fall_in_love_by_iki_chipp ”Terlalu banyak cewe yang lo ajak keluar sih, Dan”.

Celetukannya membuat saya tersipu. Ah sial, maunya sok-sok perhatian dan mengingat kebiasaan-kebiasaan dia. But it all get mixed up. Jadinya malah blunder, gara-gara saya lupa mengingat detil yang sudah jelas-jelas kelihatan. Dia suka ice cream, dan kami pernah makan ice cream bersama. Eh, saya masih bertanya dia suka atau tidak. Haha.

Dasar. Seharian jalan dengannya kemarin membuat saya deg-degan. Enak juga ya ternyata pacaran. Haha. Membayangkan sedikit saja rasa itu sudah membuat hati ini berbunga-bunga. Halah. Maklum, sudah bertahun-tahun lalu sejak terakhir kali saya benar-benar jatuh cinta pada seseorang.

“Ya udah, stop fooling around, and get serious!” sindir teman saya. Teman saya itu, sedang di mabuk cinta. Wajah dan gesturnya memancarkan rona kebahagian. Ia tertawa-tawa sendiri melihat foto di ponselnya, atau bercerita penuh semangat soal kencannya malam itu.

Ketika sedang jatuh cinta, menurut penelitian, beberapa hormon aktif simultan secara alamiah. Hormon dopamine bersamaan aktif dengan adrenalin, misalnya, membuat orang berkeringat, jantung terpicu dan bekerja lebih cepat, menimbulkan perasaan canggung atau gugup.

Lalu, ada serotonin yang membuat seseorang lebih berpikir kearah perasaan, daripada logika yang ada didepan mata dan nyata. Ini mengakibatkan orang bertindak gila dan irasional. Tak heran banyak ungkapan-ungkapan lebay atau berlebihan seperti “sampai ujung dunia pun dirimu akan kucari” atau “kukorbankan apapun demi kamu”. Haha. Atau, dampak sederhananya, adalah menimbulkan semangat dan energi baru yang luar biasa besar. Misalnya, jadi semangat kuliah, semangat kerja, atau semangat ingin bertemu, haha.

Menurut penelitian pula, kadar serotonin seseorang saat jatuh cinta bisa menuruh hingga 40%, sama dengan penderita obesesif-compulsif disorder (OCD). Para penderita OCD ini melakukan pengulangan pikiran, kata, serta perbuatan yang kelihatannya tidak beralasan dan disadari irasionalitasnya, tapi tidak bisa dicegah atau dielakkan oleh yang bersangkutan. Jadi, jatuh cinta = sakit jiwa sementara. Haha.

“Intinya, jatuh cinta itu memunculkan rasa bahagia yang alami, dan itu berlangsung konstan. Jauh lebih bahagia dan mengasyikkan dibanding efek mengganja, jauh lebih bersemangat daripada efek nyabu,” teori teman saya yang lain. Hmm, benar juga.

Ah, andai saja jatuh cinta itu bisa begitu mudah. Andai saja kunci untuk membuka hati yang rapat ini bisa segitu gampang. Lihat saja pria-pria Jepang. Karena mengaku sulit mendapatkan “real love”, seperti ditulis Reuters, banyak yang menambatkan hatinya pada sex doll. ”Real love is hard to find for one Japanese man, who has transferred his affection and desires to dozens of plastic sex dolls” kata David Levy, peneliti dari University of Maastricht, Belanda.

Kenapa? “A human girl can cheat on you or betray you sometimes, but these dolls never do those thing,” papar David lagi. Ah, memang. Siap jatuh cinta, juga harus siap patah hati. Dua hal yang begitu kuat dampaknya, tapi bertolak belakang rasanya.

Duh, patah hati ya? ehm, kok rasanya takut banget ya denger kata-kata itu. hihi.

“I am in love – and, my God, it’s the greatest thing that can happen to a man. I tell you, find a woman you can fall in love with. Do it. Let yourself fall in love, if you haven’t done so already. You are wasting your life.” —D.H. Lawrence quotes (British Poet, Novelist and Essayist)