looking_down_on_earth-1 Seberapa besar sih 1 derajat itu?

Derajat adalah ukuran sudut yang dibentuk pada sebuah bidang datar, menggambarkan 1/360 dari sebuah putaran penuh. Untuk berotasi 1 derajat, bumi butuh waktu 4 menit.

Ribuan tahun lalu, bumi pernah bergeser 1 derajat dari orbitnya. Kelihatannya kecil. Tapi, dampaknya adalah sebuah kekacauan, bencana yang sangat masif.

Badai pasir menghantam sebagian kawasan di Afrika yang dulunya bak taman firdaus, dengan sungai-sungai yang mengalir, hutan-hutan lebat, serta beraneka ragam hewan. Kawasan itu, yang kita kenal sekarang dengan gurun Sahara.

Dalam acara yang saya tonton di National Geographic semalam, ilmuwan meyakini teorinya itu saat menemukan sebuah gua ratusan mil di jantung gurun Sahara. Di dinding gua itu ada lukisan-lukisan sederhana orang yang sedang berburu dan berenang. Darisitulah teori bahwa kawasan sekitar bukit tersebut dulunya sangat subur dan indah mengemuka.

Kejadian itu mengingatkan saya akan logika paling sederhana dan ampuh akan eksistensi Tuhan. Seperti yang saya tonton dalam VCD Harun Yahya, ulama, serta ilmuwan asal Turki, yang tergeletak di rumah (mungkin kepunyaan orang tua saya). VCD tersebut dibuat low budget, jauh sekali jika dibandingkan acara-acara dalam Nat Geo yang serbaterkonsep.

Namun, kata-kata pengantar yang disampaikannya begitu menggugah hati. Mulanya, ia menjelaskan satu demi satu planet-planet di tata surya. Soal letaknya, jaraknya dari matahari, karakter permukaanya, dan mengapa planet itu tidak bisa ditempati oleh mahluk hidup (terlalu jauh jaraknya membuat suhunya terlalu dingin, terlalu dekat membuat suhunya sangat panas)

Hingga yang terakhir, bumi. “Mengapa bumi bisa sangat berbeda dengan planet-planet lainnya?” sebut voice over di VCD itu. “Itu karena bumi tidak terjadi dengan sendirinya. Tapi diciptakan secara khusus, spesifik, dan sangat mendetail” lanjutnya.

Mengapa atmosfer bumi terdiri dari 78.17% nitrogen dan 20.97% oksigen? Kenapa tidak sebaliknya? “Jika nitrogen terlalu banyak, maka sesuatu akan mudah sekali terbakar” jawabnya. Mengapa, mengapa, dan mengapa lainnya, ternyata bisa dilogikakan dan memiliki jawabannya sendiri.

Karena bumi dan segala isinya, sudah didesain sedemikian rupa oleh Tuhan sehingga dapat bertahan hingga miliaran tahun sampai sekarang.

Manusia sendiri, dengan polusi, peningkatan konsentrasi gas-gas rumah kaca melalui efek rumah kaca, membuat suhu rata-rata bumi terus meningkat sejak 100 tahun terakhir (makin drastis sejak pertengahan abad ke-20).

Ketika es di kutub mencair, iklim kacau pun, dampaknya, sekali lagi seperti yang disebutkan diatas, sebuah kekacauan yang sangat masif. Air laut naik 1 meter saja bisa meluluh lantakkan seluruh kota New York, seperti film The Day After Tomorrow (2004) arahan Roland Emmerich. Sedikiiiit saja sistem ciptaan Tuhan ini dikacaukan, dampaknya begitu signifikan.

Jadi, masih ada yang ngaku atheis? Ehm, Sholat dulu aah.