang stuntman yang biasa menggantikan aktor untuk terjun dari atas gedung bertingkat benar-benar memiliki nyali baja.

AJ Hackett Bungy Tower di 66 (Double Six) Bali tingginya 45 meter, “cuma” setara gedung berlantai enam. Bandingkan dengan AJ Hackett Macau yang tingginya mencapi 230 meter di Macau Sky Tower. Bahkan Made (memang semua orang di Bali namanya Made ya?), salah satu assisten jumper di AJ Hackett 66 berangan bisa melompat di Highest Commercial Bungee Jump In The World versi Guinness Book of Records itu.

Dari bawah, 45 meter kelihatan dekat. Tapi, lain cerita kalau sudah nyampe atas. Saya yang tidak punya fobia ketinggian saja sedikit bergidik saat melihat orang-orang dibawah yang kelihatan seperti action figure mini.

Modal “safety” Bungee ternyata supersederhana. Handuk tebal dililitkan ke kedua kaki, lalu diikat dengan tali khusus. Ada juga body harness yang dikaitkan ke tali elastisnya. “Mau nyentuh air tangannya?” kata si Master Jumper. “Hell yeah!,” jawab saya diamini senyumannya.

Setelah menapak bak pinguin ke ujung loncatan, mendadak nyali saya ciut skecil upil balita, melihat kolam renang dibawah yang sekilas mirip kubangan jalanan Jakarta. “Ee…eeh ini benerann nihh……” saya membatin ragu-ragu. Terlambat. Karena suara si Master Jumper sayup-sayup menyapa telinga “EMM..PAAT…TIGAA…DUAA…SATUUU….JUUUUMMPPP!!!!”

Shit. Yang saya rasakan selanjutnya adalah nyawa ini seperti lepas dari kepala selama dua detik. Jantung saya berhenti berdetak. Adrenalin yang berproduksi dari ulu hati tidak lagi terpompa, tapi sudah meledak. Gila, benar-benar gila. Membayangkan rasa itu masih bikin tubuh gemetar.

Setelah pantulan (bounce) pertama, tubuh mulai bisa menyesuaikan diri dengan adrenalin, masih terasa sensasinya, tapi tidak parah. Pantulan kedua dan ketiga pun sangat fun. Fiuuh…begitu sampai bawah, saya seperti orang syok. Hahaha.

Kapok? Jelas tidak, justru saya melompat sekali lagi. Lho kok? Iya, soalnya saya datang pas happy hours (jam 1 siang-4 sore). Dengan $55, saya boleh melompat dua kali. Huhuy.

Salah satu Jumper sempat memberi tahu saya beberapa gaya Bungee. Pertama, versi standar seperti yang saya lakukan di awal. Kedua, gaya backwards (balik badan). Lalu ada gaya kelelawar, dimana badan dipegang Master Jumper, lalu dilepas dalam kondisi kepala dibawah. Keempat, gaya elevator. Yakni kedua tangan dilipat di belakang kepala, dan meloncat dengan tajam. “Elevator gaya yang paling dibenci para Jumper, rasanya seperti isi perut ini keluar semua” kata seorang instruktur jumper di 66.

Ada beberapa varian loncat lagi seperti menggunakan sepeda, skutik, atau tandem (tentu harganya juga lebih mahal), juga teknik salto. “Tapi jangan coba-coba kalau belum berpengalaman, bisa-bisa leher terjerat talinya,” kata si Jumper.

Akhirnya saya putuskan bergaya backwards. Sensasinya memang berbeda. Adrenalin tetap meledak, tapi tidak sebesar yang pertama. Mungkin karena saya lebih bisa menguasai rasa takut, atau karena meloncatnya menghadap ke belakang (tidak ke bawah) yang secara psikologis membuat pikiran lebih tenang.

Sekadar tips, beberapa kru 66 mengatakan hal yang sama “kalau sudah diatas, jangan ragu, jangan mikir macam-macam, segera loncat”. Itu terjadi pada seorang bule cewek yang berpikir lama di ujung loncatan. Dari wajahnya saya bisa rasakan, ada pertentangan besar antara takut dan penasaran. Tapi, semakin lama diatas, rasa takut lebih cepat menyebar, menusuk-nusuk dan menguasai tubuh dan pikiran.

Kalau sudah begitu, melawannya susah sekali. Pikiran pingin meloncat, tapi tubuh menolak. Saya pun mungkin akan berpikir dua kali kalau sudah sampai tahap itu. Hasilnya, ia ambil sekoci (batal loncat).

“Are you allright?” sapa saya saat kami berpapasan. “No, im not allright, im freakin nervous!” jawabnya. Overall, dengan $55 untuk 2x loncat Bungee, its worth every penny. Itung-itung mewujudkan impian saya untuk terjun payung dari atas pesawat. hehe. :p

Iklan