Sebagai budaya urban, hip-hop terlahir dan bermula di Amerika. Tapi siapa sangka bila breakdance bisa tumbuh organik. Bagian dari empat elemen hip-hop–selain Disk Jockey (DJ), MC, dan grafitti—itu tak hanya mengglobal, tapi juga mengungguli negara asalnya. Setidaknya itu yang disampaikan film dokumenter Planet B-Boy arahan sutradara Amerika-Korea Benson Lee.

Untuk mengenalkan apa dan bagaimana breakdance atau B-boying, Lee memilih landmark gelaran Battle of the Year (BOTY) 2005, kompetisi B-boying terbesar di dunia yang diikuti lebih dari 18 negara. Dari situ, footage (potongan gambar), serangkaian wawancara dengan tim dan praktisi breakdance, berikut ketatnya kompetisi BOTY 2005 mengantar Planet B-Boy lebih dari sekadar film dokumenter biasa, melainkan juga sebagai intrepretasi makna breakdance yang sangat manjemuk.

Kelima tim yang disorot, Phase T (Prancis), Knucklehead Zoo (Las Vegas), Ichigeki (Jepang), Gamblerz dan Last for One (Korea Selatan) digali berdasarkan latar belakang, berikut teknik dan karakter breakdance mereka.

Ichigeki, misalnya, dikenal dengan gaya breakdance inovatif dan ide kreatif. Sementara Gamblerz asal Korsel menunjukkan gerakan breakdance cepat dan tangkas. Begitupun tim Prancis yang menari dengan eksplosif dan spontan.

Lee juga jeli memperlihatkan bagaimana breakdance berafiliasi dengan kultur regional masing-masing negara. Misalnya saat memperlihatkan para B-boy menari dibalik lansekap menara Eifell, di jalanan Las Vegas, bahkan di barak milik tentara Korea.

Beberapa karakter individual yang diwawancara terpisah juga memiliki kisah hangat. Mulai anggota Last for One yang berusaha untuk membuat ayahnya bangga, serta kisah-kisah bagaimana breakdance mengubah hidup mereka.

Momen-momen dibalik kompetisi BOTY pun tak kalah seru. Terutama adegan final yang disebut Battle, yakni saat dua tim adu teknik breakdance. Kegelisahan sebelum lomba, energi yang menggema di panggung, dentuman beat yang bersetubuh dengan gerakan spontan, serta terobosan dalam teknik menari dirangkum apik oleh Lee dibalik lensanya.

Founder BOTY asal Jerman Thomas Hergenrother berujar bagaimana breakdance adalah bentuk tari yang unik dan satu-satunya. ”Breakdance adalah intrepretasi B-Boy terhadap musik yang mereka dengar, yang menghasilkan improvisasi sangat berbeda, personal, dan individual,”.

Pada akhirnya, B-Boy adalah bahasa kebebasan yang universal. Bahasa yang mampu bersepadan dan bersatu padu dengan kultur dan unsur lokal, tanpa ada batasan. Melalui dokumenter Planet B-Boy, Lee memotret sub kultur urban ini sebagai sesuatu yang organik. Sesuatu yang tumbuh, berkembang, serta terus berevolusi.

NB : ohya, film ini cuma diputar di Blitz Megaplex. 😛